Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Terungkap, Lebih dari 600 Pasukan AS Kunjungi Taiwan Sejak 2019

Admin1 by Admin1
10/11/2021
in Internasional
0

TAIPEI – Laporan dua tahunan yang diterbitkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Taiwan untuk pertama kalinya mengungkap fakta mengejutkan terkait kehadiran pasukan asing.

Taipei memberikan angka eksplisit tentang berapa banyak pasukan Amerika Serikat (AS) yang telah mengunjungi Taiwan untuk pelatihan dalam beberapa tahun terakhir.

Berita itu beredar setelah pengungkapan bulan lalu bahwa pasukan AS telah berada di Taiwan selama lebih dari setahun.

“Ratusan tentara AS telah melakukan perjalanan ke Taiwan selama dua tahun terakhir untuk lebih dari 100 program pelatihan yang berbeda, sementara jumlah pasukan Taiwan yang hampir sama pergi ke AS untuk hal yang sama,” ungkap Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan dalam Laporan Pertahanan Nasional 2021, dilansir Sputnik pada Rabu (10/11/2021).

Menurut laporan dua tahunan yang dilihat South China Morning Post, hampir 2.800 tentara AS dan Taiwan terlibat dalam 384 program pertukaran antara September 2019 dan Agustus 2021.

Itu termasuk 542 personel militer Taiwan yang datang ke AS untuk 175 program berbeda, dan 618 pasukan AS yang mengikuti 107 program di pulau Taiwan.

Laporan itu juga mencatat 1.639 personel dari kedua militer terlibat dalam 102 program lain, tetapi tidak menyebutkan di mana itu terjadi.

Jumlah itu peningkatan yang signifikan selama kira-kira dua lusin Pasukan Khusus AS dan operasi Marinir AS yang diungkapkan Wall Street Journal bulan lalu telah berada di Taiwan selama lebih dari setahun.

Berita itu memicu kemarahan China. Kabar ini juga secara tak terduga dikonfirmasi Presiden Taiwan Tsai Ing-wen yang selama lima tahun berkuasa membawa Taiwan semakin dekat Washington.

Dalam cerita terpisah yang muncul pada Senin, lembar kepegawaian Pentagon yang diperoleh majalah Foreign Policy menunjukkan personel AS telah ditempatkan di Taiwan sejak awal 2008.

Jumlah mereka relatif kecil, kadang-kadang hanya tujuh atau sebanyak 30 orang tapi tetap provokatif bagi China.

Pada Selasa malam (9/11/2021) waktu setempat, satu pesawat C-40A Angkatan Laut AS yang membawa delegasi Kongres AS terlihat melakukan kunjungan mendadak ke Taipei. Mereka terbang dari Pangkalan Udara Clark di Filipina.

Media Taiwan maupun juru bicara Pentagon John Kirby tidak mengatakan anggota parlemen mana yang berada dalam penerbangan itu, tetapi Kirby mengatakan ini adalah perjalanan Kongres AS kedua ke Taiwan tahun ini.

Kirby menambahkan pernyataan, “Itu tidak biasa.”

“Kami sangat menentang dan mengutuk ini,” ungkap juru bicara Kementerian Pertahanan China Tan Kefei tentang kunjungan tersebut.

“Taiwan adalah bagian integral dari China. AS telah terlalu mencampuri urusan dalam negeri China, merusak kedaulatan teritorial China, dan mengancam perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Kami menyerukan AS untuk segera menghentikan tindakan provokatifnya,” tegas dia.

Secara resmi menyebut dirinya Republik China (RoC), pemerintah di Taipei adalah satu-satunya yang tersisa dari apa yang pernah memerintah seluruh China antara tahun 1912 dan 1949.

Ketika Tentara Merah komunis memenangkan perang saudara dan menaklukkan seluruh daratan China, RoC mundur untuk mempertahankan diri di Taiwan.

Sejak itu, Taiwan tidak dapat diserbu Republik Rakyat China yang baru dan berhaluan komunis. Kedua pemerintah setuju Taiwan adalah bagian dari “Satu China”, tetapi masing-masing mengklaim sebagai penguasa yang sah dari seluruh wilayah China.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Embrio Tertukar, Suami Istri Besarkan Anak Orang Lain Selama 2 Tahun

Next Post

Jamal Mirdad Benarkan Kabar Naysilla Mirdad Masuk Islam Usai Nikah

Next Post

Jamal Mirdad Benarkan Kabar Naysilla Mirdad Masuk Islam Usai Nikah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Illiza Tutup Pelatihan Desain Kipas Souvenir Bambu

Illiza Tutup Pelatihan Desain Kipas Souvenir Bambu

23/08/2026
BPMA Mulai Verifikasi Faktual Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur

BPMA Mulai Verifikasi Faktual Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur

23/08/2026
Inggris Minta Warga Muslim & Asia Hemat Air saat Wudhu-Cuci Beras

Inggris Minta Warga Muslim & Asia Hemat Air saat Wudhu-Cuci Beras

23/08/2026
Malaysia Pilih Diplomatik ASEAN Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Malaysia Pilih Diplomatik ASEAN Atasi Kabut Asap dari Indonesia

23/08/2026
Menteri Ekraf Dorong Taman Iskandar Muda Perkuat Talenta Muda Aceh

Menteri Ekraf Dorong Taman Iskandar Muda Perkuat Talenta Muda Aceh

22/08/2026

Terpopuler

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

21/08/2026

Terungkap, Lebih dari 600 Pasukan AS Kunjungi Taiwan Sejak 2019

Disdikbud Aceh Besar Uji Coba Virtual Learning Literasi-Numerasi SD

Kutukan Sumber Daya di Tanah Rencong: Mengapa Aceh Tetap Miskin di Tengah Ledakan Tambang?

PP KAMMI Tegaskan Muhammad Amri Akbar Telah Resmi Dipecat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com