Aceh Singkil – Pelaksanaan kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Pulau Banyak Barat Tahun 2020 belum selesai dikerjakan, masa kontrak berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020, siapakah pelaksananya?
Sesuai diketahui pada Lampiran I, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Peraturan Presiden Nomor 123 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik. Kegiatan peningkatan prasarana pendidikan dilakukan oleh Panitia Pembangunan di Satuan Pendidikan (P2S) yang ditetapkan oleh Kepala Satuan Pendidikan atau Kepala SKB penerima alokasi DAK Fisik secara
swakelola sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, Kamis, 24/12/2020.
Kemudian, untuk menggali informasi terhadap pelaksanaan kegiatan di SMPN 2 Pulau Banyak Barat tersebut yang masa kontraknya berakhir 7 hari lagi. Wartawan ingin mengetahui siapakah ketua P2Snya di sekolah tersebut, namun informasi tersebut tidak berhasil diketahui awak media dari kepala sekolah SMPN 2 Pulau Banyak Barat selaku penanggung jawab.
Ketika ditanya oleh wartawan, siapakah ketua panitia pembanguan sekolah di SMPN N 2 Pulau Banyak Barat, “Untuk apo, untuk apo (untuk apa, untuk apa)” jawab Arisman, saat dihubungi melalui telpon seluler, Kamis, 24/12/2020.
Hingga berita ini ditayangkan, atjehwatch.com masih belum mengetahui siapakah ketua panitia pembangunan sekolah di SMPN 2 Pulau Banyak Barat yang beralamat di Jl. Lingkar, Desa Ujung Sialit Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil.
Ada 3 unit bangunan yang dikerjakan yakni, laboratorium komputer dengan pagu Rp 420.000.000, ruangan pustaka dengan pagu Rp 400.000.000, dan laboratorium IPA dengan pagu sebesar Rp 900.000.000. Tertotal Rp 1.720.000.000 sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2020.
Pantauan atjehwatch.com di SMPN 2 Pulau Banyak Barat, Kamis, (24/12), 3 bangunan tersebut belum selesai pekerjaannya, dan perabotnya tidak terlihat didalam ruangan, bahkan 1 bangunan gedung yang diketahui merupakan ruangan IPA dalam keadaan belum terpasang atap dengan dinding belum dilakukan plasteran.
Reporter : Ahmad Azis









