Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Di Pidie Jaya, Senior Aniaya 12 Junior di Sekolah

Admin1 by Admin1
01/09/2021
in Lintas Timur
0
Di Pidie Jaya, Senior Aniaya 12 Junior di Sekolah

MEUREUDU – Kakak kelas biasanya menjadi pengayom untuk adik-adik kelasnya. Namun di SMU Unggul Pidie Jaya sebanyak 12 siswa kelas II  justru dianiaya oleh 23 kakak siswa kelas III.

Hal tersebut terungkap setelah salah seorang siswa yang tidak ingin dituliskan namanya yang menjadi korban pemukulan kakak kelasnya mengatakan kepada Awak Media pada Sabtu dini hari 28 Agustus 2021.

Menurut keterangan siswa yang jadi korban penganiayaan tersebut, mereka ditendang dan dihajar kakak kelasnya karena kakak kelasnya merasa tidak dihargai dan dihormati oleh juniornya.

Ke 12 siswa tersebut mengalami trauma berat. Empat diantaranya mengalami luka lebam, muntah-muntah dan gangguan pada saraf berdasarkan hasil rongent dari rumah sakit.

“Kami sedang tidur di kamar asrama, tiba-tiba kakak kelas III datang membangunkan kami dan dipaksa naik ke lantai dua, waktu itu kami lagi tidur,” ujarnya.

Setelah dinaikkan ke lantai dua, ke 12 orang siswa ini dipukul di kepala, di dada dan ditendang, mereka merasa dianianya oleh kakak kelas sendiri.

“Di tengah malam dini hari sekira pukul 04 pagi, kami keluar dari asrama dengan berjalan kaki lebih kurang 10 KM ke rumah wali murid salah satu siswa, kami khawatir terjadi kekerasan lagi , makanya kami angkat kaki dari sekolah malam itu juga,” kata mereka.

Menurut pengakuan delapan siswa yang berhasil diwawancarai media ini mengungkapkan, mereka diancam jika membocorkan kasus ini ke orang tua dan pihak sekolah, mereka akan dipukul lagi ancam kakak kelasnya.

“Andi (nama samaran) mengakui dirinya mengalami trauma yang mendalam akibat dari pemukulan dan penganiayaan kakak kelasnya, bedasarkan hasil CT-Scan Rumah Sakit, saya mengalami luka lebam di bagian dada, luka memar dibagian kepala, gangguan pada saraf, sakit pada leher karena dicekik sehingga susah untuk makan dan minum,” katanya.

“Lebih dari dua jam kami dianiaya di lantai dua, tepatnya di lobby asrama SMU Unggul tersebut,” kata dia.

“Saya takut dan trauma dengan kondisi ini, untuk keluar rumah saja saya takut, takut ketemu dengan kakak kelas, khawatir dihajar lagi, ujarnya.”

Siswa yang lain juga mengakui dirinya dipukul lebih dari lima orang kakak kelas, rata-rata kami dihajar lebih dari lima orang kakak kelas.

Ke 12 orang siswa tersebut mengakui mengalami rasa trauma yang mendalam, dan trauma berat bukan hanya fisik yang terluka.

“Kami tidak berani kembali ke sekolah sebelum ada jaminan keamanan dari pihak sekolah dan sangsi bagi pelaku, sudah tiga hari kami tidak sekolah, karena ketakutan,” katanya.

Salah seorang wali murid yang berhasil diwawancarai wartawan mengatakan, pihaknya sangat keberatan dengan kasus pemukulan dan penganiayaan terhadap anaknya, saya tidak bisa terima anak saya dipukuli oleh kakak kelasnya.

Dia berharap kasus ini bisa terselesaikan, jangan dibiarkan begitu saja, sudah tiga hari anak-anak kami tidak sekolah karena trauma yang mendalam, ungkapnya.

“Kami berharap anak-anak ini bisa sekolah lagi, jangan korban dibiarkan tidak sekolah kakak kelasnya masih bisa sekolah, padahal yang jadi korban itu anak-anak kami,” ujarnya.

Kasus kekerasan di sekolah ini, sangat memalukan dunia pendidikan di Aceh khususnya di Pidie Jaya, dia berharap kasus ini segera bisa diselesaikan.

Sementara itu, Kepala SMAN Unggul Pidie Jaya, Nurjannah, MPD saat dikonfirmasi wartawan via seluler dan pesan singkat WhatsApp tidak menjawab telpon dan membalas pesan singkat dari Awakk Media.[ ]

Previous Post

Kiat Cegah Kecanduan Digital pada Anak

Next Post

Formapa-SI Desak Ombusman Tindaklanjuti Laporan Beasiswa BPSDM Aceh

Next Post

Formapa-SI Desak Ombusman Tindaklanjuti Laporan Beasiswa BPSDM Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

50 Paket Sabu-sabu Gagal Beredar di Aceh Selatan

50 Paket Sabu-sabu Gagal Beredar di Aceh Selatan

17/03/2026
Aceh Barat Beli Puluhan Ternak dari Bantuan Presiden untuk Korban Bencana

Prabowo Kembali Salurkan Bantuan Meugang Rp72,7 Miliar untuk Aceh

17/03/2026
Jelang Idulfitri, Pemkab Aceh Besar Salurkan Uang Jajan untuk Anak Yatim

Jelang Idulfitri, Pemkab Aceh Besar Salurkan Uang Jajan untuk Anak Yatim

17/03/2026
Imigrasi Banda Aceh Deportasi WN Pakistan Sekeluarga

Imigrasi Banda Aceh Deportasi WN Pakistan Sekeluarga

17/03/2026
Liga Muslim Dunia Berikan 1 Juta Riyal Saudi untuk Masyarakat Aceh

Liga Muslim Dunia Berikan 1 Juta Riyal Saudi untuk Masyarakat Aceh

17/03/2026

Terpopuler

Hilal Idulfitri 1 Syawal 1445 H Terlihat di Sidoarjo dan Mojokerto

Lebaran Idul Fitri di Indonesia Diprediksi Tak Serentak

16/03/2026

Pidie Community Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Selalu Peduli Anak Yatim, Dr. Safaruddin Layak Digelari “Bapak Anak Yatim Abdya”

Abi Roni Resmi Daftar Calon Ketua FPTI Aceh

BSI Blangpidie Kerja Sama dengan Pemkab Abdya Salurkan Santunan kepada 400 Anak Yatim

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com