Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Ilmuwan Inggris Cari Kombinasi Obat yang Ampuh untuk Pasien Covid-19

Admin1 by Admin1
05/02/2022
in Kesehatan
0

London – Ilmuwan Inggris ingin memberdayakan obat antivirus yang sudah ada untuk mengobati Covid-19, menurut Universitas Oxford pada Jumat, 4 Februari 2022, dalam upaya mempercepat proses pengembangan melalui obat yang sudah tersedia.

Pertama, para ilmuwan akan menyaring 138 obat dengan kinerja antivirus yang diketahui melawan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 untuk mempelajari sekaligus mengidentifikasi kombinasi obat yang ampuh, kata pihak kampus lewat pernyataan, Jumat.

Penyebaran cepat Omicron di seluruh dunia juga memaksa para ilmuwan untuk menemukan sejumlah opsi yang efektif melawan varian tersebut. Inggris saat ini mencatat kasus Covid-19 tertinggi ketujuh di dunia, menurut Reuters.

Kombinasi obat paling ampuh yang ditemukan melalui proyek tersebut akan dipaparkan di hadapan otoritas Inggris, termasuk Satgas Antivirus dan UK-CTAP, sehingga kombinasi tersebut dapat dilanjutkan untuk dilakukan uji klinis, katanya.

“Ada banyak manfaat dengan ditemukannya pengobatan baru lewat cara ini,” kata salah satu peneliti inti dalam proyek tersebut, Ultan Power.

“Obat-obat itu telah melalui seluruh pemeriksaan yang diperlukan sehingga kami tahu bahwa obat-obat tersebut aman dan sudah tersedia, sehingga dapat diberikan dan digunakan di rumah, (untuk) membantu mengurangi beban sistem kesehatan.”

Proyek senilai 1,6 juta pound (sekitar Rp 31,11 miliar) itu kini dipimpin oleh Queen’s University Belfast bersama para pakar dari Queen’s, Universitas Liverpool dan Oxford serta didanai oleh Dewan Riset Medis Inggris.

Sumber: tempo.co

Previous Post

Erdogan Tuding AS dan Barat Tak Lakukan Apapun dalam Penyelesaian Krisis Ukraina

Next Post

Sekda Aceh Utara: Jika Ada Pemaksaan Vaksinasi, Laporkan ke Dinkes

Next Post

Sekda Aceh Utara: Jika Ada Pemaksaan Vaksinasi, Laporkan ke Dinkes

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Illiza Tutup Pelatihan Desain Kipas Souvenir Bambu

Illiza Tutup Pelatihan Desain Kipas Souvenir Bambu

23/08/2026
BPMA Mulai Verifikasi Faktual Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur

BPMA Mulai Verifikasi Faktual Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur

23/08/2026
Inggris Minta Warga Muslim & Asia Hemat Air saat Wudhu-Cuci Beras

Inggris Minta Warga Muslim & Asia Hemat Air saat Wudhu-Cuci Beras

23/08/2026
Malaysia Pilih Diplomatik ASEAN Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Malaysia Pilih Diplomatik ASEAN Atasi Kabut Asap dari Indonesia

23/08/2026
Menteri Ekraf Dorong Taman Iskandar Muda Perkuat Talenta Muda Aceh

Menteri Ekraf Dorong Taman Iskandar Muda Perkuat Talenta Muda Aceh

22/08/2026

Terpopuler

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

21/08/2026

Ilmuwan Inggris Cari Kombinasi Obat yang Ampuh untuk Pasien Covid-19

Disdikbud Aceh Besar Uji Coba Virtual Learning Literasi-Numerasi SD

Ohku, Negara Rugi Rp1 Triliun akibat Penyalahgunaan BBM di Aceh

Kutukan Sumber Daya di Tanah Rencong: Mengapa Aceh Tetap Miskin di Tengah Ledakan Tambang?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com