Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional Teknologi

Riset: Sinar Matahari Bunuh Covid-19 8 Kali Lebih Cepat

Admin1 by Admin1
11/04/2021
in Teknologi
0
Riset: Sinar Matahari Bunuh Covid-19 8 Kali Lebih Cepat

Tim ilmuwan mengungkapkan penelitian bagaimana sinar Matahari (ultraviolet-C) dapat membunuh Covid-19 dengan adanya perbedaan antara teori terbaru dan hasil eksperimental.

Penelitian itu telah diunggah dalam jurnal yang dipublikasikan di The Journal of Infectious Diseases.

Insinyur mekanik UC Santa Barbara Paolo Luzzatto-Fegiz dan rekannya melihat ada kelemahan virus SARS-CoV-2 yang setara delapan kali lebih cepat. Hal itu diketahui dalam uji coba yang hasilnya lebih cepat dari pada teori yang telah diprediksi sebelumnya.

“Teori tersebut mengasumsikan bahwa inaktivasi bekerja dengan membuat UV-B mengenai RNA virus dan merusaknya,” tutur Luzzatto-Fegiz.

Dikutip Science Alert, perbedaan itu menunjukkan ada sesuatu yang lebih untuk mencari tahu apa hal yang dapat berguna untuk mengelola virus tersebut.

Sinar UV atau Spektrum Ultraviolet mudah diserap oleh basa asam nukleat tertentu dalam DNA dan RNA, yang dapat menyebabkannya terikat dengan cara yang sulit di untuk menyebar.

Sinar matahari ultraviolet terbagi jadi 3 tipe berdasarkan panjang gelombang, UVA, UVB dan UVC. Melansir BMKG, total sinar ultraviolet yang dikandung radiasi matahari saat sampai permukaan bumi adalah UV A (90-99 persen) dengan sedikit UV B (

Gelombang UV yang lebih panjang atau disebut UV-A tidak memiliki energi yang cukup untuk menimbulkan masalah pada kulit. Gelombang UV-B dengan jarak sedang di bawah sinar Matahari bertanggung jawab membunuh mikroba, tetapi menempatkan sel kulit pada risiko kerusakan akibat sinar matahari.

Sementara radiasi UV-C gelombang pendek telah terbukti efektif melawan virus seperti SARS-CoV-2, tetapi berbahaya bagi kesehatan kulit manusia. Di alam, jenis UV ini biasanya tidak bersentuhan dengan permukaan Bumi karena terserap oleh lapisan ozon. Makin tipis lapisan ozon suatu tempat, makin buruk saringan sinar ultraviolet di lokasi itu.

“UV-C sangat bagus untuk rumah sakit. Tapi di lingkungan lain – misalnya, dapur atau kereta bawah tanah – UV-C akan berinteraksi dengan partikulat untuk menghasilkan ozon yang berbahaya” kata ahli toksikologi Oregon State University Julie McMurry.

Sebelumnya pada Juli 2020 sebuah studi eksperimental menguji efek dari sinar UV pada virus Corona di air liur yang disimulasikan. Peneliti mencatat virus Corona tidak aktif saat terkena sinar Matahari selama 10 hingga 20 menit.

Luzzatto-Feigiz dan tim membandingkan hasil tersebut dengan teori tentang bagaimana sinar Matahari mencapai titik tersebut.

Hasil studi menunjukkan virus Corona tiga kali lebih sensitif terhadap sinar UV di bawah sinar Matahari daripada influenza A, dengan 90 persen partikel virus Corona dinonaktifkan setelah hanya setengah jam terpapar sinar matahari tengah hari di musim panas.

Para peneliti menduga ada kemungkinan bahwa UV-A gelombang panjang dapat berinteraksi dengan molekul di media pengujian (air liur yang disimulasikan) dengan cara yang mempercepat inaktivasi virus.

Hal serupa terlihat dalam pengolahan air limbah di mana UV-A bereaksi dengan zat lain untuk membuat molekul yang dapat merusak virus.

Jika UV-A dapat dimanfaatkan untuk memerangi SARS-CoV-2, cahaya khusus gelombang panjang diprediksi dapat berguna dalam meningkatkan sistem penyaringan udara dengan risiko yang relatif rendah bagi kesehatan manusia.

“Analisis kami menunjukkan perlunya eksperimen tambahan untuk menguji secara terpisah efek panjang gelombang cahaya tertentu dan komposisi medium,” ujar Luzzatto-Fegiz.

Dengan kemampuan virus melayang di udara untuk waktu yang lama, cara teraman untuk menghindarinya di negara-negara yang masih menjaga jarak sosial dan memakai masker.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

[Opini] Demam Bunga Jadi Sumber Penghasilan di Masa Pandemi

Next Post

Cara Pemerintah Aceh ke Luar Negeri Cari Investor Dinilai Hanya Jargon Klasik

Next Post
BRA Diminta ‘Tak Lambong-lambong Kupiah’ Atas Nama Korban Konflik

Cara Pemerintah Aceh ke Luar Negeri Cari Investor Dinilai Hanya Jargon Klasik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

20/04/2026
Kapolres Abdya Cek SPPG Yayasan Keumala Bhayangkari

Kapolres Abdya Cek SPPG Yayasan Keumala Bhayangkari

20/04/2026
Layanan Poliklinik RSUD Aceh Besar Ditutup Akibat Mogok Dokter

Layanan Poliklinik RSUD Aceh Besar Ditutup Akibat Mogok Dokter

20/04/2026
Apel Senin di Disdikbud, Plt Sekda Abdya Minta Tempat Meusuraya Lemang Dibersihkan

Apel Senin di Disdikbud, Plt Sekda Abdya Minta Tempat Meusuraya Lemang Dibersihkan

20/04/2026
Hadiri Konferensi IV Forum KKA, Bupati Aceh Besar Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pembangunan

Hadiri Konferensi IV Forum KKA, Bupati Aceh Besar Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pembangunan

20/04/2026

Terpopuler

Riset: Sinar Matahari Bunuh Covid-19 8 Kali Lebih Cepat

Riset: Sinar Matahari Bunuh Covid-19 8 Kali Lebih Cepat

11/04/2021

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

Buka Usai Subuh Hingga Tengah Malam, GNI Kupi Jadi Tempat Nongkrong Asyik di Blangpidie

Dari Kampus ke Tanah Suci: KNA Satukan Energi Besar Masyarakat Gayo di Banda Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com