Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Cerita Santi 2 Tahun Menanti Putusan MK soal Legalisasi Ganja Medis

Admin1 by Admin1
26/06/2022
in Nanggroe
0
Thailand Bagikan 1 Juta Bibit Ganja Gratis ke Penduduk

Pekerja memeriksa kualitas daun ganja di perkebunan ganja Rak Jangdi Nakhon Ratchasima, Thailand, 28 Maret 2021. Pemberian tanaman ganja tersebut dilakukan untuk merayakan aturan baru yang menyatakan warga Thailand diizinkan menanam ganja di rumah mereka. REUTERS/Chalinee Thirasupa

Jakarta – Santi Warastuti sudah menanti selama hampir dua tahun agar Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonannya untuk melegalisasi ganja medis di Indonesia. Anak Santi yang bernama Pika, menderita kelainan otak dan membutuhkan ganja untuk pengobatan.

Kepada CNNIndonesia.com, Santi bercerita sudah melayangkan permohonan uji materi UU Narkotika bersama dua ibu lainnya ke MK pada November 2020.

“Sudah hampir dua tahun, kita mengajukan gugatan pertama itu November 2020 sampai sekarang sudah 2022 belum ada kepastian. Dan untuk ganja medis ini bagi saya urgent karena Pika, anak saya itu masih belum bebas kejang,” kata Santi, Minggu (26/6).

Belum ada tanggapan dari MK tentang pernyataan Santi tentang nasib perkara uji UU Narkotika. CNNIndonesia.com masih berupaya menghubungi pihak Mahkamah Konstitusi.

Dia menuturkan, teman seperjuangan Pika sudah meninggal dunia akibat penyakit mereka yang tidak bisa terobati. Santi tidak mau hal tersebut terjadi kepada Pika dan anak-anak lainnya.

“Beberapa minggu ke belakang ada beberapa teman seperjuangan Pika sudah meninggal. Mereka meninggal tanpa sakit, tanpa kondisi drop, jadi ada yang kemungkinan kejang tidak ketahuan orang tuanya, kemudian mereka meninggal,” ucapnya.

Santi mengungkapkan Pika menderita Japanese encephalitis, yakni kondisi infeksi yang menyebabkan radang otak. Kondisi ini muncul ketika Pika memasuki masa Taman Kanak-kanak (TK).

Awalnya, kondisi tersebut hilang dalam waktu sehari-dua hari. Namun, lama-kelamaan kondisi motorik Pika mulai menurun dan badannya menjadi semakin lemah.

“Dia dulu lahir dengan berat badan normal 3,4 kilogram. Kemudian sudah berjalan, sudah sekolah TK. Kemudian saat TK dia mulai sakit, jadi dia muntah-muntah, pingsan di sekolah,” ujar Santi.

“Jadi dari 2015, (Pika) sudah konsumsi obat kejang, sampai sekarang,” imbuhnya.

Ia menemukan harapan ketika mendengar cerita dari temannya, Dwi, yang anaknya mengidap Cerebral palsy, bahwa kejang dapat diatasi dengan ganja medis. Terapi ganja medis dapat membantu meredakan gejala kejang sampai bisa benar-benar hilang.

“Saya dengar banyak berita di luar ganja bisa mengurangi dan bahkan ada yang bisa zero kejang di luar. Tapi kan kita enggak bisa karena di sini belum legal. Jadi saya memohon kepada MK agar segera memberikan kepastian kepada kami,” kata Santi.

Santi sadar bahwa ganja medis mungkin tidak bisa membuat Pika sembuh total, tetapi ia hanya ingin anaknya mempunyai kualitas hidup yang lebih baik. Santi ingin Pika hidup dengan lebih nyaman tanpa sakit dan lelah karena selalu kejang-kejang.

Diberitakan, Santi melakukan aksi damai di kawasan Bundaran HI, Jakarta, saat Car Free Day (CFD).

Santi membawa sebuah surat yang ditujukan kepada hakim MK agar segera memberikan putusan atas permohonan uji yang sudah dia ajukan atas UU Narkotika. Ia meminta agar ganja yang masuk golongan I UU Narkotika bisa digunakan untuk keperluan medis.

Dalam foto yang beredar, di kawasan Bundaran HI yang ramai itu, Santi terlihat memegang papan putih bertuliskan ‘Tolong Anakku Butuh Ganja Medis’.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Kuasai Severodonetsk, Rusia Hampir Caplok Wilayah Timur Ukraina

Next Post

8 Hektare Ladang di Cot Girek Dirusak Gajah Liar

Next Post
Gajah Acak-Acak Kebun Sawit Warga di Pedalaman Aceh Barat

8 Hektare Ladang di Cot Girek Dirusak Gajah Liar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Nyan, Demokrat Pidie Jaya Rayakan HUT ke-25 dengan Gerakan ASRI dan Layanan Gratis untuk Warga

Nyan, Demokrat Pidie Jaya Rayakan HUT ke-25 dengan Gerakan ASRI dan Layanan Gratis untuk Warga

07/08/2026
Kapolres Pidie Turun ke Jalan Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme Jelang HUT RI ke-81

Kapolres Pidie Turun ke Jalan Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme Jelang HUT RI ke-81

07/08/2026
Bunda Inklusi Kanwil Kemenag Aceh Kukuhkan Bunda Inklusi Aceh Timur

Bunda Inklusi Kanwil Kemenag Aceh Kukuhkan Bunda Inklusi Aceh Timur

07/08/2026
Bupati Aceh Timur Temui BNPB, Minta Percepatan Pencairan Dana Stimulan Tahap II bagi Korban Banjir

Bupati Aceh Timur Temui BNPB, Minta Percepatan Pencairan Dana Stimulan Tahap II bagi Korban Banjir

07/08/2026
7 Rumah dan 1 Ruko di Aceh Besar Rusak Diterjang Angin Kencang

7 Rumah dan 1 Ruko di Aceh Besar Rusak Diterjang Angin Kencang

07/08/2026

Terpopuler

Jelang Hari Damai Aceh, Kapolres Pidie Gandeng HUDA Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah

Jelang Hari Damai Aceh, Kapolres Pidie Gandeng HUDA Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah

06/08/2026

Baju Khas Pidie Resmi Bersertifikat, Ikhtiar Menjaga Identitas Budaya dari Klaim dan Kepunahan

Cerita Santi 2 Tahun Menanti Putusan MK soal Legalisasi Ganja Medis

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Mualem dan Mentan Bahas Pemulihan Sawah Pascabencana di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com