BANDA ACEH – Tim dari Menkopolhukam Republik Indonesia mengunjungi kantor Badan Reintegrasi Aceh (BRA) di Seutui, Banda Aceh, Selasa siang 28 Juni 2022.
Rombongan Menkopolhukam RI ini diketuai oleh Brigjend Rudi Samsir. Rombongan ini disambut langsung oleh Ketua BRA Azhari Cage SIP serta perangkat kerja setempat.
Azhari Cage mengatakan tujuan dari tim Menkopolhukam tersebut adalah audiensi dan koordinasi terkait pemajuan dan pemenuhan hak asasi manusia terhadap masyarakat sipil di Aceh.
“Dalam pertemuan tersebut kita (BRA-red) memaparkan tentang permasalan eks kombatan, Tapol Napol dan masyarakat korban konflik yang belum memperoleh hak-hak nya sesuai amanah MoU Helsinki, seperti tanah pertanian, bantuan sosial yang memadai, pekerjaan yang pantas untuk eks kombatan, Tapol Napol dan anak-anak yatim korban konflik,” kata Azhari Cage.
Menurutnya, BRA selama ini kewalahan dengan ketidaktersedianya anggaran untuk program-program pemberdayaan ekonomi karena anggaran yang diberikan oleh Pemerintah Aceh dana reguler untuk BRA hanya cukup untuk operasional dan gaji dan beberapa program saja.
“Sedangkan untuk pembangunan kebun dan program-program yang diajukan oleh masyarakat korban konflik serta rekomendasi dari KKR Aceh tidak dapat kita jalankan,” kata Azhari Cage.
Sementara itu, ketua tim menkopolhukam Brigjend Rudi Samsir menyambut baik apa yang telah BRA sampaikan.
Rudi mengatakan inilah tujuan tim datang yaitu untuk mengetahui segala informasi tentang pemenuhan HAM dan hak-hak sipil masyarakat Aceh tujuan nya agar perdamaian di Aceh berjalan dengan baik sesuai harapan semua pihak.
Pertemuan di ruang serbaguna BRA ini berlangsung dari jam pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.
Kesimpulan dari pertemuan tersebut adalah Menkopolhukam akan mengkoordinasikan program-program pemberdayaan ekonomi korban konflik dengan kementrian dan lembaga terkait di Jakarta agar bisa dibiayai dari APBN.
Menkopolhukam juga berjanji mengkoordinasikan tentang lapangan pekerjaan dengan kementerian terkait untuk sesuai amanah MoU Helsinki.
Di sisi lain, BRA juga meminta agar tim Menkopolhukam mengkoordinasikan tentang bendera Aceh, baik itu dengan Menteri Dalam Negeri, presiden agar tidak terus menjadi polemik antara Aceh dengan pemerintah pusat dan tidak terjadi kekisruhan di peringatan hari-hari besar di Aceh.
BRA dan Kemenkopolhukam juga sepakat bekerjasama. BRA menyiapkan program-program dan rencana aksi Kemenkopolhukam akan memperjuangkan anggaran di Jakarta.
Hadir dari Tim Kemenko Polhukam Brigjen TNI Rudi Syamsir, Laksama Muda TNI Halili, Handy (Pokhukam), Irawati (Setkab), Edwin (Kumham), Anggar (Kumham), Gufron (polhukam), Frisca dan Rendy (Polhukam) serta Ary (Setkab).
Sedangkan dari BRA, ada Azhari Cage selaku Ketua BRA, Deputi 1 Agusta, Deputi 2 Teungku Ambi, Doktor Maryati, Ilyas, Doktor Zahri Direktur dan Kabid, Sektaris BRA Syukri dan para Kabag di lingkup Sekretariat BRA.











