BANDA ACEH – Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI) M Arief Rosyid Hasan, menyatakan kekagumannya terhadap pencapaian riset dan inovasi di Aceh. Terutama riset terkait nilam Aceh.
Hal ini diungkapkannya usai bersilaturahmi dengan dengan Kepala Atsiri Research Center (ARC)-PUIPT Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala Dr. Syaifullah Muhammad, Senin 7 Maret 2022. Sosok tersebut pernah menjabat sebagai Ketua Umum HMI cabang Aceh.
Dalam kunjungan tersebut turut hadir Ketua Dewan Analis Strategis BIN, Letjend TNI (Purn) Muhammad Munir, Kepala Dinsperindag Aceh, Mohd Tanwier dan Regional CEO BSI Aceh, Wisnu Sunandar.
“Kini berbagai capaian yang diperolehnya dalam bidang riset dan inovasi, membuka kesadaran banyak negara di luar sana untuk membeli minyak atsiri atau nilam dari Indonesia, tidak kalah dari Prancis,” kata dia.
Menurutnya, Nilam berasal dari singkatan Nederlands Indische Land ook Acheh Maatzchappij, sebuah perusahaan Belanda yang mengatur perdagangan dan sistem penjualan dari tanaman Patchouli.
“Hasil penelitian menyebutkan Nilam Aceh merupakan nilam terbaik dunia dengan kandungan Patchouli Alkohol (PA) di atas 30 persen sehingga banyak dicari pihak luar negeri.”
Terimakasih atas inspirasinya sebagai insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan Islam, bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah Swt,” katanya lagi.
BSI sendiri, kata dia, memiliki tanggungjawab besar untuk mengembangkan sektor komoditi di Aceh.
Sementara itu, Ketua ARC USK, Syaifullah Muhammad mengatakan nilam merupakan komoditas yang sangat potensial yang dapat dikembangkan untuk menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Aceh.
“Saat ini kita telah membina para kelompok yang tujuannya adalah agar harga minyak nilam tetap stabil dan Alhamdulillah saat ini harga minyak nilam stabil karena masyarakat juga memiliki alternatif untuk menjual minyak nilam,” katanya.








