TIMUN suri bisa dibilang salah satu buah favorit selama Ramadan. Timun suri adalah tumbuhan semusim penghasil buah anggota suku labu-labuan.
Buahnya yang setengah masak biasa dijual secara musiman pada bulan puasa karena daging buahnya menjadi komponen minuman penyegar untuk berbuka puasa.
Buah ini memiliki bentuk lonjong dengan warna kulit hijau kekuning-kuningan. Tekstur dagingnya cenderung lembut serta mengandung banyak air.
Nah, selama Ramadan, buah ini banyak dijual di pinggil jalan, termasuk di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Baunya yang khas menarik minat warga yang sedang berpuasa untuk membeli dan menyajikannya sebagai menu berbuka nantinya.
Harganya bervariasi, yaitu mulai dari Rp15.000 ribu hingga Rp25.000 perbuahnya. Meski harganya lumayan ‘mahal’ dibandingkan pada hari biasa, namun para penjual mengaku barang stok yang dimiliki sering kehabisan.
“Alhamdulillah laku keras. Sehari bisa terjual hingga 70 buah. Harganya bervariasi hingga Rp25.000. Tergantung ukuran,” ujar salah seorang penjual timun suri di Krueng Raya Bernama Safrizal, Rabu 6 April 2022.
“Ini memang buah favorit selama Ramadan,” kata dia lagi.
Sementara itu, Firdaus, pedagang timur suri lainnya, menambahkan bahwa keberadaan timun suri merupakan buah wajib selama Ramadan.
“Sama seperti kurma juga. Apalagi kalau cuaca panas,” katanya.
Riska, 25 tahun, salah seorang pembeli timun suri di Krueng Raya menambahkan bahwa dirinya terbiasa mengolah timun suri untuk menu berbuka setiap Ramadan.
“Terutama untuk minuman, ditambah sirup dan terkadang susu. Ini cocok untuk Pelepas dahaga setelah seharian berpuasa,” kata dia.










