Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Indikator Kematian Dihapus, PKS: Penanganan Pandemi Makin Suram

Admin1 by Admin1
12/08/2021
in Nasional
0
Indikator Kematian Dihapus, PKS: Penanganan Pandemi Makin Suram

Foto TEMPO/M Taufan Rengganis

Jakarta – Anggota Komisi Kesehatan DPR dari Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati, menilai proses penanganan pandemi akan semakin suram jika pemerintah menghilangkan indikator kematian dari evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Kalau memakai logika pemerintah karena salah input data, khawatirnya semua indikator punya peluang dihilangkan,” kata Mufida dalam keterangannya, Kamis, 12 Agustus 2021.

Mufida mengatakan, jika data kematian dihilangkan, dampaknya bisa mengurangi kewaspadaan publik akan ancaman dan bahaya Covid-19. Pasalnya, saat ini kesadaran publik akan bahaya pandemi tengah meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan antusiasme vaksinasi di berbagai daerah. Momentum ini, kata Mufida, harus dijaga dengan tetap memberikan informasi yang utuh dan lengkap agar waspada.

Menurut politikus PKS ini, jika data kematian dihilangkan, ada bacaan terhadap fakta lapangan yang bisa salah. Sehingga, tidak berjalan peran para ahli dan masyarakat dalam memberikan masukan. Ia pun meminta pemerintah untuk menggandeng semua pihak, termasuk menerima masukan dari para ahli guna merumuskan kebijakan.

“Jika salah dalam input data, perbaiki datanya bukan dihapus dari indikator,” kata dia.

Juru bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, sebelumnya mengatakan indikator kematian dalam asesmen level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tak dihapus.

“Bukan dihapus, hanya tidak dipakai sementara waktu karena ditemukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang, sehingga menimbulkan distorsi atau bias dalam penilaian,” ujarnya lewat keterangan tertulis, Rabu, 11 Agustus 2021.

Jodi menyebut pemerintah akan kembali memasukkan indikator kematian dalam penilaian level PPKM setelah data kematian diperbaiki. “Sedang dilakukan clean up data, diturunkan tim khusus untuk ini. Nanti akan dimasukkan indikator kematian ini jika data sudah rapi,” ujarnya.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Harga Kostum PSG Milik Lionel Messi di Indonesia Melambung Jadi Rp 2,2 Juta

Next Post

Magelang Diguyur Hujan Abu dari Awan Panas Guguran Gunung Merapi

Next Post
Magelang Diguyur Hujan Abu dari Awan Panas Guguran Gunung Merapi

Magelang Diguyur Hujan Abu dari Awan Panas Guguran Gunung Merapi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Nominal Transaksi QRIS di Aceh Capai Rp2,7 Triliun Selama 2026

Nominal Transaksi QRIS di Aceh Capai Rp2,7 Triliun Selama 2026

06/07/2026
Wakil Bupati Aceh Besar Sampaikan Nota Pengantar Raqan Pertanggungjawaban APBK 2025

Wakil Bupati Aceh Besar Sampaikan Nota Pengantar Raqan Pertanggungjawaban APBK 2025

06/07/2026
FPA: PT PEMA di Bawah Mawardi Nur Sedang Benahi Beban Masa Lalu, Publik Perlu Beri Kepercayaan

FPA: PT PEMA di Bawah Mawardi Nur Sedang Benahi Beban Masa Lalu, Publik Perlu Beri Kepercayaan

06/07/2026
Kejurda Karate FORKI Aceh Perebutkan Piala Bupati Pidie Jadi Barometer Pembinaan Atlet Menuju Pentas Nasional

Kejurda Karate FORKI Aceh Perebutkan Piala Bupati Pidie Jadi Barometer Pembinaan Atlet Menuju Pentas Nasional

06/07/2026
Nasir Syamaun berpose bersama Sarjev, salah seorang panitia Jazz Fashion. (foto: Ist.)

Nasir Syamaun Dipastikan Hadir di Jazz Fusion Fiesta, Sinyal Kuat Kebangkitan Jazz Tanah Rencong

06/07/2026

Terpopuler

Indikator Kematian Dihapus, PKS: Penanganan Pandemi Makin Suram

Indikator Kematian Dihapus, PKS: Penanganan Pandemi Makin Suram

12/08/2021

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Komisaris PIM Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Pidie Jaya

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

Fantastis, 21 Siswa SMAN 1 Tapaktuan Terpilih Anggota Paskibra Aceh Selatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com