Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Aceh, Ganja dan China

Admin1 by Admin1
17/07/2021
in Nanggroe
0

JAKARTA – Patut diketahui, tanaman ganja tumbuh subur di Daerah Istimewa Aceh sehingga banyak sekali ladang ganja yang tersebar di area pegunungan. Namun patut diketahui kalau tanaman ganja aslinya ternyata bukan dari Aceh.

Penelitian genetik terbaru mengungkapkan bahwa tanaman ganja berasal dari China. Ini terungkap dari hasil penelitian 80 genom dan jenis dari China paling mirip dari ganja yang dibudidayakan lebih dari 12.000 tahun yang lalu.

Studi tersebut dilakukan terhadap seluruh genom tanaman ganja menunjukkan bahwa ganja pertama kali ada pada awal zaman Neolitik di wilayah China modern dekat perbatasannya dengan Kazakhstan dan Kirgistan. Dari sana kemudian menyebar sebagai varietas yang berbeda di seluruh dunia.

Luca Fumagalli, ahli genetika di University of Lausanne di Swiss, kepada Live Science mengatakan, karena tanaman ganja begitu tersebar luas sekarang, ada banyak perdebatan ilmiah tentang dari mana asalnya yang mencakup Asia Barat, Asia Tengah dan China utara.

“Orang-orang mengira wilayah itu lebih ke arah Asia Tengah, sebagian besar karena ada banyak tanaman ganja liar di sepanjang jalan di sana,” katanya. Tetapi data pengamatan ini pada dasarnya bertentangan dengan apa yang kami dapatkan dari analisis genomik.

Fumagalli mengatakan studi genetik mengarahkan para peneliti untuk menyimpulkan bahwa semua tanaman ganja yang hidup saat ini adalah keturunan dari tanaman yang didomestikasi di wilayah asli, dan bahwa nenek moyang liar Cannabis sativa mungkin sekarang sudah punah.

“Studi kami memberikan wawasan baru tentang penyebaran global tanaman dengan produk struktural dan biokimia yang berbeda,” tulis para peneliti.

Penelitian genetik baru ini dimaksudkan sebagai sumber daya untuk penelitian medis dan pertanian tentang ganja.

“Asia Timur telah terbukti menjadi hotspot kuno domestikasi yang penting untuk beberapa spesies tanaman, termasuk beras, broomcorn dan millet buntut rubah, kedelai, foxnut, aprikot, dan persik,” katanya.

Sumber: sindonews.com

Previous Post

Pasca Kaburnya Napi, Kakanwil Kemengkumham Aceh Kroscek Pegawai dan Lapas Blangpidie

Next Post

Jelang Idul Adha, 278 KPM Kecamatan Jeumpa Terima BLT DD

Next Post
Jelang Idul Adha, 278 KPM Kecamatan Jeumpa Terima BLT DD

Jelang Idul Adha, 278 KPM Kecamatan Jeumpa Terima BLT DD

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

515 Tahun Pidie: Jejak Pedir dan Darul Amni yang Tak Boleh Hilang

515 Tahun Pidie: Jejak Pedir dan Darul Amni yang Tak Boleh Hilang

20/09/2026
Penambang Kabur, 93 Gelondongan PETI Disikat Aparat di Geumpang

Penambang Kabur, 93 Gelondongan PETI Disikat Aparat di Geumpang

20/09/2026
Aceh Raih Peringkat 4 Nasional di MTQ 2026

Ketua DPRK Minta Pemko Banda Aceh Beri Bonus Layak untuk Pemenang MTQ Nasional, Pemerintah Aceh Diniai Perlu Perhatian Khusus

20/09/2026
RKI Kuta Alam Launching Sekolah Keluarga, Ibu‑ibu Muda Sambut Antusias

RKI Kuta Alam Launching Sekolah Keluarga, Ibu‑ibu Muda Sambut Antusias

20/09/2026
Pidato Perdana Sayuti, Bongkar Empat PR Besar Demokrat Aceh

Pidato Perdana Sayuti, Bongkar Empat PR Besar Demokrat Aceh

20/09/2026

Terpopuler

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

19/09/2026

Aceh, Ganja dan China

PKB Pidie Jaya Pasang Target Agresif: Satu Dapil Satu Kursi

Luar Biasa! Hasil Panen di Blangpidie Capai 8,7 Ton per Hektare, Rekor Tertinggi Selama 6 Tahun

TANI Merdeka Indonesia Abdya Apresiasi Kepemimpinan Safaruddin – Zaman Akli atas Capaian Hasil Panen Petani yang Melimpah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com