BLANGPIDIE – Sebulan setelah dikritisi oleh Ikhsan, S. Pd, salah seorang anggota DPRK Abdya dari Partai Amanat Nasional (PAN). Perihal bahwa, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Barat Daya tidak maksimal dan cermat dalam menempatkan petugas medis di Polindes, Pustu dan Poskedes.
Hal tersebut disampikan Ikhsan pada Rapat Paripurna Penutupan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Abdya Tahun Anggaran 2021 dan penyampaian hasil Pansus I DPRK Abdya tahun 2022 pada tanggal (09/06) hari kamis di Aula DPRK setempat.
Alasannya bahwa, Dinkes tidak maksimal dan cermat dalam menempatkan petugas medis di tempat pelayanan kesehatan masyarakat. Sehingga gedung atau fasilitas pelayanan kesehatan publik tersebut tidak berfungsi serta banyak tenaga medis yang tidak bersedia menetap di tempat tugas mereka.
Ikhsan Jufri, (nama yang akrab disapa) pada saat itu meminta kepada Kadis Kesehatan Abdya Safliati, S.ST, M.Kes untuk segera mengevaluasi kinerja tenaga medis yang ditempatkan pada Pustu, Polindes dan Poskesdes di Gampong. Begitu pula halnya dengan Gedung Puskesmas Ie Mirah Kecamatan Babahrot yang tidak layak lagi digunakan untuk pelayanan kesehatan, disebabkan sumber air bersih yang sangat sulit serta akses jalan menuju ke Puskesmas tidak ramah terhadap pasien.
Dari temuan Pansus DPRK dan kritikan pedas Ikhsan tersebut, kini Dinas Kesehatan Abdya mulai berbenah dan mengevaluasi apa saja yang menjadi persoalan yang didapati di lapangan.
“Alhamdulillah dan ucapkan terimakasih kami kepada anggota DPRK Abdya, yang telah melakukan pansus hingga apa saja kelemahan kami dapat kami lakukan evaluasi, terutama kepada bapak Ikhsan yang telah memberikan kritik dan saran terkait persoalan para petugas atau tenaga kesehatan yang bermasalah,” kata Safliati saat diwawancarai oleh awak media ini di ruang kerjanya, Senin (04/07/2022).
Ia menjelaskan bahwa, para petugas kesehatan yang kami tempatkan itu sudah kami evaluasi kembali bukan hanya di petugas kesehatan di tempat sarana seperti Polindes, Pustu maupun Poskedes saja, namun juga kepada petugas Nakes lainnya dibawah Puskesmas yang ada.
“Alhamdulillah semua petugas Nakes sudah kami evaluasi, bukan hanya petugas di Polindes, Pustu, Poskedes namun juga kepada petugas Posyandu Plus, Penanggungjawab Desa dan tenaga Kontrak Kesehatan yang ditugaskan di Gampong-gampong,” ungkap Kadinkes Safliati.
Menurut data yang diterima pihak media ini, tercatat ada 152 orang petugas kesehatan yang dievaluasi pihak Dinkes Abdya. 28 orang petugas kesehatan di Pustu, 68 di Puskesdes, Posyandu Plus 4 orang, 5 orang Penanggungjawab di Desa dan 10 orang tenaga Kontrak yang ditempatkan di Gampong-gampong.
“Selain itu, gedung atau fasilitas pelayanan kesehatan publik yang terapat dibawah Puskesmas kini sudah mulai terawat, namun masih ada juga beberapa fasilitas kesehatan yang masih belum berbenah,” ucap Safliati.
Ia menghimbau kepada para petugas yang telah ditempatkan, untuk senantiasa selalu aktif dan provisional dalam bekerja serta menjaga fasilitas kesehatan yang telah ada.
“Kepada para Kepala Puskesmas (Kapus) yang berada di wilayah Abdya kami inggatkan, agar tidak lepas kontrol atas perkembangan para petugas yang telah ditetapkan dibawah unit atau Puskesmas nya masing-masing. Ingat, setiap hal apa saja itu pasti ada konsekuensinya,” tegas Kadinkes Abdya, Safliati, S.ST, M.Kes terkait provisionalitas para tenaga kesehatan di Abdya.
Reporter: Rusman








