Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Gubernur Aceh Letakkan Batu Pertama Pembangunan Jalan dan Irigasi di Simeulue

Admin1 by Admin1
02/02/2021
in Lintas Barat Selatan
0

SINABANG – Gubernur Aceh Nova Iriansyah melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan dua ruas jalan dan irigasi yang menggunakan skema kontrak multiyears atau tahun jamak di Kabupaten Simeulue, Selasa (2/2/2021).

Dua proyek jalan dan satu irigasi di Simeulue itu adalah, peningkatan Jalan Sinabang – Sibigo, peningkatan Jalan Nasreuhe – Lewak – Sibigo dan pembangunan Bendung Daerah Irigasi Sigulai.

“Dengan ini peningkatan Jalan Sinabang –Sibigo, peningkatan Jalan Nasreuhe – Lewak – Sibigo dan pembangunan Bendung Daerah Irigasi Sigulai Saya nyatakan dimulai pembangunannya,” ujar Gubernur Nova saat meninjau ruas Jalan Sinabang – Sibigo, di Desa Sefoyan, Simeulue Timur, Selasa (2/2/2021).

Gubernur lalu mengoperasikan alat berat grader sebagai tanda dimulainya pembangunan ruas jalan itu.

Jalan Sinabang – Sibigo, memiliki total panjang 105 Km, di mana kondisi saat ini 87,5 Km sudah teraspal, sedangkan sisanya sepanjang 17,5 Km akan ditingkatkan melalui proyek MYC ini dengan nilai kontrak Rp.76,1 miliar. Pembangunan ini akan dilaksanakan oleh PT. Aceh Lintas Sumatera.

Sementara ruas Jalan Nasreuhe – Lewak – Sibigo memiliki panjang 139 Km, dengan kondisi sudah teraspal sepanjang 59 km. Sisa yang belum teraspal sepanjang 80 Km, dan akan dilaksanakan pengaspalan dengan proyek MYC ini sepanjang 30 Km dengan nilai kontrak Rp.114,6 miliar. Proyek ini akan dilaksanakan oleh PT. Flamboyant Huma Arta. Selanjutnya sepanjang 50 km lagi akan diupayakan dengan sumber anggaran lain termasuk dana DAK.

Selanjutnya, pembangunan Bendung Daerah Irigasi Sigulai Kabupaten Simeulue, dengan nilai kontrak Rp.174,2 milarl, yang akan dilaksanakan oleh PT. Perapen Prima Mandiri.

Gubernur pada kesempatan itu menyampaikan harapannya, dengan selesainya penanganan kedua ruas jalan tersebut, akan meningkatkan kelancaran arus lalu lintas antara Sinabang – Sibigo dan Nasreuhe – Lewak – Sibigo.

Jika sekarang masyarakat Sibigo menuju pusat ibukota Simeulue, membutuhkan waktu 8 hingga 9 jam, maka ke depan waktu tempuhnya dapat dicapai hanya dalam 3 jam saja.

“Dengan selesainya kedua ruas jalan ini ke depan, insya Allah, kendala akses masyarakat akan teratasi. Dengan demikian, harapan kita bersama, kedua ruas jalan ini nantinya akan memberikan manfaat kepada masyarakat serta dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menyebutkan pembangunan jalan itu sudah direncanakan sejak tahun 1988 oleh sejumlah pemimpin di tahun-tahun itu. “Saya hanya menyelesaikannya saja apa yang sudah dicita-citakan oleh pemimpin sebelumnya,” kata Nova secara terbuka.

Disamping itu, Gubernur juga menyampaikan, dalam rangka mendukung Program Ketahananan Pangan, Pemerintah Aceh sedang giat-giatnya melakukan pembenahan insfrastruktur yang berkaitan dengan prasarana irigasi.Salah satunya adalah dengan membangun Daerah Irigasi Sigulai, yang mempunyai luas layanan sekitar 1.983 Hektar dengan areal layanan meliputi delapan gampong atau desa.

Kedelapan desa itu meliputi, Desa Sigulai, Desa Babul Makmur, Desa Lamamek, Desa Batu Ragi, Desa Malasen, Desa Miteum, Desa Sinar Bahagia dan Desa Sembilan di Kecamatan Simeulue Barat.

Pembangunan Daerah Irigasi Sigulai ini meliputi 1 unit bendung, saluran primer dan sekunder sepanjang 30,5 Km beserta bangunan pelengkapnya.

Gubernur berharap, dengan terbangunnya Daerah Irigasi Sigulai ini, diharapkan luas panen bisa mencapai 3.370 Ha/Tahun. Dengan asumsi produksi 6 – 8 Ton/Ha, maka produksi padi diharapkan bisa mencapai 23.600 Ton/Tahun atau setara Rp. 94,4 miliar (asumsi harga gabah Rp. 4.000/Kg).

“Saya berpesan, agar pembangunan jalan dan irigasi ini dapat didukung oleh seluruh elemen masyarakat Simeulue. Semoga pelaksanaannya tepat waktu dan hasilnya segera dapat dirasakan oleh masyarakat Simeulue.”

Kunjungan kerja Gubernur Nova ke Simeulue turut didampingi Bupati dan Wakil Bupati Simeulue Erli Hasim dan Afridawati.

Selain itu sejumlah pejabat provinsi juga ikut dalam rombongqn gubernur. Di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mawardi, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Aceh Muhammad Abduh, Plt. Kepala Dinas PUPR Aceh Mawardi, Plt. Kepala Dinas Pengairan Aceh Ade Surya, Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr. Hanif, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Junaidi, Ketua TP-PKK Aceh Dyah Erti Idawati, serta Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto. []

Previous Post

Nova: Pemerintah Aceh Tidak Anti Kritik

Next Post

Kapal Hebat 1, Bupati Erli: Ini Kado Terindah untuk Anak Pulau

Next Post

Kapal Hebat 1, Bupati Erli: Ini Kado Terindah untuk Anak Pulau

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KPPI Aceh Naik Trans Kutaraja, Serap Aspirasi Penumpang soal Layanan Gratis

KPPI Aceh Naik Trans Kutaraja, Serap Aspirasi Penumpang soal Layanan Gratis

16/08/2026
Peserta Karnaval HUT RI ke-81 di Abdya Kenakan Pakaian Wartawan, Ajak Warga Melek Informasi

Peserta Karnaval HUT RI ke-81 di Abdya Kenakan Pakaian Wartawan, Ajak Warga Melek Informasi

16/08/2026
Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

16/08/2026
Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

16/08/2026
Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

16/08/2026

Terpopuler

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

16/08/2026

Gubernur Aceh Letakkan Batu Pertama Pembangunan Jalan dan Irigasi di Simeulue

Nyan, Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki 1.000 Liter Antre BBM di SPBU Aceh

KPA Sagoe Malaka Wilyah 013/Blangpidie Ikut Sukseskan Zikir dan Doa Bersama Hari Perdamaian Aceh

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com