Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Koruptor di Uganda Berniat Sogok Tuhan Agar Diampuni dari Dosa

Admin1 by Admin1
18/12/2021
in Internasional
0

KAMPALA – Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa “Anda tidak dapat membawa kekayaan saat Anda mati.”

Namun tampaknya pepatah ini tidak berlaku bagi seorang pria asal Uganda.

Adalah Charles Obong yang mematahkan pepatah itu. Pria yang meninggal dalam usia 52 tahun pada tahun 2016 lalu dikuburkan dengan uang dengan jumlah Rp761 Juta di dalam petinya.

Dilaporkan bahwa itu dilakukan Obong karena ia ingin menyogok Tuhan agar mengampuni dia atas dosa-dosanya dan menyelamatkannya dari api neraka.

Mantan pejabat Uganda, yang meninggal pada 17 Desember 2016 setelah lama menderita penyakit yang tidak diketahui, secara khusus membuat permintaan itu dalam surat wasiatnya.

Dia dimakamkan di rumah leluhurnya di desa Adag-ani, paroki Bar-pii, Kecamatan Aromo di Distrik Lira, di dalam peti mati logam yang diperkirakan menelan biaya lebih dari USD5 juta, kata laporan itu.

Menurut keluarganya, Obong takut dosa-dosanya selama menjabat – termasuk korupsi yang berlipat ganda – akan membawanya ke neraka.

Dia juga meminta agar saudara laki-laki dan perempuannya hadir ketika jasadnya dipindahkan ke peti mati, untuk memastikan bahwa istrinya mengamankan uang di peti matinya.

Tetapi setelah gereja menemukan permintaannya yang aneh, para tetua komunitas menggali uang itu dan mengembalikannya kepada keluarga pria itu, dengan mengatakan bahwa mengubur seseorang dengan uang adalah tabu.

Salah satu pendeta di daerah tersebut, Pendeta Joel Agel Awio, terkejut dengan langkah tersebut dan mengatakan tidak ada uang yang dapat membeli kehidupan kekal, dan Tuhan tidak dapat menerima “jabat tangan emas” seperti itu.

Sumber: Sindonews.com

Previous Post

Kapolri Mutasi Ketua KPK Firli Bahuri Jadi Pati Bareskrim

Next Post

Fauzan Azima Luncurkan Buku “Sang Gerilyawan” di Jakarta

Next Post

Fauzan Azima Luncurkan Buku "Sang Gerilyawan" di Jakarta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Illiza Tutup Pelatihan Desain Kipas Souvenir Bambu

Illiza Tutup Pelatihan Desain Kipas Souvenir Bambu

23/08/2026
BPMA Mulai Verifikasi Faktual Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur

BPMA Mulai Verifikasi Faktual Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur

23/08/2026
Inggris Minta Warga Muslim & Asia Hemat Air saat Wudhu-Cuci Beras

Inggris Minta Warga Muslim & Asia Hemat Air saat Wudhu-Cuci Beras

23/08/2026
Malaysia Pilih Diplomatik ASEAN Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Malaysia Pilih Diplomatik ASEAN Atasi Kabut Asap dari Indonesia

23/08/2026
Menteri Ekraf Dorong Taman Iskandar Muda Perkuat Talenta Muda Aceh

Menteri Ekraf Dorong Taman Iskandar Muda Perkuat Talenta Muda Aceh

22/08/2026

Terpopuler

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

21/08/2026

Koruptor di Uganda Berniat Sogok Tuhan Agar Diampuni dari Dosa

Disdikbud Aceh Besar Uji Coba Virtual Learning Literasi-Numerasi SD

Kutukan Sumber Daya di Tanah Rencong: Mengapa Aceh Tetap Miskin di Tengah Ledakan Tambang?

PP KAMMI Tegaskan Muhammad Amri Akbar Telah Resmi Dipecat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com