Blangpidie — Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh kembali bergulir. Pada Kamis, 18 November 2021 pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, telah dilangsungkan webinar bertajuk “Menjadi Pendidik Cerdas dan Cakap Digital”.
Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.
Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital.
“Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual.
Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.
Pada webinar yang menyasar target segmen pelajar, mahasiswa, dan guru, dihadiri oleh sekitar 256 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Donny Prayudi Nugroho, Chief Of Academic Officer NUEFA Digital Campus; Arif Miftahul Aziz, S.Pi., M.Si., PELP Ahli Muda – Kementerian Kelautan dan Perikanan; Muhammad Heru Arie Edytia, S.T., M.Ars., Dosen Prodi Arsitektur, Sekretaris Pusat Riset & Pengembangan Seni USK; dan Syahrizal, S.Pd., Kepala Sekolah, Penggiat Literasi. Mega Novelia sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Para narasumber tersebut memperbincangkan tentang 4 pilar literasi digital, yakni Digital Culture, Digital Ethic, Digital Safety dan Digital Skill.
Pada sesi pertama tampil Donny Prayudi Nugroho, memaparkan menjadi pengajar yang terbuka terhadap perkembangan teknologi digital dapat membantu pengembangan profesionalisme.
Giliran pembicara kedua, Arif Miftahul Aziz, S.Pi., M.Si., menjelaskan jejak digital itu kejam. Maka dari itu kita harus selalu berhati hati. Posting yang penting bukan yang penting posting.
Tampil sebagai pembicara ketiga, Muhammad Heru Arie Edytia, S.T., M.Ars., mengatakan jadilah produktif dengan menjadi kreatif. Ada banyak hal yang bisa dimanfaatkan di era digital seperti saat ini.
Pembicara keempat, Syahrizal, S.Pd., menuturkan orang yang dapat bertahan bukan yang paling kuat atau pintar, tapi yang bisa beradaptasi. Ada 3 prinsip bijak di dunia digital, yaitu mencari sumber pengetahuan dengan baik dalam pemakaian digital itu sendiri, selektivitas (hindari urusan pribadi dalam konsumsi public), jangan cepat memviralkan sesuatu kejadian di media sosial, imbangi dengan memberi pendidikan atau edukasi melek digital sesama rekan ataupun masyarakat luas.
Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Seperti Satria Hardikusuma yang bertanya bagaimana sebagai guru ini dengan mulainya sekarang dimulainya beberapa tatap muka. Apa yang perlu dilakukan untuk mengembangkan capaian belajar peserta didik pasca pandemic nantinya? Melihat saat pembelajaran online peserta didik itu hanya yang penting mengerjakan tugas tanpa memahaminya?
Narasumber Donny Prayudi Nugroho, menanggapi kita harus akui bahwa pembelajaran secara daring itu tidak full efektif. Yang perlu kita antisipasi adalah gimana murid jika keadaan seperti saat ini bisa tercapainya pembelajaran. Ada tipsnya, yaitu bisa memberikan tugas project sehingga mereka aktif dalam mengerjakannya. Walaupun pandemic ini sudah berakhir, mereka akan jadi terbiasa jika ada project seperti saat itu.
Webinar ini merupakan satu dari rangkaian webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Aceh Barat Daya. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.[]









