Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sosok

Mustafa Kemal Ataturk, Tokoh Sekuler Turki yang Berandil Meruntuhkan Khalifah Ustmani

Admin1 by Admin1
11/08/2021
in Sosok
0
Mustafa Kemal Ataturk, Tokoh Sekuler Turki yang Berandil Meruntuhkan Khalifah Ustmani

Mustafa Kemal Ataturk merupakan salah satu tokoh populer di dunia. Dia adalah presiden pertama Republik Turki. Dalam sejarah dunia Islam , Mustafa Kemal terkenal bukan karena posisinya sebagai presiden pertama Turki, melainkan sosok kontroversial dan tokoh sekuler yang menghilangkan syariat dan syiar Islam di Turki. Ia memimpin Turki pada 1923 sampai 1938.

Lahir dengan nama Gazi Mustafa Kemal Pasa di Selanik (salonika, sekarang Yunani), 19 Mei 1881. Saat itu Yunani masih dibawah penguasaan Khilafah Utsmani . Ayahnya bernama Ali Riza, meninggal Mustafa Kemal masih berusia 7 tahun. Sedangkan Ibunya bernama Zubeyde Hanim, seorang muslimah taat yang menginginkan Mustafa Kemal menjadi ulama yang faqih.

Tapi sayannya Mustafa memiliki kepribadian yang berbeda dengan ibunya, dia senang melanggar peraturan yang ada, berwatak kasar dan selalu melawan gurunya, di hadapan temannya ia selalu berbuat angkuh dan menyendiri. Sejak remaja, sekitar umur 12 tahun, Mustafa Kemal sudah bersekolah di kemiliteran. Karena kecerdasannya, Mustafa Kemal masuk ke akademi militer di Manastır pada 1895. Ia lulus dengan pangkat letnan pada 1905.

Pada 1907 ia ditempatkan di Selanik dan bergabung dengan Komite Kesatuan dan Kemajuan yang biasa disebut sebagai kelompok Turki Muda. Pada 1908 kaum Turki Muda merebut kekuasaan dari sultan Abdul Hamid II, dan Mustafa Kemal menjadi tokoh militer senior.

Pada 3 Maret 1924, Kekhalifahan Islam yang berpusat di Istanbul (sekarang disebuat Turki), runtuh. Mustafa Kemal sangat berperan dalam runtuhnya kekhalifahan. Bahkan, Mustafa Kemal sendiri yang mengungumkan pembubaran Kekhalifahan Ottoman.

Intinya, Mustafa Kemal menjad kunci dibalik runtuhnya Utsmani pada 3 Marei 1924 tersebut, yang kemudian mengubah sistem tatanan negara Turki. Yang awalnya khilafah menjadi republik, dan lembaga legislatifnya menjadikan Mustafa Kemal sebagai presiden pertama nya.

Segera setelah menjabat kursi tertinggi di Turki, Mustafa Kemal (yang kelak dikenal juga sebagai Mustafa Kemal Ataturk) segera membersihkan seluruh simbol Islam yang ada di Turki. Antara lain menghapuskan huruf-huruf arab, melarang penggunaan jilbab, menutup madrasah-madrasah Islam, memupus peradilan Islam, serta mengganti adzan dengan bahasa Turki. Sehingga mengakibatkan hilangnya Bahasa Arab dari Turki.

Mustafa Kemal memang tokoh sekuler yang memulai program revolusioner di bidang sosial dan reformasi politik untuk memodernisasi Turki. Perubahan-perubahannya termasuk emansipasi untuk perempuan, penghapusan seluruh Institusi Islam dan pengenalan pada kode hukum Barat, pakaian, kalender, serta alfabet, mengganti seluruh huruf Arab dengan huruf Latin.

Setelah Turki menjadi sebuah negara Republik dan menjadikan Mustafa Kemal Ataturk sebagai presiden pertam nya, ada banyak kebijakan-kebijakan anti Islam yang dipelopori oleh mustafa kemal secara radikal. Dia menetapkan ideologi negara yang menganut paham sekuler demi menghilangkan nilai-nilai Islam dari pemerintahan.

Kebijakan Mustafa Kemal yang sangat anti Islam antara lain adalah, menghapus syariah Islam dan tidak ada lagi jabatan kekhalifahan, mengganti hukum-hukum Islam dengan hukum-hukum Italia, Jerman, dan Swiss, menutup beberapa masjid dan madrasah, mengganti agama negara dengan sekularisme, mengubah adzan ke dalam bahasa Turki.

Lalu melarang pendidikan agama di sekolah umum, melarang kerudung bagi kaum wanita dan pendidikan terpisah, mengganti naskah-naskah bahasa Arab dengan bahasa Roma, pengenalan pada kode hukum Barat, pakaian, kalender, serta Alfabet, dan mengganti seluruh huruf Arab dengan huruf Latin.

Di masa tuanya, dia menerbitkan banyak buku dan membuat jurnal sepanjang karier militernya. Jurnal harian Atatürk dan catatan militer selama periode Utsmaniyah diterbitkan sebagai satu koleksi. Koleksi lain mencakup periode antara 1923 dan 1937 dan mengindeks semua dokumen, catatan, memorandum, komunikasi (sebagai Presiden) di bawah beberapa volume, berjudul Atatürk’ün Bütün Eserleri (“Semua Pekerjaan Atatürk”). Hingga akhirnya ia meninggal di Istana Dolmabahçe, Istanbul, Turki, 10 November 1938 pada umur 57 tahun. Sempat menikah dengan Latife Ussaki, yang bertahan hanya dua tahun kemudian bercerai.

Sumber: sindonews.com

Previous Post

Utusan Khusus PBB: Partai Aung San Suu Kyi Terancam Dibubarkan Junta Myanmar

Next Post

Kasus Covid-19 di Aceh Melonjak, 25.634 Pasien Terpapar

Next Post
Australia Siaga Usai Temukan Mutasi Baru Corona Rusia

Kasus Covid-19 di Aceh Melonjak, 25.634 Pasien Terpapar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

04/07/2026
Wakil Ketua DPRK Banda Aceh: Pendidikan Diniyah Kunci Membangun Generasi Berkarakter

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh: Pendidikan Diniyah Kunci Membangun Generasi Berkarakter

04/07/2026
Direktorat Jenderal Pajak Diminta Sosialisasi dan Edukasikasikan Pajak ke Pelaku Usaha

Direktorat Jenderal Pajak Diminta Sosialisasi dan Edukasikasikan Pajak ke Pelaku Usaha

04/07/2026
Sarjev Ajak Masyarakat Dukung Penampilan Yudi Amirul di Aceh Jazz Fusion

Sarjev Jadi Moderator Workshop Musik Jazz Fusion di Taman Seni dan Budaya Aceh

04/07/2026
Ratoh Muda Tampil di Taman Budaya Aceh, UBBG Bergerak Selamatkan Warisan Budaya

Ratoh Muda Tampil di Taman Budaya Aceh, UBBG Bergerak Selamatkan Warisan Budaya

04/07/2026

Terpopuler

Mustafa Kemal Ataturk, Tokoh Sekuler Turki yang Berandil Meruntuhkan Khalifah Ustmani

Mustafa Kemal Ataturk, Tokoh Sekuler Turki yang Berandil Meruntuhkan Khalifah Ustmani

11/08/2021

Ketua DPRK Pidie Jaya: APBK Harus Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Anggaran Belanja

Daftar Lengkap 16 Tim Negara Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

IDeAS Desak Audit Forensik Tiga BUMD Aceh, Soroti Anjloknya Bank Aceh Syariah dan Tertutupnya Laporan PT PEMA

Ohku, Kas Ada Tapi Gaji Belum Cair: Tunggakan Aparatur Gampong Pidie Jaya Capai Rp14,4 Miliar

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com