MEUREUDU – Sepakan Terakhir cuaca buruk melanda Pidie Jaya hingga para nelayan jarang untuk melaut. Akibatnya, pasokan ikan segar dari nelayan tangkap itu berkurang dratid sehingga berimbas melambungnya harga ikan di Pidie Jaya.
Panglima Laot Kabupaten Pidie Jaya, A Hamid Husen menyebutkan, dampak dari kondisi cuaca buruk yang melanda wilayah laut setempat, membuat para nelayan memilih untuk absen sementara untuk berlayar menangkap ikan di lautan.
“Kondisi saat ini, angin kencang, ombak besar, sehingga banyak para nelayan tangkap (boat 7 hingga 13 GT) tidak melaut,” kata Ab Hamid Husen, Rabu 20 Januari 2021.
Menurutnya faktor yang menyebabkan nelayan tidak melaut, selain dampak cuaca buruk, juga disebabkan berkurang hasil tangkapan.
Jika dalam kondisi normal, kata dia, biasanya para nelayan boat 7 hingga 13 GT bisa memperoleh ikan tangkapan berkisar tiga hingga lima ton per sekali berlayar, sehingga para nelayan memilih untuk tidak melaut.
Namun selama cuaca buruk disertai ombak besar itu, jikapun ada nelayan yang tetap melaut, hasil tangkapnya malah tidak mencapai 200 Kg per boat.
Dikatakannya, terdapat lima kuala lhok di Kabupaten Pidie Jaya yang memiliki boat 7 hingga 13 Gt, dengan ABK perboat maksimal 20 orang mayoritas tidak melaut selama cuaca buruk tersebut.
“Dengan kondisi tidak bersahabat seperti ini, jika ada nelayan tangkap yang berani melaut, hasil tangkapan paling banyak 10 Kg. Untuk minyal boat aja belum cukup,” ungkapnya.
Menurut Panglima laot, minim dan merosotnya pasokan ikan segar dari nelayan, hingga berimbas melambungnya harga ikan dalam beberapa pekan terakhir.[ ]









