Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Pada Pengukuhan FJA, Akmal Ibrahim: Tidak Ada Lagi Romantika Pers Seperti Dulu

Atjeh Watch by Atjeh Watch
12/02/2022
in Lintas Barat Selatan
0

BLANGPIDIE – Bupati Aceh Barat Daya Akmal Ibrahim, SH mengungkapkan, saat ini tidak ada lagi romantika pers seperti masanya dulu.

Hal itu diutarakan Akmal Ibrahim saat pidato sambutannya di acara pengukuhan pengurus Forum Jurnalis Aceh (FJA) Wilayah Abdya sekaligus pembukaan Pelatihan Jurnalistik Dasar bagi Mahasiswa, Siswa dan Pelajar yang dilaksanakan di Aula Bappeda, Jalan Bukit Hijau Kompleks perkantoran kabupaten tersebut, Sabtu (12/02/2022).

“Dulu kita wartawan gajinya besar. Dibanding dengan pegawai dan pekerja bank gaji kita jauh lebih besar dan gaji kita bukan 12 bulan setahun tapi 18 bulan, makmur sekali,” ungkapnya.

Situasi telah berubah, lanjut Bupati Akmal. Sekarang pers bukan lagi sebuah pekerjaan yang secara ekonomi itu bisa menghasilkan kesejahteraan yang bagus dan permanen.

“Ini perubahan situasi. Malah kalau menurut saya sudah terjadi bencana terhadap pers sekarang. Saya melihat hampir semua media cetak di dunia omsetnya menurun,” katanya.

Seperti contoh, sebut Akmal lagi. Majalah Bola dengan omprah di atas 1 juta eksemplar tutup. Kompas di Indonesia itu adalah raksasa Pers dibawah Dewa Post dan dibawah Grand Media Kompas. Dulu hanya ada dua media Pers, mereka sekarang juga puyeng. Kebetulan Kompas banyak cabang bisnis lain makanya bisa bertahan. Tapi sekarang perusahaan-perusahaan media cetak kecil sudah koleb.

“Sekitar tahun 2006-2007 saya keluar dari Serambi, kemudian 2007 bulan Maret saya dilantik sebagai Bupati Abdya. Jadi, itu dari wartawan, bukan dari siapa-siapa,” kenangnya.

Ia mengakui, selain wartawan Akmal Ibrahim juga membuka Kantor Biro Bantuan Hukum di Banda Aceh dengan ikut juga menangani semua perkara-perkara yang menimpa wartawan.

“Dulu saya juga pernah di Biro Hukum PWI Aceh. Hampir semua perkara Wartawan di Aceh itu saya tangani waktu itu,” akuinya.

Di hadapan para tamu undangan Akmal berharap, agar tidak pelit-pelit sama wartawan karena semua butuh wartawan.

“Dulu saya pernah di

undang oleh adek-adek wartawan di sebuah pelatihan, saya sampaikan kepada mereka jangan ditinggalkan itu profesi kewartawanan, masyarakat dan negara itu butuh kalian,” ucap Akmal.

Profesi wartawan memang tidak menjanjikan, tapi masyarakat butuh wartawan. Karena itu Bupati Abdya Akmal Ibrahim berusaha bagaimana mencari jalan-jalan lain yang sah untuk membantu rekan-rekan wartawan.

“Kami dengan adek-adek wartawan rencananya waktu dekat ini akan membangun tambak udang untuk membantu penghasilan wartawan,” katanya lagi.

Jatah CSR Bupati Akmal melalui Bank Aceh Syariah sedikit dialihkan ke rekan-rekan wartawan dan itu terbuka bukan berarti itu sogok. Akmal merasa tidak pernah mengatur-ngatur, karena sejatinya wartawan itu tidak bisa di atur atau dengan kata lain merdeka.

“Wartawan pemula cendrung beritanya masih kepada kritik, pada ketimpangan. Wartawan itu dalam diatur dalam undang-undang, syarat untuk menjadi wartawan itu harus sosok intelektual,” pungkasnya.

Previous Post

Wartawan Atjehwatch Pimpin FJA Wilayah Abdya

Next Post

Yuk Malam Mingguan di Taman Budaya, Ada Pentas Aceh Milenial

Next Post

Yuk Malam Mingguan di Taman Budaya, Ada Pentas Aceh Milenial

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Koplo Comunity Gelar Working Abroad Series: Mengupas Jalan Menuju Karier Global dari MIT hingga Amazon

Koplo Comunity Gelar Working Abroad Series: Mengupas Jalan Menuju Karier Global dari MIT hingga Amazon

20/06/2026
Menko PMK Minta Percepatan Implementasi Rehab Rekon Pascabencana di Aceh

Menko PMK Minta Percepatan Implementasi Rehab Rekon Pascabencana di Aceh

20/06/2026
Pemkab Aceh Besar Siapkan Enam Usulan WBTb untuk Penetapan 2027

Pemkab Aceh Besar Siapkan Enam Usulan WBTb untuk Penetapan 2027

20/06/2026
NasDem Siap Kawal Keberlanjutan Otsus Aceh Melalui UUPA

NasDem Siap Kawal Keberlanjutan Otsus Aceh Melalui UUPA

20/06/2026
Drama Penalti di Tengah Hujan, Satreskrim Polres Pidie Rebut Gelar Juara Trofeo PM ke-80

Drama Penalti di Tengah Hujan, Satreskrim Polres Pidie Rebut Gelar Juara Trofeo PM ke-80

20/06/2026

Terpopuler

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Rian Firmansyah Dorong Seniman Aceh Jadikan Budaya sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com