Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Dayah

Ma’had Aly Terkemuka di Dayah Abu Kuta

Admin1 by Admin1
05/07/2021
in Dayah
0

GERBANG besar terpampang dari luar komplek. Ada tiga kubah yang menyerupai masjid di Madinah.

Beberapa pria bersarung lalu lalang di pintu masuk. Mereka memakai baju kemeja dan peci bermotif rencong Aceh.

Memasuki komplek, sejumlah kendaraan roda empat terparkir rapi di sisi kanan. Ada juga beberapa roda dua yang terparkir di sana. Mereka kebanyakan ingin bertemu dengan pimpinan dayah setempat.

“Kalau ingin ketemu dengan Abu kayaknya lama teungku. Langsung ke komplek putra saja. Nanti ada yang arahkan untuk keliling,” ujar seorang santri putra, Mutaqqin, kepada tim atjehwatch.com, yang berkunjung ke sana, pertengahan Juni 2021 lalu.

Menurutnya, suasana sedang tak seramai sebelumnya.

“Maklum sedang covid,” ujar dia.

Dayah itu sendiri baru saja melakukan vaksinasi massal pada awal Juni lalu.

“Kalau orang-orang yang ingin ketemu dengan Abu tetap ramai seperti biasa. Apalagi jika Abu ada di dayah,” kata dia lagi.

Ya, dayah tersebut adalah Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng. Atau dikenal juga dengan Dayah Abu Kuta.

Dayah ini merupakan salah satu dayah salafi tertua dan terbesar di Aceh. Dayah Darul Munawwarah berada di gampong Kuta Kruëng, Pidië Jaya.

Dayah ini didirikan oleh salah seorang ulama yang sangat dihormati di Aceh dengan nama Abu Haji Utsman Ali atau akrab disapa Abu Kuta Krueng.

Hal ini pula yang membuat para pengunjung di sana selalui ramai didatangi oleh pengunjung. Baik alumni, tokoh hingga masyarakat biasa.

Dari berbagai sumber diketahui, bahwa Abu Kuta dilahirkan di Desa Kuta Krueng pada tahun 1932. Ayahandanya Teungku M Ali, dan ibunda bernama Ummi Khadijah.

Abu Kuta merupakan anak keempat dari enam bersaudara. Beranjak umur 6 tahun tepatnya 1937, mengecap pendidikan SRI (Sekolah Rakyat Indonesia) di Desa Tanjungan selama 6 tahun hingga 1943. Kemudian melanjutkan pendidikan sekolah dan pesantren secara bersamaan.

Pada pagi hingga siang sekolah di SMI Samalanga pada guru Teungku Hamid, Teungku Kaoy, dan Tgk Gade dan malam harinya mengaji kitab kuning kepada seorang ulama yang bernama Teungku H. Abdullah di Kuta Krueng selama tiga tahun atau periode 1943-1946.

Setelah mengecap pendidikan di SMI tahun 1946, melanjutkan pendidikan agama ke seorang ulama yaitu Teungku Chiek di Reubee yang bernama Tgk Chiek M Amin selama tiga tahun (1946-1949).

Kemudidan melanjutkan pendidikan agama ke ulama besar yaitu Tgk Chiek Haji Hanafiah di Dayah Mudi Mesra Samalanga (1949-1960).

Dari Teungku Chiek Hanafiah mendapat Tarerkat Syathariah dan langsung diangkat sebagai mursyid tarekat, setelah Tgk Chiek Hanafiah berpulang ke rahmatullah pada 1960, mengajar dan belajar di Mudi kepada seorang ulama muda yang tidak lain menantu Teungku Chiek Hanafiah yaitu Teungku Abdul Aziz atau yang biasa dikenal dengan Abon Samalanga.

Kemudian pada 1964, mendapat izin dari guru untuk mendirikan pesantren di desa kelahiran yaitu di Kuta Krueng yang diberi nama Dayah Darul Munawwarah.

Pada tahun 1965 melangsungkan pernikahan dengan Ummi Khadijah yang tak lain adalah anak dari gurunya yaitu Teungku Chiek H Abdullah.

Dari pernikahan ini dianugrahi 7 orang putra dan 1 orang putri, yang keseluruhan anak sekarang mengajar dan Pengurus Pondok Pesantren Darul Munawwarah Kuta Krueng.

Dayah Darul Munawwarah menerima santriwati mulai tahun 1979.

Kini setelah hampir 58 tahun lebih, dayah Abu Kuta Krueng berkembang menjadi salah satu dayah salafi terkemuka di Aceh.

Para alumninya mencapai ribuan orang serta tersebar di berbagai negara.

“Kebanyakan para murid senior pulang ke kampung halaman sudah mendapat izin mengajar dari Abu dan menyebar ilmu,” ujar Teungku Mujlisal Hasan, salah seorang teungku senior di dayah itu.

Sebagai dayah salafi terkemuka, Dayah Darul Munawwarah juga memiliki sejumlah fasilitas dan gedung belajar yang cukup memadai.

Beberapa fasilitas seperti Bank Darul Munawwarah dan Ma’had Aly.

Ma’had Aly merupakan satuan pendidikan tingkat tinggi keagamaan Islam yang diselenggarakan oleh dan di pondok pesantren untuk menghasilkan ahli ilmu agama Islam, setingkat perguruan tinggi, dengan kekhususan bidang keilmuan tertentu berbasis kitab kuning, serta bisa mengeluarkan gelar.

Ma’had Aly Darul Munawwarah sendiri berkerjasama dengan UIN Ar-Raniry. Kerjasama yang dibangun kedua lembaga pendidikan ini, meliputi bidang pendidikan, pendampingan, pelatihan, penelitian, pengabdian kepada mahasantri dan masyarakat dalam pengembangan sumber daya manusia.

Mudir Ma’had Ali Dayah Darul Munawwarah Teungku H. Anwar Usman, di kesempatan terpisah, mengatakan Ma’had Aly Dayah Darul Munawwarah yang sudah dirintis sejak tahun 2017 lalu.

“Kita terus berbenah. Dengan mendapat dukungan besar dan semakin percaya diri untuk mengembangkan SDM dan melahirkan sarjana yang baik,” ujarnya. [Advertorial]

Tulisan ini merupakan hasil kerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dengan atjehwatch.com dalam rangka promosi wisata islami (dayah) di Aceh.

Previous Post

Gubernur Ajak Masyarakat Aceh Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Next Post

DPR Aceh Usulkan Hak Angket Usut Kegiatan Siluman di APBA 2021

Next Post
Sejumlah Anggota DPR Aceh Sempat Protes di Paripurna LKPJ Gubernur Aceh 2019

DPR Aceh Usulkan Hak Angket Usut Kegiatan Siluman di APBA 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tu Bulqaini: Meski Gabung ke PKB, H. Sibral Malasyi Tetap sebagai Ketua PAS Aceh Pidie Jaya

Tu Bulqaini: Meski Gabung ke PKB, H. Sibral Malasyi Tetap sebagai Ketua PAS Aceh Pidie Jaya

04/04/2026
Disambut Bupati dan Masyarakat Abdya, Tgk Habibi Diminta Istiqamah Berdakwah

Disambut Bupati dan Masyarakat Abdya, Tgk Habibi Diminta Istiqamah Berdakwah

04/04/2026
Empat Orang Tewas Akibat Serangan Drone Israel ke Masjid di Lebanon

Empat Orang Tewas Akibat Serangan Drone Israel ke Masjid di Lebanon

04/04/2026
Dukun Cabul Ngaku Utusan Tuhan di Magetan, Terancam 12 Tahun Bui

Dukun Cabul Ngaku Utusan Tuhan di Magetan, Terancam 12 Tahun Bui

04/04/2026
Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

03/04/2026

Terpopuler

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

02/04/2026

Papan Bunga Pelantikan Imum Syik Seret Nama Kapolda Aceh dan Pangdam IM

Kerap Bertindak Ala Premanisme, Sekjend PAN Pijay Minta Wabup Periksa Kesehatan Mental

272 Murid SMA dan SMK Aceh Selatan Lulus SNBP 2026, Meningkat dari 2025

Rencana HUT ke-24 Abdya Didesain Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com