Sigli – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Mahfuddin Ismail, M.A.P mengunjungi Gampong Alue Calong dan Pulo ie, Beungga Kecamatan Tangse Rabu 19/1 yang terdampak banjir beberapa hari lalu di Pidie, Rabu 19 Januari 2022.
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Ketua Fraksi PA DPRK Pidie Muhammad Ibrahim, Elidawati anggota DPRK Pidie serta turut didampingi juga Kadis Pertanian & Pangan Pidie Hasballah, SP, M.Si untuk melihat sejumlah badan jalan yang rusak parah terkikis oleh banjir luapan.
Rombongan ini juga mengunjungi persawahan milik warga yang rusak parah karena banjir, batu – batuan dan kayu serabutan memenuhi sawah warga.
Kedatangan pihaknya disambut oleh geuchik dan perangkat dua gampong di daerah ini.
Rombongan melihat kondisi sejumlah tempat akibat dampak banjir di dua Gampong tersebut, sejumlah kerusakan terjadi pada struktur lahan pertanian dan juga Daerah Aliran Sungai (DAS), ada ruas jalan yang telah terkikis oleh sungai Beungga ini.
“Kita menilai perlu segera ditangani, mungkin langkah cepat yang harus diambil oleh SKPK terkait adalah pembersihan lahan pertanian dan normalisasi sungai, Karena jika dibiarkan dan curah hujan tinggi lagi maka dikhawatirkan akan memakan semua badan jalan di kawasan tersebut,” kata Mahfuddin Ismail.
“Ada juga pemakaman umum yang abrasi karena posisi kuburan umum dengar sungai. Info tadi dari Keuchik, ada beberapa makam yang telah dibawa oleh air, karena longsor tanah. Ini juga butuh penangganan, karena semuanya fasilitas umum.”
“Hasil diskusi saya di lokasi banjir dengan Kadis pertanian, untuk pembersihan lahan pertanian beliau ( baca; Kadistanpan ) berkomitmen untuk segera memobilisasi stafnya mulai dari perangkat SKPK di dinasnya maupun seluruh penyuluh di Pidie untuk ikut serta nanti dalam program pembersihan lahan ini, tentu butuh dukungan dari masyarakat setempat untuk bersama-sama bersinergi dalam program ini. Terkait dengan normalisasi sungai, Besok saya akan melakukan komunikasi dengan Kadis PUPR untuk mengupayakan segera mungkin Normalisasi sungai dengan mendatangkan alat berat untuk mengubah jalur sungai agar tidak langsung menghantam pemakaman umum dan jalan. “
“Solusi tanggap cepat memang harus menganti arah air di sungai, harus didatangkan beco, supaya jika hujan lagi dibulan ini tak roboh tanah dan jalan itu. Kalau pembangunan bronjong, butuh waktu penganggaran, karena banjir kemarin tidak ada status darurat. Dananya butuh proses pengangaran, nanti kami upayakan dengan dinas terkait mencari solusi terhadap persoalan ini,” kata sosok murah senyum ini lagi.
Menurut Mahfud, banjir yang melanda di sejumlah daerah di kawasan Pidie, mengingatkan kembali kepada betapa pentingnya menjaga lingkungan sekitar.
“Oleh karenanya, saya mengajak masyarakat mari bersama-sama, secara bahu-membahu kita tanamkan bagi diri kita untuk menjaga lingkungan agar kita semua terhindar dari segala bentuk bencana alam yang dapat menimpa kita,” kata dia.










