BANDA ACEH – Harga tiket kapal ‘Aceh Hebat I’ kembali jadi sorotan publik di Aceh. Pasalnya, harga yang dipungut berdasarkan Pergub Nomor 8 tahun 2020 ini dinilai terlalu mahal bagi warga di Aceh.
“Walaupun ini dikhususkan untuk mobil besar, tapi masih terlalu mahal,” ujar Sulastri, warga Sinabang, Aceh, di akun media sosialnya.
Sementara itu, mantan anggota DPR Aceh, Nurzahri, turut memposting persoalan tiket kapal ‘Aceh Hebat I’ di akun Facebook miliknya.
“Jujur, saya sedikit shock melihat harga tiket kapal “Aceh Hebat 1” yg mencapai jutaan, bahkan melebihi harga jalan Tol jakarta-surabaya yg panjangnya 1.167 KM,” tulis Nurzahri.
Padahal, tulis dia, kapal Aceh hebat 1,2 dan 3 di beli dengan uang APBA atau uang rakyat Aceh senilai Rp178 Miliar.
“Kalaupun alasan harga segitu adalah untuk golongan truk barang, maka tetap tidak sesuai dengan rencana awal bahwa kapal tersebut adalah untuk menekan harga barang di daerah kepulauan karena transportasi yang mahal.”
“Prinsip awal DPRA menyetujui pembelin kapal Aceh hebat bukan hanya utk kemudahan transportasi, tetapi juga karena alasan dengan kapal sendiri, pemerintah Aceh dapat mensubsidi harga tiket sehingga harga barang di daerah kepulauan akan relatif sama dengan daratan.”
Oleh karena itu, tulis Nurzahri, dirinya mendorong agar Nova Iriansyah dapat merevisi Pergub Nomor 8 tahun 2020 dengan menurunkan harga tiket Aceh Hebat 1 sesuai dengan komitmen Awal Pemerintah Aceh dan DPRA pada tahun 2018 ketika rencana pembelian kapal-kapal tersebut disetujui bersama.










