Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Apa Misi Sebenarnya Kunjungan Jokowi ke China sampai Korsel

Admin1 by Admin1
27/07/2022
in Internasional
0

Jakarta – Presiden Joko Widodo mengunjungi tiga negara di Asia Timur yakni China, Jepang, dan Korea Selatan pada pekan ini.

Dalam pertemuan dengan Jokowi pada Selasa (26/7) sore, Presiden China Xi Jinping mengungkapkan kemesraan relasi RI-China. Kedua presiden juga menyepakati berbagai kerja sama dan kesepakatan yang kian mempererat kemitraan Jakarta dan Beijing.

Usai melawat China, Jokowi juga bergegas terbang ke Tokyo untuk bertemu Perdana Menteri Fumio Kishida hingga Kaisar Jepang Naruhito hari ini, Rabu (27/7).

Jokowi juga dijadwalkan langsung terbang ke Korsel setelah selesai melakukan kunjungannya di Jepang hari ini.

Dalam pernyataan persnya beberapa hari lalu, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menuturkan lawatan Jokowi ini menandakan ketiga negara tersebut merupakan mitra penting dan strategis Indonesia di kawasan.

Lawatan Jokowi ke tiga negara Asia Timur sekaligus ini pun menimbulkan pertanyaan terkait tujuan utama sang presiden dibalik tur kilatnya ini.

Jadi apa sebetulnya misi Jokowi melawat China, Jepang, dan Korsel?

Dalam kunjungannya ke China, Jokowi menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua negara sekaligus kawasan dan dunia.

“China adalah mitra strategis komprehensif Indonesia. Kita harus mengisi kemitraan tersebut dengan kerja sama yang menguntungkan untuk negara kita, dan sekaligus untuk kawasan dan dunia,” ucap Jokowi.

Fokus kerja sama ekonomi dan perdagangan juga terlihat dari setidaknya tujuh kesepakatan dan kerja sama yang dicapai China-Indonesia saat lawatan Jokowi kemarin.

Namun, menurut pengamat dari Departemen Hubungan Internasional, Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), Waffa Kharisma, kunjungan kilat Jokowi ke China hingga Korsel ini bukan sekadar memperkuat kerja sama bilateral Indonesia saja.

Waffa menjelaskan kunjungan Jokowi ke China, Jepang, dan Korsel ini seakan mencerminkan rasa terima kasih Indonesia kepada tiga negara yang mendominasi kawasan Asia Timur tersebut.

Sebab, menurut Waffa, ketiga negara itu yang paling sigap dan banyak membantu Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, terutama di waktu-waktu sulit seperti saat pandemi Covid-19.

“Ini ekstensi persahabatan yang terbangun di era krisis kemarin,” kata Waffa kepada CNNIndonesia.com, Selasa (26/7).

Waffa juga menjabarkan kunjungan itu dari kacamata geopolitik dan ekonomi. Menurut dia, lawatan ini semakin menunjukkan penguatan hubungan antara ASEAN dan ketiga negara tersebut atau ASEAN+3.

“Saat pandemi terlihat pola interaksinya yang mana yang bantu siapa duluan. Itu kacamata besarnya,” ucap dia lagi.

Sementara itu, Xu Liping, seorang peneliti studi Asia Tenggara di Akademi Ilmu Sosial China di Beijing, mengatakan kepada Global Times bahwa selama menjabat sebagai presiden RI, Jokowi memang memprioritaskan menarik investasi asing ke Indonesia dan memperluas perdagangan.

Hal itu, kata Xu terlihat dari volume perdagangan antara China dan Indonesia berlipat ganda pada 2021 jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Statistik menunjukkan bahwa volume perdagangan bilateral antara Indonesia dan China mencapai lebih dari US$120 miliar pada 2021, meningkat 58,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Padahal, pandemi Covid-19 masih menghantui dunia.

Para pengamat pun menilai lawatan Jokowi ke Jepang dan Korsel tidak akan terlalu jauh berbeda dengan hasil kunjungannya ke China, yakni fokus menghasilkan sejumlah kesepakatan dan penguatan kerja sama terutama dalam ekonomi dan perdagangan.

“Kemungkinan oleh-oleh beliau nanti akan masih berupa trade deals [kerja sama ekonomi], komitmen investasi, komitmen inisiatif-inisiatif pasca-pandemi,” tutur Waffa lagi.

Pertahankan Citra Baik RI

Selain ucapan terima kasih, Waffa menilai lawatan Jokowi ke Asia Timur ini ditujukan untuk menjaga citra baik terutama di waktu krusial seperti saat ini, di mana Indonesia menjabat sebagai Presiden G20. Presidensi G20 Indonesia juga terus disorot sejak invasi Rusia ke Ukraina berlangsung pada Februari lalu.

Sejak itu, banyak negara anggota terutama Barat, menekan Indonesia agar menendang Rusia dari keikutsertaan G20 tahun ini. Namun, Indonesia berupaya bersikap netral dengan tetap mengundang seluruh anggota dan tak menerapkan sanksi terhadap Rusia.

Menurut Waffa, lawatan Jokowi ke tiga negara Asia Timur ini pun dilakukan guna meredam sejumlah anggapan bahwa RI tetap bersikap netral di tengah konflik tersebut. Dengan begitu, Indonesia berharap tiga negara di Asia Timur itu tetap mendukung RI di berbagai forum.

“Saya pikir Indonesia tengah gencar terkait mengamankan potensi citra buruk itu. Indonesia tengah khawatir citra kepemimpinannya di dunia internasional terdampak karena kebetulan ada situasi darurat seperti di Eropa,” ujar Waffa lagi.

Jika Indonesia tak melanjutkan upaya lobi atau diplomasi ini, Waffa menilai Jakarta akan kesulitan membentuk citra sebagai penengah.

Ia kemudian menjelaskan lebih lanjut, secara peluang, seharusnya Indonesia bisa memanfaatkan pertemuan ke tiga negara Asia Timur ini untuk membangun kepercayaan.

“Indonesia bisa jadi pihak yang membangun kepercayaan, sambil juga membujuk negara-negara [China, Jepang, Korsel] ini gimana caranya mengatasi krisis-krisis seperti krisis pangan,” terang dia lagi.

Sementara itu, pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah, mengatakan kunjungan Jokowi ke tiga negara Asia Timur itu akan membahas sejumlah hal lain di luar kerja sama ekonomi.

Rezasyah mencontohkan konflik China dan sejumlah negara ASEAN di Laut China Selatan mungkin akan masuk dalam topik pertemuan Jokowi Xi Jinping.

“Dengan China kemungkinan besar akan dibahas Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan, sehubungan dengan semakin agresifnya Coast Guard China,” kata dia.

Ia juga menilai kemungkinan pertemuan Jokowi dengan Xi Jinping akan membahas kritik RI atas Nine Dash line (NDL) atau garis putus-putus versi China yang bertentangan dengan Hukum Laut PBB (UNCLOS).

Namun, baik Menlu Retno dan Jokowi sendiri tidak menyinggung soal isu Laut China Selatan dalam pertemuannya dengan Xi Jinping.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Gempa M 7,3 Filipina, Wali Kota La Paz Ungkap Potensi Kerusakan Parah

Next Post

Gempa M 7,3 di Filipina, Bangunan Hancur dan Jaringan Listrik Putus

Next Post
Gempa 6,4 SR Sempat Buat Warga di Sinabang Panik

Gempa M 7,3 di Filipina, Bangunan Hancur dan Jaringan Listrik Putus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Nominal Transaksi QRIS di Aceh Capai Rp2,7 Triliun Selama 2026

Nominal Transaksi QRIS di Aceh Capai Rp2,7 Triliun Selama 2026

06/07/2026
Wakil Bupati Aceh Besar Sampaikan Nota Pengantar Raqan Pertanggungjawaban APBK 2025

Wakil Bupati Aceh Besar Sampaikan Nota Pengantar Raqan Pertanggungjawaban APBK 2025

06/07/2026
FPA: PT PEMA di Bawah Mawardi Nur Sedang Benahi Beban Masa Lalu, Publik Perlu Beri Kepercayaan

FPA: PT PEMA di Bawah Mawardi Nur Sedang Benahi Beban Masa Lalu, Publik Perlu Beri Kepercayaan

06/07/2026
Kejurda Karate FORKI Aceh Perebutkan Piala Bupati Pidie Jadi Barometer Pembinaan Atlet Menuju Pentas Nasional

Kejurda Karate FORKI Aceh Perebutkan Piala Bupati Pidie Jadi Barometer Pembinaan Atlet Menuju Pentas Nasional

06/07/2026
Nasir Syamaun berpose bersama Sarjev, salah seorang panitia Jazz Fashion. (foto: Ist.)

Nasir Syamaun Dipastikan Hadir di Jazz Fusion Fiesta, Sinyal Kuat Kebangkitan Jazz Tanah Rencong

06/07/2026

Terpopuler

Apa Misi Sebenarnya Kunjungan Jokowi ke China sampai Korsel

27/07/2022

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Komisaris PIM Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Pidie Jaya

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

Fantastis, 21 Siswa SMAN 1 Tapaktuan Terpilih Anggota Paskibra Aceh Selatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com