WANITA muda itu duduk di atas ranjang. Ia memakai masker. Namun raut wajah letih dan muram terlihat jelas di wajahnya.
Ia adalah Mulia Agustina, 25 tahun, asal Hagu Teugoh, Gang Barosa, Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.
Wanita muda ini adalah ibu dari Muhammad Adriel, 2 tahun, yang sedang menjalani perawatan di ruang Raudhah 1, kamar 4, RSUZA Banda Aceh.
Saat itu, Adriel tertidur lelap di samping Mulia. Tangan dan kakinya tersambung selang infus. Di usianya yang masih bayi, Adriel sudah dicoba dengan ujian berbagai penyakit. Saat sadar, ia menangis keras sehingga membuat orang di sekelilingnya cemas.
“Komplikasi,” ujar Mulia saat dijenguk oleh tim Senator DPD RI asal Aceh HM Fadhil Rahmi Lc, MA, Sabtu malam pekan kedua Juni 2021.
Syech Fadhil mengutus Ahmad Syukran untuk melihat langsung kondisi bayi Adriel di rumah sakit. Keadaan ini karena yang bersangkutan sedang berada di Jakarta dalam rangka tugas.
Menurut Mulia, Adriel merupakan anak semata wayangnya. Ia sedang diuji dengan berbagai penyakit.
“Kepala dan lainnya,” ujar Mulia.
Keadaan ini membuat rumah tangganya berantakan. Mulia dan suami kemudian memutuskan untuk berpisah.
“Sekarang saya tidak tahu dimana dia (mantan suami-red). Tak pernah lagi komunikasi,” kata Mulia sambil mengipas anaknya di ranjang.
Mulia sendiri memutuskan untuk tetap bersama Adriel dan berharap anak semata wayangnya tersebut suatu saat sembuh.
Sehari-hari, Mulia mengaku berkerja di salah satu catering di Kota Banda Aceh. Ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan dapur keluarga.
“Adriel saya titip sama orangtua di rumah,” kata Mulia.
Namun, kata Mulia, selama Adriel keluar masuk rumah sakit, ia tidak lagi bisa bekerja seperti biasanya.
“Adriel sudah dirawat sejak usia dua bulan. Kemudian tidak lagi karena factor biaya. Belakangan, kata dokter, mata Adriel tak lagi bisa melihat,” ujar Mulia pelan.
Mulia sendiri, mengaku tak menyangka mendapat respon positif dari Syech Fadhil. Padahal ia, tidak begitu mengenal dengan sosok itu.
“Dihubungi via WA. Baru ingat kalau itu Ustad (Fadhil-red),” ujar Mulia.
Mulia sendiri mengaku tak memiliki keluarga di Banda Aceh. Selama merawat Adriel di RSUZA, ia hanya ditemani oleh sepupunya. Hal ini menjadi kendala tersendiri bagi dirinya.
“Kemarin saat dihubungi (Ustad Syukran-red), Adriel menangis. Makanya saya panik,” ujar dia.
Ia berharap Adriel bisa sembuh seperti anak lainnya.
“Mohon doa untuk kesembuhannya (Adriel-red),” ujar dia.
Sementara itu, Ustad Syukran mengaku kedatangannya atas permintaan dari senator Syech Fadhil Rahmi.
“Mohon diberitahu apa saja yang dibutuhkan selama di Banda Aceh, kami akan membantu sebisa mungkin,” kata Syukran.










