Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Situs Makam Raja dan Ulama Terlindas Proyek Jalan Tol di Aceh

Admin1 by Admin1
13/02/2021
in Nanggroe
0

Banda Aceh – Proyek pembangunan Jalan Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) mengungkap sebuah lokasi yang diduga situs makam peninggalan Kesultanan Aceh Darussalam di Kabupaten Aceh Besar. Proyek jalan tol memotong sebagian situs itu.

Ketua Komunitas Peubeudoh Sejarah, Adat dan Budaya (Peusaba) Aceh, Mawardi Usman, mengatakan situs ditemukan ketika anggotanya berkeliling melihat situs cagar budaya di Banda Aceh dan Aceh Besar. Si anggota termasuk menelusuri informasi yang diterimanya bahwa di pinggir Jalan Kajhu-Banda Aceh, tepatnya di kawasan pembangunan gerbang Tol Sibanceh Seksi 6 Kuta Baro-Baitussalam, ditemukan batu nisan kuno.

“Setelah kami lihat memang benar ada beberapa makam orang penting era Kesultanan Aceh Darussalam yang mau digeser untuk perluasan gerbang tol,” katanya, Rabu 10 Februari 2021.

Mawardi menambahkan, kondisi makam di kawasan itu tidak lagi utuh. Nisan dengan ukiran khas era Kesultanan Aceh itu ada yang berukuran besar dan kecil namun kebanyakan batu sudah tertimbun tanah. Ada juga yang masih tegak berdiri dan sebagian wujudnya terlihat dengan jelas. Peusaba menghitung ada 20-an batu nisan kuno di lokasi itu.

Menurut Mawardi, batu nisan tersebut diproduksi pada era ulama Aceh Syekh Abdur Rauf as Singkili. “Dari bentuk batu nisan itu menunjukkan bahwa banyak di sini ulama sufi, yang sudah terdeteksi di sepanjang (lokasi proyek tol) yang sudah dikeruk,” katanya.

Ia menambahkan sejak dulu kawasan Kajhu memang terkenal sebagai tempat kediaman para keluarga raja. Dia menyebut di antaranya Tuanku Hasyim Banta Muda (1848-1897), Wali Sultan Muhammad Dawod Syah dan Panglima Perang Aceh yang melawan Van Swieten. “Kawasan ini juga dikenal sebagai tempat berdiam Wazir Sultan Panglima Paduka Sinara yang juga Ulebalang Pulau Weh,” katanya.

Selanjutnya, terdapat juga beberapa Ulebalang lain yang terkenal seperti Teuku Paya Ulebalang Mukim Paya dan Lambada, yang merupakan anggota dewan delapan yaitu delapan pembesar Aceh yang melakukan lobi melawan Belanda di Penang. Mawardi dan Peusaba mengungkap harapannya situs makam bisa dipertahankan.

“Kami tidak menolak pembangunan jalan tol di Aceh, tapi bagaimana menyiasatinya. Contohnya mungkin digeser pintu tol sehingga tidak mengenai makam,” katanya.

Kepala Bidang Pengadaan Tanah Kantor Wilayah Badan Pertanahan (BPN) Provinsi Aceh, Joko Suprapto, mengatakan harus memastikan mengenai status makam yang dimaksud. Koordinasi dijanjikan dijalinnya dengan dinas terkait pelestarian cagar budaya. “Tentunya kalau nanti hasil kajiannya makam raja-raja dan ulma abesar, nanti kita duduk bersama bagaiman solusi terbaik, karena kami juga tidak serta merta memindahkan,” katanya.

Menurut Joko, saat pembebasan lahan untuk proyek jalan tol itu, satuan tugas dari BPN tidak mendeteksi keberadaan makam dan nisan kuno itu karena lokasi awal tertutup dengan semak-semak.

Sumber: Tempo

Previous Post

Dua Krisis Besar Ancam Kehidupan Pasca Corona

Next Post

Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Arisan Ratusan Juta di Aceh

Next Post
Produser Hollywood Ditahan atas Penipuan soal Bantuan Corona

Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Arisan Ratusan Juta di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Wabup Raja Sayang Buka Festival Literasi Nagan Raya 2026, Dorong Budaya Baca di Era Digital

Wabup Raja Sayang Buka Festival Literasi Nagan Raya 2026, Dorong Budaya Baca di Era Digital

13/10/2026
MPU Abdya Gelar Musda ke-V, Bupati Minta Ulama Berkolaborasi untuk Ummat dan Daerah

MPU Abdya Gelar Musda ke-V, Bupati Minta Ulama Berkolaborasi untuk Ummat dan Daerah

13/10/2026
Aceh Tengah Terima Dukungan 5 Dump Truck dan 5 Motor Roda Tiga untuk Pengelolaan Sampah

Aceh Tengah Terima Dukungan 5 Dump Truck dan 5 Motor Roda Tiga untuk Pengelolaan Sampah

13/10/2026
Satgas PRR Minta Pemerintah Daerah di Aceh Tingkatkan Kewaspadaan

Satgas PRR Minta Pemerintah Daerah di Aceh Tingkatkan Kewaspadaan

13/10/2026
Mahasiswa USK Latih Siswa MTsN 2 Aceh Besar Olah Sampah Jadi Ekobrik

Mahasiswa USK Latih Siswa MTsN 2 Aceh Besar Olah Sampah Jadi Ekobrik

13/10/2026

Terpopuler

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

12/10/2026

Situs Makam Raja dan Ulama Terlindas Proyek Jalan Tol di Aceh

Tokoh Muda Susoh Apresiasi Bupati Dr. Safaruddin Atas Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Gampong Panjang Baru

Pekerja Tersengat Listrik di Atas Ruko Pidie Jaya, Jatuh 5 Meter hingga Meninggal

Bupati Safaruddin Lepas Persada Abdya U-17 ke Babak 8 Besar Piala Soeratin di IKN

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com