Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Ibu Afghanistan Jual Bayinya karena Keluarga Kelaparan

Admin1 by Admin1
12/12/2021
in Internasional
0
Ohkuh, Seorang Siswi MAN di Bireuen Melahirkan di Sekolah

KABUL – Kisah penderitaan ibu di Afghanistan ini cukup menyayat hati. Dia terpaksa menjual salah satu bayi kembarnya yang baru lahir seharga USD140 (Rp2 juta) guna menghidupi keluarganya yang kelaparan.

Dia menjual bayinya kepada pasangan yang tidak memiliki anak. Uang hasil penjualan bayinya itu diharapkan cukup untuk membeli makanan bagi keluarganya selama enam bulan ke depan.

Kekeringan telah memaksa dirinya dan suami keluar dari pertanian mereka awal tahun ini dan pindah ke kota terdekat. Sang suami dan putra tertua kedua mereka bekerja sebagai buruh sebelum Taliban mengambil alih pemerintah Afghanistan pada Agustus lalu dan meninggalkan mereka tanpa pekerjaan.

Kisah sedih ini diungkap oleh organisasi badan amal Save the Children.

Ibu berusia 40 tahun tersebut mengatakan kepada Save the Children bahwa dia melahirkan si kembar—laki-laki dan perempuan—sekitar empat atau lima bulan yang lalu, tak lama setelah meninggalkan pertanian mereka karena kekeringan.

Wanita itu menjelaskan bahwa semua pakaian anak-anak adalah bekas dan sumbangan dari penduduk setempat.

Dia menceritakan bagaimana dia berencana untuk menjaga kedua anak kembarnya, tetapi tidak dapat mengumpulkan cukup makanan untuk keduanya dan anggota keluarga lainnya.

Suaminya, yang berusia 45 tahun, bekerja sebagai buruh tetapi mengatakan hanya ada cukup pekerjaan untuk satu hari kerja dalam lima hari—dan upah hari itu, kira-kira USD1, cukup untuk makan dua hari saja.

Dia mengatakan pasangan tanpa anak mendekatinya dan menawarkan USD104 untuk membawa putranya yang baru lahir pergi.

Awalnya dia menolak, tetapi setelah beberapa hari melihat anak laki-lakinya itu menangis tanpa makan, dia memutuskan bahwa memberikannya adalah pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhannya dan anak-anaknya yang tersisa.

“Itu sulit. Lebih sulit dari yang dapat Anda bayangkan. Saya memberikan anak saya karena kemiskinan…saya tidak dapat merawatnya dan saya tidak mampu membeli apa pun,” kata ibu tersebut yang identitasnya tak diungkap Save the Children, seperti dikutip The Mirror, Sabtu (11/12/2021).

Sumber: sindonews.com

Previous Post

Asteroid Nereus 4660 Makin Mendekat! Kemungkinan Menabrak Bumi 6 Persen

Next Post

Terungkap, Israel Konsultasi dengan AS Sebelum Serang Situs Nuklir dan Pabrik Rudal Iran

Next Post
Israel Ketakutan Sanksi Iran Bakal Dicabut tapi Bisa Peroleh Bom Nuklir

Terungkap, Israel Konsultasi dengan AS Sebelum Serang Situs Nuklir dan Pabrik Rudal Iran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tarina Seulanga Ubah Cerpen Apa Kaoy “Malelang dan Madiyon” Menjadi Tarian Penuh Makna

Tarina Seulanga Ubah Cerpen Apa Kaoy “Malelang dan Madiyon” Menjadi Tarian Penuh Makna

26/07/2026
Jembatan Perintis Garuda Resmi Difungsikan, Alzaizi: Ini Urat Nadi Kehidupan Warga Benteng

Jembatan Perintis Garuda Resmi Difungsikan, Alzaizi: Ini Urat Nadi Kehidupan Warga Benteng

25/07/2026
2.000 Sertipikat Perlu Dipulihkan Pascabencana di Aceh Tamiang, Menteri Nusron Targetkan Selesai pada Akhir Desember

2.000 Sertipikat Perlu Dipulihkan Pascabencana di Aceh Tamiang, Menteri Nusron Targetkan Selesai pada Akhir Desember

25/07/2026
Satgas PRR Dorong Realisasi TKD Aceh Rp 1,65 T untuk Pemulihan Pascabencana

Satgas PRR Dorong Realisasi TKD Aceh Rp 1,65 T untuk Pemulihan Pascabencana

25/07/2026
Wagub Bahas Implementasi MoU Helsinki bersama Sekretariat Negara

Wagub Bahas Implementasi MoU Helsinki bersama Sekretariat Negara

25/07/2026

Terpopuler

Ohkuh, Seorang Siswi MAN di Bireuen Melahirkan di Sekolah

Ibu Afghanistan Jual Bayinya karena Keluarga Kelaparan

12/12/2021

Ratusan Personel dan Alat Berat Dikerahkan untuk Tata Ruang Kota Banda Aceh

Tak Tunggu Anggaran Cair, KKP Kebut Pemulihan 745 Hektare Tambak Pidie Jaya Demi Kebangkitan Ekonomi Petambak

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

HUT ke-25 Demokrat, DPC Pidie Pilih Bersihkan Masjid, Hijaukan Lingkungan, Donorkan Darah untuk Masyarakat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com