Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini] Kebudayaan Aceh dalam Arus Globalisasi Milenial

Admin1 by Admin1
15/03/2022
in Opini
0
[Opini] Kebudayaan Aceh dalam Arus Globalisasi Milenial

Oleh Arief syahroni. Penulis adalah Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Pidie.  Mail ariefsyahroni79@gmail.com

Kita tahu bahwasanya Aceh sebagai daerah penghujung paling barat Indonesia yang memiliki bermacam-macam budaya dan adat yang sepatutnya harus dipertahankan untuk dilestarikan.

Kemudian melihat kemajuan teknologi yang semakin pesat membentuk budaya baru  yang dikenal sebagai digitalisasi.

Era ini membentuk budaya baru bagi masyarakat Aceh khususnya pemuda di Aceh, dan hal ini tentunya memberi tantangan baru kepada masyarakat Aceh khususnya bagi pemuda dalam menjaga dan merawat budaya, adat atau sejarah Aceh untuk diperkenalkan nilai nilai kepada generasi Aceh selanjutnya.

Pemuda Aceh harus menyadari mereka mengemban tanggung jawab moral untuk  memperkenalkan budaya, terutama dalam pergaulan sehari-hari sehingga generasi Aceh mengerti esensi dan nilai yang terkandung pada setiap adat istiadat dalam kebudayaan Aceh.

Dulu kita sering mendengar pepatah dalam bahasa Aceh kita menyebutnya sebagai peunetoh atau hadismaja yang memiliki peran sangat krusial dalam pembentukan karakter generasi Aceh

Dengan mengetahui nilai filosofis dari sesuatu dari apa yang kita lakukan pasti memicu rasa kebanggaan tersendiri terhadap sesuatu hal yang menjadi karakter sosial masyarakat Aceh.

Dengan demikian pula tentu pemuda Aceh memiliki gairah untuk menjaga budaya dan adat supaya tidak hilang diterpa gelombang globalisasi dan modernisasi di era milenial ini.

Melihat begitu pesatnya perkembangan dunia, terlebih dibidang komunikasi dan informarika tentunya mempunyai dampak tersendiri bagi suatu komunitas masyarakat terlepas dari pengaruh positifnya, nyatanya pengaruh negatif juga mempunyai dampak begitu besar dalam  menghegemonikan pikiran dan pola kehidupan masarakat disuatu wilayah khususnya di Aceh dan Pidie tentunya.

Pemuda Aceh harus punya rasa ingin tau yang lebih tentang aceh, bukan sekedar aceh sebagai daerah penganut syariat islam, dan membanggakan Aceh dulu yang pernah berkuasa hingga semenajung Malaya.

Euforia akan sejarah ini tentu hal yang penting, akan tetapi jangan terjebak didalamnya pun membuat kebudayaan stagnan dalam melihat keadaan sosial terus dinamis dan berkembang.

Kemajuan teknologi tentu memberi pengaruh besar akan hilangnya adat dan budaya apabila masyarakatnya tidak bisa menyimbangi kemajuan zaman dan kebudayaan.

Perkembangan zaman sebenarnya hanya paradoxs bagi kebudayaan, kita sering beranggapan modernisasi musuh bagi kebudayaan, tetapi modernisasi jugalah yang menjadi sahabat bagi kebudayaan.

Maka Kebudayaan dan modernisasi seharusnya berkolaborasi bukan justru berkompotisi, seharusnya kita harus mulai sadar dengan pesatnya era digitalisasi ini menjadi suatu hal yang harus di manfaatkan untuk kemajuan daerah Aceh khususnya kabupaten Pidie yang kita cintai ini.

Kuncinya adalah dikarakter dan moral dari generasi muda Aceh, jika tenggelam dengan era modernisasi tanpa menyimbangi dengan kebudayaan maka akan menimbulkan hilangnya arah kebudayaan aceh kedepan.

Kita berharap generasi muda akan menjadi kontrol dari segala masa depan suatu peradaban dan kebudayaan, kita harapkan pemuda melakukan hal yang produktif, inovatif, pemuda harus menjadi kontributor bagi Pengambangan budaya Aceh untuk melestarikan keberagaman yang ada di Indonesia. []

Previous Post

Tradisi Tet Apam di Pesisir Aceh

Next Post

Disbudpar Aceh Sajikan Pekan Budaya dan Tradisi Barsela di Subulussalam, Catat Tanggalnya!

Next Post
Disbudpar Aceh Sajikan Pekan Budaya dan Tradisi Barsela di Subulussalam, Catat Tanggalnya!

Disbudpar Aceh Sajikan Pekan Budaya dan Tradisi Barsela di Subulussalam, Catat Tanggalnya!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jembatan Perintis Garuda Jadi Akses Baru bagi Warga Aceh Tengah

Jembatan Perintis Garuda Jadi Akses Baru bagi Warga Aceh Tengah

05/07/2026
Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Meledak

Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Meledak

05/07/2026
Setahun Berdiri, Destinasi Wisata Batu Gajah Dinilai Masih Perlu Pembenahan Fasilitas

Setahun Berdiri, Destinasi Wisata Batu Gajah Dinilai Masih Perlu Pembenahan Fasilitas

05/07/2026
3 Siswa SMAN 1 Tapaktuan Lolos OSN Tingkat Provinsi Aceh 2026, Siap Harumkan Aceh Selatan

3 Siswa SMAN 1 Tapaktuan Lolos OSN Tingkat Provinsi Aceh 2026, Siap Harumkan Aceh Selatan

05/07/2026
Mengenal Mulyadi, Narasumber Workshop Jazz Fusion Fiesta di Taman Budaya Aceh

Mengenal Mulyadi, Narasumber Workshop Jazz Fusion Fiesta di Taman Budaya Aceh

05/07/2026

Terpopuler

[Opini] Kebudayaan Aceh dalam Arus Globalisasi Milenial

[Opini] Kebudayaan Aceh dalam Arus Globalisasi Milenial

15/03/2022

Ketua DPRK Pidie Jaya: APBK Harus Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Anggaran Belanja

Daftar Lengkap 16 Tim Negara Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com