Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Senator Aceh Minta Sekjend DPR RI Serahkan Draf RUU Perubahan UUPA

Syech Fadhil: bek watee saket prut peuget WC

Admin1 by Admin1
21/10/2021
in Nanggroe
0
“Kalau Cuma Bicara Aturan Tanpa Solusi, Kedepan Angkat Robot Saja…”

HM Fadhil Rahmi Lc MA

JAKARTA – Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MA, meminta Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPR RI untuk memberikan draf revisi akhir RUU Perubahan atas Undang-Undang Pemerintah Aceh.

Permintaan ini disampaikan pria yang akrab disapa Syech Fadhil ini dalam surat tertulisnya kepada Sekjend DPR RI bernomor 044/B-2/DPD-Aceh/X/2021 tertanggal 14 Oktober 2021.

“Tujuannya agar bisa dipelajari oleh semua pihak. Dan tidak salah juga pihak eksekutif legislatif serta elemen lainya, sipil maupun akademis menyiapkan draft versi Aceh. Baik secara bersama-sama maupun masing-masing,” kata Syech Fadhil.

Sebagaimana yang diketahui, rancangan undang-undang (RUU) perubahan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) menjadi Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR-RI periode 2019-2024.

Meskipun revisi RUU Perubahan atas UUPA belum dibahas pada 2021, namun Syech Fadhil merasa bahwa rakyat Aceh perlu mengetahui isi RUU tersebut.

“Hal ini penting, mengingat revisi UUPA ini menjadi Prolegnas dan menyangkut keistimewaan Aceh serta kepentingan jangka panjang seluruh masyarakat di Aceh,” kata Syech Fadhil, Rabu 21 Oktober 2021.

“Mengapa penting? Karena kita harus mengetahui isi akhir RUU ini sebelum dibahas di DPR RI. Apakah semua kekurangan yang dirasakan selama ini sudah tertampung dalam draf ini atau belum. Atau RUU ini hanya ganti judul saja, sedangkan kewenangan Aceh sebagaimana hasil kesepakatan di Helsinki, masih belum tertampung sama sekali,” kata senator muda yang akrab dengan kalangan dayah di Aceh.

Sebagai contoh, kata Syech Fadhil, salah satunya menjadi perpanjangan dana Otsus untuk Aceh.

“Bagaimana mekanisme-nya? Berapa persen dan jangka waktunya berapa lama!” ujar mantan ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh ini.

“Kemudian soal Badan Pertanahan Aceh (BPA) yang merupakan peralihan dari BPN. Di Aceh regulasinya sudah ada. Namun peralihan ini masih terkantung-kantung. Kementerian yang membawahi BPN masih seolah enggan menyelesaikan hal ini. Maka dalam RUU perubahan nanti harus dengan jelas menuntaskan hal ini,” kata Syech Fadhil.

Kemudian juga, kata Syech Fadhil, ada sejumlah regulasi yang memerlukan PP dan Perpres terkait kewenangan Aceh juga perlu dipertegas.

Demikian juga soal pasal-pasal kebijakan terkait Aceh yang dibuat Pemerintah Pusat tapi memerlukan koordinasi dengan Pemerintah Aceh.

“Poin ini harus dirincikan sebaik mungkin sehingga tidak lagi multi tafsir seperti yang terjadi sekarang. Jangan ambigu sehingga pelaksanaannya terkantung-kantung seperti sekarang,” ujarnya.

“Perlunya draf revisi ini agar kita mengetahui poin apa saja yang sudah tertampung dan mana yang dirasakan perlu ditambah. Kemudian Pemerintah Aceh dan Forbes bisa berjuang sama-sama,” kata dia.

Jangan sampai, kata Syech Fadhil, persoalan tadi diketahui setengah perjalanan atau saat RUU ini dibahas di DPR RI.

“Kemudian ketika hal yang kurang dan dikhawatirkan terjadi, baru ribut serta saling menyalahkan. Fase ini seharusnya bisa kritisi lebih awal. Dengan demikian draf yang dibahas sudah seideal mungkin menjadi harapan bersama,” katanya.

“Bek watee saket prut peuget WC,” ujar dia.

Previous Post

Vaksinasi Massal Pemerintah Aceh Kini Capai 80.164 Orang

Next Post

Mahasiswa UIN dibekali Teknik Konservasi Naskah

Next Post
Mahasiswa UIN dibekali Teknik Konservasi Naskah

Mahasiswa UIN dibekali Teknik Konservasi Naskah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bantuan Pascabencana Mulai Mengalir, Rp4,156 Miliar Disiapkan untuk Aceh dan Sumatera Utara

Bantuan Pascabencana Mulai Mengalir, Rp4,156 Miliar Disiapkan untuk Aceh dan Sumatera Utara

20/09/2026
13 Nelayan Aceh Timur yang Sempat Ditahan di Thailand Dipulangkan

13 Nelayan Aceh Timur yang Sempat Ditahan di Thailand Dipulangkan

20/09/2026
Malik Mahmud: Partai Aceh Harus Kembali Kepada Amanah Perjuangan, Jaga Persatuan dan Hadir Untuk Rakyat

Malik Mahmud: Partai Aceh Harus Kembali Kepada Amanah Perjuangan, Jaga Persatuan dan Hadir Untuk Rakyat

20/09/2026
Pelatihan Digital Marketing Menggunakan AI Hadir di Banda Aceh

Pelatihan Digital Marketing Menggunakan AI Hadir di Banda Aceh

20/09/2026
Bendungan Irigasi Lamtimpeung Mulai Beroperasi, Petani Harap Panen Dua Kali Setahun

Bendungan Irigasi Lamtimpeung Mulai Beroperasi, Petani Harap Panen Dua Kali Setahun

20/09/2026

Terpopuler

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

19/09/2026

Senator Aceh Minta Sekjend DPR RI Serahkan Draf RUU Perubahan UUPA

PKB Pidie Jaya Pasang Target Agresif: Satu Dapil Satu Kursi

Luar Biasa! Hasil Panen di Blangpidie Capai 8,7 Ton per Hektare, Rekor Tertinggi Selama 6 Tahun

TANI Merdeka Indonesia Abdya Apresiasi Kepemimpinan Safaruddin – Zaman Akli atas Capaian Hasil Panen Petani yang Melimpah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com