Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Dokter Liza Minta Masyarakat Tidak Ragu untuk Vaksinasi

Admin1 by Admin1
20/02/2022
in Kesehatan
0
Dokter Liza Minta Masyarakat Tidak Ragu untuk Vaksinasi

Banda Aceh – Vaksinator Covid-19, dr Liza Fathiariani, mengajak masyarakat untuk melakukan vaksinasi sebagai upaya melawan pandemi Covid-19. Masyarakat bisa mendatangi tempat-tempat yang menyediakan layanan vaksinasi seperti puskesmas/puskesmas pembantu, klinik kesehatan, rumah sakit, unit pelayanan kesehatan di kantor kesehatan pelabuhan, dan gerai-gerai vaksinasi massal di lokasi terdekat untuk mendapatkan suntikan vaksin.

Dokter IGD dan Claim Analys Rumah Sakit Jiwa Aceh ini mengatakan, vaksin bukanlah obat. Namun, dengan menyuntikkan vaksin tertentu ke dalam tubuh akan mendorong terbentuknya kekebalan pada penyakit agar terhindar dari penularan ataupun sakit berat akibat penyakit tersebut.

“Vaksin adalah produk biologis yang dapat menghasilkan imunitas spesifik untuk penyakit tertentu, termasuk Covid-19,” kata dr Liza dalam kegiatan workshop Jurnalisme Warga bertema Memperluas Literasi Kesehatan Melalui Praktik Jurnalis Warga yang berlangsung di Aula PKBI Aceh di Banda Aceh, Sabtu (19/2/2022).

Seseorang yang telah disuntik vaksin tidak tertutup kemungkinan untuk tetap tertular Covid-19, tetapi dampak yang ditimbulkan tidak akan separah jika terjadi pada orang yang tidak divaksinasi. Apalagi jika orang tersebut termasuk dalam kelompok rentan seperti berusia lanjut, anak-anak, atau orang dengan penyakit bawaan (komorbid).

Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat untuk tidak ragu melakukan vaksinasi karena manfaat yang akan dirasakan tidak hanya untuk diri sendiri saja, tetapi juga untuk lingkungan sekitarnya. Dokter yang juga aktif menulis di blog ini mengatakan, apa yang dimaksud dengan kekebalan kelompok (herd immunity) akan tercapai jika cakupan vaksinasi di suatu komunitas masyarakat mencapai minimal 70 persen. Kalau angka ini tidak bisa dicapai, maka konsekuensinya angka penularan Covid-19 tidak akan bisa ditekan.

“Di Aceh sendiri cakupan vaksinasi untuk dosis pertama sudah di atas 80 persen secara umum, tetapi beberapa daerah masih ada yang di bawah itu, sedangkan untuk dosis kedua rata-rata masih di bawah 50 persen. Banda Aceh memiliki cakupan paling tinggi dan sudah melampaui 100 persen,” ujarnya.

Di sisi lain kata dia, karena Covid-19 ini berbasis pada RNA maka dosis untuk vaksin tertentu tidak cukup sekali, tetapi harus lebih. Karena itu bagi masyarakat yang telah mendapatkan suntikan dosis pertama dan kedua dengan jenis vaksin Sinovac atau Astrazeneca, maka perlu mendapatkan dosis dosis ketiga (booster). Untuk kedua jenis vaksin ini diperlukan booster karena terbuat dari vaksin yang tidak aktif (Sinovac) dan menggunakan vektor lain (AstraZenica). Sedangkan untuk jenis vaksin seperti Moderna atau Pfizer tidak memerlukan booster.

Dokter Liza juga mengingatkan masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas seperti mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan senantiasa berdoa.

Sementara itu, Ihan Nurdin, selaku penggagas kegiatan ini mengatakan, workshop ini diikuti oleh sepuluh peserta dengan beragam usia dan latar belakang. Ihan mengatakan, peran warga dalam mengedukasi sesama sangat dibutuhkan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi di Aceh. Dengan semakin memperluas literasi kersehatan di level akar rumput diharapkan misinformasi terkait vaksinasi bisa diminimalisir. Nantinya para jurnalis warga tersebut akan menuliskan atau membuat konten-konten yang menyuarakan suara masyarakat terkait vaksinasi Covid-19.[]

Previous Post

JHT Baru Bisa Dicairkan Usia 56 Tahun, AHY: Tidak Adil dan Tidak Logis

Next Post

Wakapolda Tinjau Vaksinasi Warga di Darussalam

Next Post
Wakapolda Tinjau Vaksinasi Warga di Darussalam

Wakapolda Tinjau Vaksinasi Warga di Darussalam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Presiden atau Gubernur Yang Berhentikan Sekda?

Presiden atau Gubernur Yang Berhentikan Sekda?

24/08/2026
Respon Erosi Krueng Babahrot, Pemkab Abdya Usulkan Penanganan Hingga ke Pemerintah Pusat

Respon Erosi Krueng Babahrot, Pemkab Abdya Usulkan Penanganan Hingga ke Pemerintah Pusat

24/08/2026
Muara Lhok Pawoh Dangkal Lagi, Nelayan Gotong Royong Keruk Sendimen, BPBK: Tunggu Hasil Survey

Muara Lhok Pawoh Dangkal Lagi, Nelayan Gotong Royong Keruk Sendimen, BPBK: Tunggu Hasil Survey

23/08/2026
Janji Kampanye Tertunai, Dr. Safaruddin Buktikan Bisa Selamatkan Aset

Janji Kampanye Tertunai, Dr. Safaruddin Buktikan Bisa Selamatkan Aset

23/08/2026
Rayakan HUT, Demokrat Pidie Gelar Lomba Rakyat

Rayakan HUT, Demokrat Pidie Gelar Lomba Rakyat

23/08/2026

Terpopuler

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

21/08/2026

Para Sekda Loyalis yang ‘Tumbang’ di Tahun Kedua Mualem-Dekfad

Dokter Liza Minta Masyarakat Tidak Ragu untuk Vaksinasi

Dr. Safaruddin Bawa Tim Sepak Bola Kodim Abdya Sebagai Juara Piala Pangdam IM Cup Tahun 2026

Polda Aceh Bidik Calon Tersangka Korupsi Pengadaan Bebek Petelur

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com