MEUREUDU – Menjelang bulan suci Ramadan, seluruh Kepala Desa (Keuchik) di Kabupaten Pidie Jaya belum menirma upah untuk tiga bulan di tahun 2021.
Hal tersebut diakui oleh dua ketua forum keuchik di Pidie Jaya, kepada awak media, Selasa 6 April 2021.
Ketua Forum Keuchik Kecamatan Meureudu Umar Abdullah mengatakan, selama tahun 2021 pihaknya belum menerima jerih sebagai keuchik.
Menurut dia, pihaknya belum mendapatkan alasan yang pasti terkait belum cairnya jerih tersebut.
“Kami belum menerima alasan apapun terkait belum cairnya jerih kami sebagai keuchik dari DPMG,” kata Umar
Ketua Forum Keuchik Kecamatan Meurah Dua M. Yakob menyampaikan, kondisi tersebut selalu terjadi jika pada awal tahun, pihaknya telah konfirmasi ke DPMG Pijay beralasan belum semua desa mengajukan APBG untuk tahun 2021.
“Di depan ini bulan Puasa, kami belum tahu bagaimana kondisi seluruh kechik di Meureudu jika jerih belum dibayar sebelum puasa,” ungkap M. Yakob
Sementara Kepala DPMG Pijay Mukhlis mengatakan, pihaknya mengakui pembayaran jerih seluruh Keuchik di ambil dari ADG dibayar setiap tiga bulannya, dan untuk tahun 2021 masih terkendala belum seluruh desa (gampong) yang telah menyelesaikan pengajuan APBG 2021.
“Biasanya jerih Kechik dibayar pertiga bulan dan pembayaran di bulan ke empat,” ucap Mukhlis.
Sampai dengan bulan April 2021 terdapat 140 desa (gampong) yang telah mengajukan APBG dan untuk 140 Kepala Desa (Kuechik) dalam proses amprah untuk pembayaran jerih. Dan untuk 82 Desa masih dalam proses pengajuan APBG.
Pihaknya menyadari menjelang Ramadan seluruh kepala desa (keuchik) sangat membutuhkan jerih tersebut, dan harapnnya pihaknya akan membayar sebelum bulan puasa namun seluruh desa sudah mengajukan APBG 2021.
“Kami sangat memahami menjelang puasa seluruh Kades membutuhkan jerih ini, semoga sebelum puasa jerih untuk seluruh keuchik sudah dibayar,” kata Mukhlis.[]











