Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Aminullah: Tanah Gayo Sumber Rezeki Masyarakat Dunia

Admin1 by Admin1
15/03/2021
in Ekonomi
0
Aminullah: Tanah Gayo Sumber Rezeki Masyarakat Dunia

TAKENGON – Dataran tinggi Gayo yang subur dengan alamnya yang sejuk memiliki banyak komoditi unggulan seperti kopi, buah-buahan, dan aneka ragam sayur-sayuran. Ikan Depik khas Danau Laut Tawar pun melimpah hasilnya.

Tak pelak, Tanah Gayo menjadi primadona ekonomi baik bagi masyarakat lokal, nasional, maupun internasional. “Tak dapat kita pungkiri, Tanah Gayo menjadi sumber rezeki masyarakat dunia,” begitu ungkap Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman.

Sabtu 13 Maret 2021, Wali Kota Aminullah dan istri Nurmiati AR berkesempatan mengunjungi Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. “Salah satu komoditi andalan asal sini adalah Kopi Gayo yang sudah mendunia -diekspor ke banyak negara,” ujar Aminullah.

Menurutnya, Kopi Gayo terutama jenis Arabica merupakan kopi yang memikiki mutu, aroma, dan cita rasanya yang khas. “Arabika Gayo tercatat paling digemari oleh konsumen di Amerika, Eropa, dan Jepang. Kalau tingkat lokal jangan ditanya lagi. Di Banda Aceh misalnya, Sanger Arabica sudah menjadi menu wajib setiap warung kopi.”

Masih menurut Aminullah, Kopi Gayo sangat istimewa karena memiliki aroma khas dengan perisa komplek dan kekentalan yang kuat. “Tak salah jika beberapa ritel kedai kopi ternama dunia pun memilih Kopi Gayo sebagai salah satu bahan baku produksinya,” ungkapnya.

Di samping kopi, buah-buahan dan sayur-mayur khas dataran tinggi Gayo telah sedari dulu menjadi pasokan utama bagi kebutuhan konsumsi masyarakat Aceh bahkan nasional. “Terong Belanda, Sawi, Markisa, Alpukat, Nanas dan sebagainya tumbuh subur di sini. Tak kalah segar dengan Brastagi atau sentra produksi buah dan sayur lainnya di nusantara.”

Sektor pariwisata Tanah Gayo pun menjadi daya tarik tersendiri. “Takengon juga memiliki Danau Laut Tawar, wahana arung jeram, pacuan kuda, dan objek wisata lainnya. Ditopang dengan panorama keindahan alam, hawa yang sejuk bahkan di siang hari, Gayo menjadi destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara,” ujarnya.

Ia pun mengharapkan agar Tanah Gayo dapat menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Aceh ke depan dengan berbagai kelebihannya. “Tinggal bagaimana kita memperbagus packaging-nya dan memperluas promosinya. Potensinya sangat luar biasa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita,” katanya seraya menyatakan komitmennya untuk ikut mempromosikan Tanah Gayo.

Selama berada di kota dingin tersebut, Aminullah mengisi sejumlah agenda. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (Baveti) Aceh, ia melantik tiga pengurus cabang Baveti, yakni Aceh Tengah, Bireuen, dan Aceh Utara. Kemudian sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh, ia juga menggelar pertemuan dengan stakeholders terkait untuk membahas pembentukan MES Aceh Tengah.

Previous Post

Komisi I DPR Aceh Gelar Pertemuan dengan Forbes, Bahas Apa?

Next Post

Tim Gabungan Jaring 38 Pelanggar Prokes di Lhokseumawe

Next Post
Tim Gabungan Jaring 38 Pelanggar Prokes di Lhokseumawe

Tim Gabungan Jaring 38 Pelanggar Prokes di Lhokseumawe

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

30 Pengelola Perpustakaan di Abdya Ikuti Pelatihan INLISLite

30 Pengelola Perpustakaan di Abdya Ikuti Pelatihan INLISLite

10/06/2026
LPPM IAIN Takengon Bahas Pelemahan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global

LPPM IAIN Takengon Bahas Pelemahan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global

10/06/2026
DBH Tambang Rp365 Miliar, Aceh Menanggung Beban Bencana Rp153 Triliun: Siapa Sebenarnya Menikmati Kekayaan Alam?

DBH Tambang Rp365 Miliar, Aceh Menanggung Beban Bencana Rp153 Triliun: Siapa Sebenarnya Menikmati Kekayaan Alam?

10/06/2026
Dua Pelaku Zina di Aceh Barat Dihukum Cambuk 100 Kali

Dua Pelaku Zina di Aceh Barat Dihukum Cambuk 100 Kali

10/06/2026
Ahmad Heryawan Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Secara Adil Bagi Petani Aceh Timur

Ahmad Heryawan Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Secara Adil Bagi Petani Aceh Timur

10/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com