Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

DEMA UIN Ar-Raniry Surati Presiden Soal Penembakan Laskar FPI

Admin1 by Admin1
10/01/2021
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh turut menyatakan sikap terkait penembakan yang menewaskan 6 warga negara Negara Indonesia di KM 50 Tol Cikampek.

Surat yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Jenderal dan Presiden Mahasiswa dikirim langsung ke Presiden Jokowi, Sabtu 9 Januari 2021.

“Kami menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan hak asasi manusia bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam kesempatan ini kami mengajukan pernyataan sikap kepada Presiden Republik Indonesia,” kata Presma UIN Ar-Raniry, Reza Hendra Putra.

Menurutnya, kejadian penembakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap 6 orang yang berpotensi menyalahi martabat bangsa sebagai negara yang menjunjung tinggi hukum sehingga terindifikasi sebagai pembunuhan di luar putusan pengadilan.

“Yang oleh karenanya termasuk dalam kategori pelanggaran hukum,” kata Reza.

Maka, kata Reza, pihaknya tidak tinggal diam melihat pelanggaran Hak Asasi Manusia di negeri ini.

“Kta menuntut keadilan dan mengungkap dibalik penembakan terhadap 6 orang warga negara Indonesia. Segera membentuk Tim Pencari Fakta Independen untuk peristiwa yang menewaskan 6 warga sipil di Tol Cikampek KM 50. Segera menindaklanjuti hasil temuan komnas HAM bahwasanya peristiwa KM 50 ada indikasi pelanggaran HAM,” ujarnya.

Reza Hendra berharap segera dilakukannya proses hukum seadil-adilnya melalui mekanisme pengadilan pidana terhadap kejadian penembakan tersebut agar tidak menyalahi UUD 1945 yang menjamin setiap jiwa manusia.

Previous Post

Santunan Anak Yatim Warnai HUT ke 48 PDIP di Aceh

Next Post

Besok, Kemenag Aceh Gelar Evaluasi dan Pelaksanaan Anggaran 2021

Next Post

Besok, Kemenag Aceh Gelar Evaluasi dan Pelaksanaan Anggaran 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Azhari Cage Minta Manajemen SBA Segera Atasi Kelangkaan Semen di Aceh

Azhari Cage Minta Manajemen SBA Segera Atasi Kelangkaan Semen di Aceh

09/08/2026
Pemkab Aceh Jaya Lantik 125 ASN, Dorong Birokrasi Lebih Adaptif

Pemkab Aceh Jaya Lantik 125 ASN, Dorong Birokrasi Lebih Adaptif

09/08/2026
Mahasiswa KKN USK Abadikan Sejarah Gampong Cut Langien Lewat Profil Desa

Mahasiswa KKN USK Abadikan Sejarah Gampong Cut Langien Lewat Profil Desa

09/08/2026
Satgas PRR Aceh: Pemda Bisa Usul Pekerjaan Rehab-Rekon Masuk Inpres

Satgas PRR Kebut Pemulihan Lahan Sawah di Aceh

09/08/2026
Pemkab Aceh Besar Dukung Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi

Pemkab Aceh Besar Dukung Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi

09/08/2026

Terpopuler

DEMA UIN Ar-Raniry Surati Presiden Soal Penembakan Laskar FPI

10/01/2021

Baju Khas Pidie Resmi Bersertifikat, Ikhtiar Menjaga Identitas Budaya dari Klaim dan Kepunahan

569 Peserta Ikuti PD-PKPNU Pidie Jaya, NU Tekankan Kader Berideologi dan Berdampak

Jelang Hari Damai Aceh, Kapolres Pidie Gandeng HUDA Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah

KPK Ditantang Bongkar Tiga “Sarang Korupsi” di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com