Penulis adalah Lili Apriliani, jurusan Manajemen Zakat Wakaf.
SEJAK Indonesia masuknya virus corona COVID-19 pada bulan maret tahun 2020, banyak sekali masyarakat Inonesia yang terkena virus corona COVID-19, maka dari itu Presiden Indonesia menerapkan kebijakan lockdown demi mencegah penularan virus semakin luas.
Masa pandemi COVID-19 memaksa setiap orang untuk tinggal dirumah demi memutuskan mata rantai penyebaran virus.
Belakangan ini ada sebuah desa yang terletak diKota Lintang Bawah, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, yang mana masyarakatnya sangat memanfaatkan/ menghabiskan waktunya dengan menanam dan merawat bunga.
Dilansir dari beberapa narasumber warga tersebut bernama Mariani,40 tahun, sering disapa Bu Ani, yang telah berhasil menjadi pengusaha penjual tanaman bunga.
Inilah awal mula timbulnya demam bunga menjadi sumber penghasilan. Bu Ani berkata pada sesi wawancara, “awalnya ia hanya menanam bunga untuk memanfaatkan waktunya dirumah saja, ternyata banyak masyarakat yang minat membeli bunga-bunganya.”
Warga kampung tersebut semakin hari semakin banyak yang membeli bunga. Banyak macam jenis bunga yang dijual, Seperti bunga keladi dan jenis bunga lainnya. Lalu bagaimanakah cara menanam dan merawatnya?
Tentu kita bertanya-tanya, cara menanam dan merawatnya sangat simple, sederhana, dan mudah dilakukan:
Menanam bunga menggunakan polybag.
Pupuknya berupa kompos dan pupuk cair yang dibikin sendiri dengan memanfaatkan limbah rumah rangga. Melakukan teknik penyiraman air yang tepat
Memberikan sinar matahari secara merata. Control suhu dan kelembapan yang pas. Menjaga kualitas tanah. Potong tanaman yang kering atau mati
Pemberian nutrisi vital pertumbuhan.Menjaga kebersihan disekeliling tanaman.
Cukup mudah dan murah, tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk menanam bunga. Harga bunga dipasaran bervariasi berdasarkan jenis bunga dan ukurannya. Hal ini bisa meningkatkan perekonomian warga apalagi pada saat masa pandemi sekarang.
Pada masa pandemi ini kita banyak mendapatkan ilmu yang begitu banyak, dan kreatifitas menjadi meningkat untuk memiliki masa depan yang indah, akan tetapi, harapan itu tidak bisa didapatkan begitu saja tanpa adanya usaha dan perjuangan.
![[Opini] Demam Bunga Jadi Sumber Penghasilan di Masa Pandemi](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2021/04/images-43.jpeg)









![[Opini] Demam Bunga Jadi Sumber Penghasilan di Masa Pandemi](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2021/04/images-43-350x250.jpeg)
