Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Tips & Lifestyle

Tribute to Nyawöung, Penghormatan Setelah 26 Tahun

redaksi by redaksi
21/05/2026
in Tips & Lifestyle
0
Tribute to Nyawöung, Penghormatan Setelah 26 Tahun

BANDA ACEH — Setelah 26 tahun perjalanan, grup musik legendaris Aceh, Nyawöung akhirnya mendapat penghormatan melalui perhelatan budaya bertajuk Gema Tanah Rencong: Harmoni Etnik Aceh (Tribute to Nyawöung).

Acara yang digagas oleh Komunitas Endatu Kreatif ini akan berlangsung pada 24–25 Mei 2026 di Taman Seni dan Budaya Aceh, Banda Aceh.

Produser Nyawöung, Jauhari Samalanga, menyampaikan rasa terima kasih atas penghormatan ini. Ia menegaskan bahwa sejak awal, tujuan mereka bukan mencari pengakuan, melainkan menghadirkan musik yang dianggap sebagai milik Aceh.

“Sungguh kami harus akui tidak terbersit sedikitpun keinginan pengakuan dari kerja-kerja itu, selain memotivasi generasi Aceh berikutnya yang lahir dari kekuatiran, terhambat ya kreativitas seni karena Aceh dilanda konflik,” kata Jauhari Samalanga.

Menurut Jauhari, apresiasi dari Endatu Kreatif adalah bentuk kesetaraan dalam berpikir, yakni menjaga sejarah sekaligus mendorong kreativitas untuk masa depan Aceh.

Album Nyawöung dikenal dengan perpaduan instrumen tradisi Aceh seperti Rapa’i, Gendeurang Aceh, dan Serune Kalee dengan dominasi alat musik modern.

Jauhari menekankan bahwa meski tidak sepenuhnya tradisi, ruh Aceh tetap hadir kuat dalam garapan musik mereka.

“Perpaduan antara musik modern dan tradisi dalam album ini diharapkan mampu melahirkan satu warna baru yang tetap menyentuh jiwa Aceh,” kata Jauhari Samalanga.

Momentum Sejarah

Tribute ini menjadi momen penting setelah 26 tahun perjalanan Nyawöung. Bagi Jauhari, penghormatan ini bukan hanya nostalgia, melainkan pengingat bahwa karya musik Aceh masa lalu dapat dikonversi menjadi energi kreatif untuk masa depan.

“Kami sangat mengapresiasi Endatu Kreatif yang sudah memberi ruang ‘suara’ pada karya masa lalu di bidang musik, yang dianggap karya inovatif. Terima kasih kawan-kawan atas kepedulian ini,” katanya.

Dengan tajuk Tribute to Nyawöung, acara ini bukan sekadar perayaan musik, melainkan sebuah penghormatan sejarah yang menegaskan bahwa karya Aceh tetap relevan dan berdaya hidup, bahkan setelah lebih dari dua dekade.

Untuk diketahui, Nyawöung pertama kali lahir pada tahun 2000, di tengah suasana Aceh yang masih diliputi konflik. Kehadiran mereka menjadi simbol keberanian sekaligus ruang ekspresi bagi generasi muda Aceh yang ingin berkarya.

Dengan semangat itu, Nyawöung menghadirkan musik yang memadukan tradisi dan modernitas, sehingga melahirkan warna baru dalam perjalanan musik Aceh

Previous Post

Biro Kesra Setda Aceh Gelar ‘Saweu Sikula’ SMAN 1 Pante Raja

Next Post

Dubes: WNI Relawan Flotilla Jalani Tes Kesehatan sebelum Pulang ke RI

Next Post
Dubes: WNI Relawan Flotilla Jalani Tes Kesehatan sebelum Pulang ke RI

Dubes: WNI Relawan Flotilla Jalani Tes Kesehatan sebelum Pulang ke RI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Yudisium 72 Sarjana, 45 Lulus Cum Laude

Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Yudisium 72 Sarjana, 45 Lulus Cum Laude

16/09/2026
STAIN Meulaboh Gelar Seminar Internasional Islam di Asia Tenggara

STAIN Meulaboh Gelar Seminar Internasional Islam di Asia Tenggara

16/09/2026
IMAS Sorot Aktivitas Tambang Tanpa Izin di Manggamat Aceh Selatan

IMAS Sorot Aktivitas Tambang Tanpa Izin di Manggamat Aceh Selatan

16/09/2026
Lima Komoditas Ini Berpotensi Picu Inflasi di Aceh

Lima Komoditas Ini Berpotensi Picu Inflasi di Aceh

16/09/2026
Krak, 8.074 Hektare Sawah di Aceh Timur Dipulihkan

Krak, 8.074 Hektare Sawah di Aceh Timur Dipulihkan

16/09/2026

Terpopuler

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

15/09/2026

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2027, Berikut Daftarnya

Tribute to Nyawöung, Penghormatan Setelah 26 Tahun

Dua Murid MIN 50 Bireuen Raih Juara OMI Tingkat Kabupaten

Puluhan Pemuda Pidie Jaya Digembleng Jadi Kader Penggerak, Targetkan Calon Pemimpin Masa Depan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com