MEULABOH – Pelaksanaan hari kedua, ajang Silaturahmi Mahasiswa Baru (SIMBA), Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar (UTU), Meulaboh. di Lantai 4 Gedung Integratif Kampus, Jumat, 19/9/2022.
Sehari sebelumnya, seluruh peserta SIMBA berjumlah 1.970 disambut di depan Gerbang Pintu UTU yang memiliki nilai-nilai srsitektur, oleh Rektor UTU Dr Ishak Hasan, M. Si. Selanjutnya pada sore harinya diserahkan kepada masing-masing Fakultas, diantaranya diterima oleh Dekan FISIP UTU, Basri, SH., MH.
Menurut Sekertaris Prodi Ilmu Komunikasi, Al Zuhri, M. Lit, pelaksanaan SAMBA hari kedua diikuti 123 mahasiswa dengan penuh antusias dan berpartisipasi aktif. Ada tanya jawab, ice breaking, hingga perkenalan para dosen dan penyampaian materi oleh para dosen.
Pengenalan Prodi dan Kurikulum oleh Ka Prodi dan Sekretaris Prodi, materi Etika dan Kepemimpinan oleh Said Fadhlain S. IP., M.A, bersama Iwan Doa Sampena, MPS, Sp, Materi Pengenalan Laboraturium Komunikasi, oleh Fiyandi Mauliyansyah, M.A dan Saiful Amri, M.A, Pengenalan Program Kreatifitas mahasiswa (PKM) oleh Desi Maulida, M.A dan Asmaul Husna, M.A, untuk materi Motivasi dan kadik mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa/I Komunikasi (HIMAKOM).
Pada session materi Etika Kepemimpinan, Said Fadhlain, S. IP., MA, mengajak adik-adik mahasiswa baru untuk merenung sejenak tentang makna penobatan diri sebagai mahasiswa yang identitifikasi sebagai kaum terpelajar.
“Etika merupakan dasar dari pembentukan karakter mahasiswa yang memiliki karakter dan etika yang baik. Mahasiswa kelak menjadi, dosen, pemimpin keluarga, pemimpin masyarakat ataupun professional dibidangnya. Untuk itu, insan akademis yang menambatkan dirinya sebagai mahasiswa baru harus mampu menerapkan etika dengan baik,” ujarnya.
“Etika bukanlah hafalan, imbauan semata, tetapi merupakan smart emotional intelligensi, tentang bersikap dan bertingkah laku, berkomunikasi, memberikan keteladanan yang baik, dimulai dari diri sendiri, pada akhirnya terkonvergensi yaitu bersama-sama meneladnai satu sama lainnya,” pungkas Said Fadhlain, S. IP., M.A yang juga dosen pengampu Etika dan Fisafat Komunikasi.











