Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Terima Kunjungan CMI, Wali Nanggroe: Perdamaian Aceh Masih Dalam Pantauan Internasional

Admin1 by Admin1
19/09/2022
in Nanggroe
0
Terima Kunjungan CMI, Wali Nanggroe: Perdamaian Aceh Masih Dalam Pantauan Internasional

Banda Aceh – Tim dari Crisis Management Initiative (CMI) Martti Ahtisaari Peace Foundation Helsinki kembali melakukan lawatan ke Aceh, dalam rangka melihat langsung perkembangan terkini pasca 17 tahun perdamaian.

Tiba di Bandara Sulthan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, rombongan yang terdiri dari Major General (ret) Jaakko Oksanen selaku Senior Advisor (Penasihat Senior) CMI, Mr. Okasari Eronen Head of ASEAN Programs CMI, dan Mr. Antti Ammala Head of communication CMI disambut langsung oleh Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, didamping Staf Khusus Dr. M. Raviq.

“General Jaako tiba di Aceh kemarin, 18 September 2022. Dari bandara, Wali Nanggroe mengajak Tim CMI ke Meuligoe untuk jamuan makan siang. Dan pada hari ini CMI bersama Wali Nanggroe mangadakan pertemuan khusus membahas persolan-persoalan terkait Aceh,” kata Kabag Kerjasama dan Humas Wali Nanggroe M. Nasir Syamaun MPA menjelaskan, Senin 19 September 2022.

Selain CMI dan Wali Nanggroe, pertemuan yang berlangsung di Meuligoe Wali Nanggroe juga dihadiri oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, SH, M M serta dari Kodam Iskandar Muda yang diwaliki Asisten Intelijen, Kolonel Inf. Aulia Fahmi Dalimunte, S.Sos, dikarenakan Panglima Kodam (Pangdam) beserta jajaran pimpinan sedang berada di luar Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, General Jaako mengatakan, proses tindaklanjut perdamaian yang ditengahi oleh pihak pada 2005 silam Di Helsinki dilakukan bersama-sama oleh orang-orang yang berada d Aceh, dan di Jakarta.

“Dan kami menemukan bahwa ada beberapa kasus yang belum terpenuhi dengan baik. itu merupakan proses yang panjang untuk perdamaian, sedikit demi sedikit langkah demi langkah, dan akan timbul banyak hal positif. Dan itu adalah hal yang baik,” ucap General Jaako.

Ia juga menambahkan, pihaknya sangat yakin situasi ekonomi di Aceh akan sangat baik untuk generasi muda.
Kepada Wali Nanggroe, Kapolda dan perwakilan Kodam Iskandar Muda, General Jaako juga menanyakan perkembangan terkini situasi keamanan, sosial, pembangunan dan ekonomi di Aceh.

Untuk diketahui, General Jaako merupakan mantan Ketua Aceh Monitoring Mission (AMM) yang pernah menerima penghargaan Bintang Jasa Utama Pemerintah Republik Indonesia 2007 lalu dari Panglima TNI waktu itu, Marsekal Djoko Suyanto.

Menanggapi pertemuan CMI, Wali Nanggroe menyebutkan bahwa kunjungan tim CMI kali ini adalah hal yang sangat positif bagi Aceh. Kepada Wali Nanggroe, General Jaako mengatakan bahwa hasil pertemuan tersebut akan menjadi catatan laporan CMI.

Sama seperti pernyataan-pertanyaan sebelumnya, CMI menyebutkan bahwa perdamaian yang diraih Aceh merupakan contoh yang paling bagus dalam penanganan konflik bersenjata yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Saat ini CMI juga sedang berupaya menengahi konflik yang terjadi di berbagai negara, salahsatunya di Myanmar. Penyelesaian perdamaian Aceh dijadikan sebagai salahsatu rule model dalam upaya tersebut.

“Hal itu menjadi indikasi bahwa secara tidak langsung perdamaian Aceh ini terus mendapat pantauan dunia internasional,” sebut Wali Nanggroe.

Terkait butir-butir MoU Helsinki yang belum terselesaikan, Wali Nanggroe mengatakan telah melaporkan kepada CMI dalam pertemuan tersebut.

“Kita sudah laporkan semuanya kepada mereka, sekarang terpulang kepada mereka. Mereka ingin tahu juga, apa-apa saja yang belum diselesaikan. Setiap tahun mereka selalu bertanya tentang perkembangan perdamaian Aceh, berarti mereka masih ada tanggungjawab,” tambah Wali Nanggroe.

Perdamaian yang telah diraih, dan perkembangan terkini yang dicapai, kata Wali Nanggroe adalah kepentingan orang Aceh.

Oleh karenanya, ia kembali mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga dan merawat perdamaian yang saat ini telah berusia 17 tahun, dan mampu dipertahankan dengan baik. “Walaupun kadang-kadang ada juga pihak-pihak tertentu yang ingin mengganggu, tetapi sampai hari ini kita dapat menghadapinya,” tegas Wali Nanggroe.[]

Previous Post

Dugaan Korupsi AWSC, Kuasa Hukum Nilai Penahanan Bang M Tidak Tepat

Next Post

Rimeung Meuaneuk FC Raih Tiket Semifinal Turnamen Aceh Damai Cup

Next Post
Rimeung Meuaneuk FC Raih Tiket Semifinal Turnamen Aceh Damai Cup

Rimeung Meuaneuk FC Raih Tiket Semifinal Turnamen Aceh Damai Cup

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Nominal Transaksi QRIS di Aceh Capai Rp2,7 Triliun Selama 2026

Nominal Transaksi QRIS di Aceh Capai Rp2,7 Triliun Selama 2026

06/07/2026
Wakil Bupati Aceh Besar Sampaikan Nota Pengantar Raqan Pertanggungjawaban APBK 2025

Wakil Bupati Aceh Besar Sampaikan Nota Pengantar Raqan Pertanggungjawaban APBK 2025

06/07/2026
FPA: PT PEMA di Bawah Mawardi Nur Sedang Benahi Beban Masa Lalu, Publik Perlu Beri Kepercayaan

FPA: PT PEMA di Bawah Mawardi Nur Sedang Benahi Beban Masa Lalu, Publik Perlu Beri Kepercayaan

06/07/2026
Kejurda Karate FORKI Aceh Perebutkan Piala Bupati Pidie Jadi Barometer Pembinaan Atlet Menuju Pentas Nasional

Kejurda Karate FORKI Aceh Perebutkan Piala Bupati Pidie Jadi Barometer Pembinaan Atlet Menuju Pentas Nasional

06/07/2026
Nasir Syamaun berpose bersama Sarjev, salah seorang panitia Jazz Fashion. (foto: Ist.)

Nasir Syamaun Dipastikan Hadir di Jazz Fusion Fiesta, Sinyal Kuat Kebangkitan Jazz Tanah Rencong

06/07/2026

Terpopuler

Terima Kunjungan CMI, Wali Nanggroe: Perdamaian Aceh Masih Dalam Pantauan Internasional

Terima Kunjungan CMI, Wali Nanggroe: Perdamaian Aceh Masih Dalam Pantauan Internasional

19/09/2022

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Komisaris PIM Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Pidie Jaya

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

Fantastis, 21 Siswa SMAN 1 Tapaktuan Terpilih Anggota Paskibra Aceh Selatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com