TAKENGON – Rangkaian webinar sebagai bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital yang pada 20 Mei 2021 lalu telah dibuka oleh presiden Jokowi kembali bergulir. Kali ini di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh dengan mengusung tema “Bijak Berekspresi di Dunia Digital”.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 28 Juni 2021 pukul 09.00 – 12.00 WIB ini mengupas tentang bagaimana bijak berekspresi di dunia digital.
Pada webinar yang menyasar target segmen guru, dosen, kepala sekolah, pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh Tengah dan sukses dihadiri 926 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Panji Wasmana seorang Technology Director Microsoft Indonesia; Inna Dinovita, yang merupakan seorang Owner Saesha Cantika Indonesia; H Saidi B, KaKan Kemenag Aceh Tengah; dan Amna MIT, Dekan Fakultas Informatika Universitas Gajah Putih Aceh Tengah. Penggiat media sosial Elyas Nur Firdayana bertindak sebagai key opinion leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Hadir pula selaku keynote speaker, Samuel A Pangerapan, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo.
Sesi pertama tampil Panji Wasmana memaparkan internet menjadi jendela bagi beragam informasi yang ada, maka pahami internet sebagai media informasi yang harus dimanfaatkan dan digunakan dengan bijak. Tujuan dengan adanya UU ITE adalah untuk mengantisispasi kemungkinan adanya penyalahgunaan dan memberikan perlindungan hukum baik dalam bentuk transaksi elektronik maupun informasi.
Giliran pembicara kedua, Inna Dinovita menjelaskan sadar atau tidak semua konten yang kita share di internet ada rekam jejak digitalnya. Meski kita memiliki kebebasan berekspresi namun tentu kita harus tahu akan bahayanya rekam jejak digital, maka dari itu bijaklah dalam berinternet.
Tampil sebagai pembicara ketiga H Saidi B, mengatakan kita harus bijak karena dalam menggunakan internet karena jari-jari kamu adalah harimaumu. Maka diperlukan pendidikan karakter yaitu upaya yang terencana utuk menjadikan peserta didik mengenal, peduli dan menganalisis nilai-nilai sehingga peserta didik berperilaku sebagai insan kamil.
Pembicara keempat Amna, menuturkan budaya kultur digital adalah bentuk gaya hidup yang mengkonsumsi teknologi yang tinggi. Dan budaya digital semakin hari semakin tinggi karena pada era pandemi ini berkurangnya interaksi secara langsung.
Elyas Nur Firdayana sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini, mengatakan sebagai influencer harus memberikan contoh kesopanan digital, seperti tidak sembarang memposting foto atau konten yang berbahaya maupun ekstrem sehingga para followers tidak mengikuti apa yang diposting influencer.
Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Salah satunya dari Fadly memberikan pertanyaan kepada H. Saidi B, apakah Kementerian Agama melakukan upaya peningkatan literasi digital bagi calon pengantin? Narasumber menjawab terkait dengan modul akan dimasukan ke modul calon pengantin dengan kursus juga tentang apa yang berkaitan dengan keluarga. Ada bimbingan bagi calon pengantin untuk penggunakan bijak digital agar mengindari kerusakan rumah tangga.
Webinar ini merupakan satu dari ribuan webinar yang secara simultan dan masif diselenggarakan di seluruh daerah di Indonesia. Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitifnya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.
Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.
Namun, pada saat bersamaan, data menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital Indonesia masih di bawah tingkatan baik. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.[]









