Jakarta – Prancis menjadi negara keenam dengan kasus infeksi Covid-19 lebih dari 10 juta sejak pecahnya pandemi Maret 2021. Otoritas kesehatan Prancis melaporkan 219.126 kasus baru yang dikonfirmasi dalam periode 24 jam pada Sabtu, 1 Januari 2022 sehingga secara total menjadi 10.191.926 kasus.
Dalam empat hari terakhir, tambahan kasus baru Covid-19 lebih dari 200.000 setiap harinya.
Prancis bergabung dengan Amerika Serikat, India, Brasil, Inggris, dan Rusia yang memiliki lebih dari 10 juta kasus.
Angka hari Sabtu adalah yang tertinggi kedua setelah rekor 232.200 pada hari Jumat ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan beberapa minggu ke depan akan menjadi masa sulit.
Dalam pidato Malam Tahun Barunya, Macron tidak menyebutkan perlunya tindakan kesehatan yang lebih ketat daripada yang telah diumumkan, namun ia mengatakan bahwa pemerintah harus menahan diri untuk membatasi lebih jauh kebebasan individu.
Pemerintah mengatakan sebelumnya bahwa mulai Senin, masyarakat wahib mengenakan masker di ruang publik, termasuk untuk anak-anak mulai umur 6 tahun, dari sebelumnya 11 tahun.
Beberapa kota besar, termasuk Paris dan Lyon, telah memberlakukan kembali wajib masker di jalan untuk semua orang.
Rata-rata kasus baru di Prancis, yang menghaluskan penyimpangan pelaporan harian, naik ke level tertinggi sepanjang masa 157.651 dalam 7 hari terakhir – melonjak hampir lima kali lipat dalam sebulan.
Jumlah orang yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 telah meningkat 96 orang selama 24 jam, mencapai puncak lebih dari tujuh bulan sejumlah 18.811. Namun angka itu masih hampir setengah dari rekor yang dicapai 33.497 pada November 2020.
Jumlah kematian Covid-19 meningkat 110 selama 24 jam menjadi 123.851, tertinggi ke-12 secara global. Rata-rata pergerakan tujuh hari dari kematian harian baru telah mencapai 186, tertinggi sejak 14 Mei 2021.
Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran mengatakan pada hari Minggu periode isolasi untuk orang yang divaksinasi lengkap dan dites positif Covid-19 akan dipotong menjadi tujuh hari dari 10 hari.
Pihak berwenang Prancis mengikuti negara-negara lain seperti Amerika Serikat, yang minggu ini memotong periode isolasi untuk mencegah gangguan di industri karena kekurangan staf.
“Isolasi ini dapat dicabut setelah lima hari jika tes negatif. Mereka yang tidak divaksinasi harus mengisolasi diri selama 10 hari, dengan kemungkinan keluar dari isolasi setelah tujuh hari dengan persyaratan yang sama”, kata Veran surat kabar le Journal du Dimanche diterbitkan pada hari Minggu.
Dia juga mengatakan varian Omicron Covid-19 yang baru terlalu menular untuk dihentikan kecuali “penguncian ketat” diberlakukan kembali.








