Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Gaya Hidup Jadi Pemicu Prostitusi Anak di Aceh

Admin1 by Admin1
08/12/2020
in Lintas Barat Selatan
0
Polisi Tetapkan 6 Tersangka Kasus Prostitusi Karaoke Serpong

MEULABOH –Psikolog anak Endang Setianingsih menilai, pengaruh hedonisme (gaya hidup) menjadi salah satu penyebab terjadinya prostitusi anak yang terus berulang di Aceh. Pernyataan itu disampaikan Endang menanggapi adanya dugaan kasus prostitusi anak di Kabupaten Aceh Barat baru-baru ini, apalagi masalah serupa sudah sering terjadi dan terus berulang di Aceh.

”Hedonisme itu sendiri suatu paham yang dianut remaja tentang pemburu kenikmatan, kesenangan, dan kebahagiaan pribadi yang menjadi tujuan utama dalam menjalani hidup. Sehingga, mereka dengan mudah tergiur dan terjerumus ke hal negatif,” kata Endang Setianingsih seperti dilansir dari Antara di Banda Aceh, Senin (7/12).

Endang mengaku sangat miris mendengar pemberitaan prostitusi anak kembali terulang. untuk itu hal tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus dari semua, terutama para orang tua yang kurang mengontrol anaknya.

Endang menjelaskan, hedonisme bisa menjadi kemungkinan terbesar pada diri anak karena gaya hidup yang dianut kaum muda adalah pandangan yang berdasar pada hawa nafsu semata.

”Hal tersebut sangat erat hubungannya dengan kekayaan duniawi, kenikmatan batin, kenikmatan seksual, serta kebebasan, dan kekuasaan,” terang Endang.

Endang menyampaikan, pemicu dari penganut paham hedonisme itu dapat terjadi akibat faktor internal yakni dirinya sendiri, di mana sudah menjadi sifat dasar manusia ingin memiliki kesenangan sebanyaknya dengan bekerja seringan mungkin. Kemudian faktor eksternal, di mana pengaruh masuknya budaya luar membuat orang bahagia sehingga beradaptasi dengan budaya tersebut yang dianggap dapat menciptakan kesenangan.

”Tentu ini perlu perhatian khusus terhadap perkembangan anak, baik itu keluarga maupun lingkungan pergaulan anak agar tidak terjerumus pada pergaulan menyimpang,” kata Endang, psikolog di Rumah Layanan Psikologi (RLP) itu.

Tak hanya orang tua, Endang juga menilai perhatian pemerintah tentang pendidikan juga sangat penting dan utama, perlu diperketat pada sistem pengawasan dan adanya evaluasi.

Selain hedonisme, Endang melihat juga ada beberapa faktor lain penyebab prostitusi yang melibatkan anak. Di antaranya keluarga. ”Keluarga adalah faktor utama dari semua persoalan ini, karena karakter dan pendidikan agama diterima dari dari keluarga atau menjadi madrasah pertama membentuk mental dan jiwa anak,” papar Endang.

Kemudian, faktor ekonomi juga bisa menjadi dasar, pendidikan, lingkungan serta perdagangan orang. ”Lingkungan sangat perlu diperhatikan, karena di usia remaja anak mengalami transisi dan pencarian identitas diri. Anak perlu diawasi,” ujar Endang, psikolog forensik anak itu.

Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Barat baru-baru ini mengendus indikasi dua orang pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di daerah tersebut menjadi korban prostitusi daring (online). Dua pelajar yang diduga menjadi korban prostitusi secara daring tersebut diketahui setelah beberapa foto diduga mirip dengan korban beredar di media sosial, sehingga kemudian masalah itu diketahui pihak sekolah dan dilaporkan ke MPD Aceh Barat.

Sumber: jawapos

Previous Post

Kuasa Hukum Akan Ajukan Praperadilan, Bila Polda Aceh SP3kan Kasus Tgk. Janggot

Next Post

Empat Warga Tewas Akibat Banjir di Aceh Utara

Next Post
Empat Warga Tewas Akibat Banjir di Aceh Utara

Empat Warga Tewas Akibat Banjir di Aceh Utara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Putra Mahkota Dubai Hapus Istilah ‘Ibu Rumah Tangga’, Ganti Jadi ‘Pembentuk Generasi’

Putra Mahkota Dubai Hapus Istilah ‘Ibu Rumah Tangga’, Ganti Jadi ‘Pembentuk Generasi’

20/09/2026
Atlet Anggar Abdya Tembus Kejuaraan Internasional di Thailand, KONI Beri Apresiasi

Atlet Anggar Abdya Tembus Kejuaraan Internasional di Thailand, KONI Beri Apresiasi

20/09/2026
PKB Pidie Bidik 7 Kursi, Konsolidasi DPAC Jadi Mesin Politik Menuju Pilkada

PKB Pidie Bidik 7 Kursi, Konsolidasi DPAC Jadi Mesin Politik Menuju Pilkada

20/09/2026
515 Tahun Pidie: Jejak Pedir dan Darul Amni yang Tak Boleh Hilang

515 Tahun Pidie: Jejak Pedir dan Darul Amni yang Tak Boleh Hilang

20/09/2026
Penambang Kabur, 93 Gelondongan PETI Disikat Aparat di Geumpang

Penambang Kabur, 93 Gelondongan PETI Disikat Aparat di Geumpang

20/09/2026

Terpopuler

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

19/09/2026

Gaya Hidup Jadi Pemicu Prostitusi Anak di Aceh

PKB Pidie Jaya Pasang Target Agresif: Satu Dapil Satu Kursi

Penambang Kabur, 93 Gelondongan PETI Disikat Aparat di Geumpang

TANI Merdeka Indonesia Abdya Apresiasi Kepemimpinan Safaruddin – Zaman Akli atas Capaian Hasil Panen Petani yang Melimpah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com