BLANGPIDIE – M. Aufar Marsya (8), Seorang murid SDN 1 Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya yang dikabarkan pingsan usai divaksin dosis anak usia 6-11 tahun beberapa waktu yang lalu kini dikabarkan telah sembuh.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Abdya, Safliati, SST, M. Kes kepada awak media membenarkan perihal informasi bahwa Aufar telah pulih dari Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
“Alhamdulillah, anak kita Aufar telah sembuh. Sekarang Aufar sudah dirumah, setelah diperbolehkan pulang oleh dokter,” ujar Safliati, di ruang kerjanya, Kamis (27/2/2022).
Ia menjelaskan, guna meringankan beban keluarga selama menjalani perawatan, kebutuhan pasien dan keluarga pendamping ditanggung oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan Serta Dinas Pendidikan Abdya.
Kita fasilitasi dari awal. Pertama kita rujuk ke RSUDTP Abdya sampai selanjutnya ke RSUZA Banda Aceh, karena ada kendala medis nyeri di kaki,” kata Safliati.
Menurutnya, pemerintah melalui instansi terkait akan bertanggungjawab jika ada insiden yang menimpa warga setelah menerima suntikan vaksin. Seperti kejadian yang menimpa siswa SDN1 Blangpidie Aufar ini.
“Jika pun ada warga yang mengalami KIPI, segera melapor agar bisa segera ditangani dengan maksimal,” ujarnya.
Untuk diketahui, pingsannya bocah Aufar terjadi pada Rabu (19/01) lalu di Lapangan Persada Gampong Keude Siblah Kecamatan Blangpidie usai menerima suntikan vaksin. Insiden tersebut sempat menjadi bahan perbincangan dan booming di media sosial.
Padahal, berdasarkan informasi yang berhasil diperoleh media ini, sebelum menerima suntikan vaksin, bocah Aufar telah menjalani skrining dengan hasil sehat dan tidak ada kendala, serta dipastikan bisa menerima dosis vaksin.
Namun, setelah menerima suntikan vaksin, korban terlihat lemas dan pucat. Padahal, jumlah dosis vaksin sudah sesuai aturan.
Dari hasil pemeriksaan dokter di RSUTP Abdya, kesehatan Aufar tidak bermasalah, baik itu jantung, paru-paru dan saraf tidak ada kendala. Bahkan menurut dokter, kondisi bocah Aufar berangsur membaik.
Saat menjalani observasi dan perawatan medis selama dua hari di RSUTP Abdya, pasien sudah bisa bermain seperti biasa. Akan tetapi, anak bocah itu merasa nyeri dibagian kaki saat berjalan.
Untuk memastikan kesehatan si anak, maka dokter bersama Dinkes Abdya menganjurkan pasien untuk dirujuk ke RSUZA guna untuk pengecekan lebih lanjut.
Setelah mendapatkan perawatan, terapi, dan pengobatan yang lebih maksimal di RSUZA Banda Aceh, pasien dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke kediamannya di Kabupaten Aceh Barat Daya.
Reporter: Rusman








