Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Danwil Aceh Paparkan Sejarah Berdirinya KOKAM di Perkaderan BAD Pemuda Muhammadiyah Abdya

Atjeh Watch by Atjeh Watch
09/10/2022
in Lintas Barat Selatan
0

BLANGPIDIE – Tak bisa dipungkiri, bahwa usia persyarikatan Muhammadiyah yang lebih dari satu abad ini, telah melahirkan sebuah gerakan Kepemudaan yang diberi nama, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM).

Hal tersebut dipaparkan oleh Danwil Kokam Aceh, Zikri Wen Gatap saat mengisi materi KOKAM pada agenda Perkadera Baitul Arqam Dasar (BAD) Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Aceh Barat Daya, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Blangpidie, Minggu (09/10/2022).

KOKAM lahir sebagai jawaban atas keprihatinan segenap kader persyarikatan Muhammadiyah pada awal tahun 1965. Tujuan lahirnya adalah untuk memberi dukungan fisik terhadap perjuangan bangsa, inilah bentuk peran konkrit Bela negara dari persyarikatan Muhammadiyah, dalam bersama komponen bangsa yang lainnya dalam memberi dukungan fisik terhadap berbagai bentuk ancaman bagi kedaulatan Negara Republik Indonesia.

Dimasa masa genting, saat terjadinya tragedi Gestapu PKI, kaum komunis mulai berusaha mematangkan kadernya dengan meningkatkan ofensif revolusionernya, dan mulai mengadakan percobaan-percobaan dengan melakukan aksi-aksi sepihak. Pada tanggal 15 November 1961, sekitar 3000 orang anggota yang diberi nama Barisan Tani Indonesia (BTI) mengadakan aksi sepihak, yang menggarap tanah milik Perusahaan Perkebunan Negara secara liar.

Adanya aksi-aksi sepihak itu, kemudian dilancarkan oleh PKI, diberbagai daerah mereka meningkatkan situasi revolusioner sebagai persiapan merebut kekuasaan. Peristiwa Bandar Betsi di Sumatra Utara dimana seorang Letnan angkatan darat, gugur dengan cara dicangkul oleh BTI dan peristiwa itu cukup menyakitkan hati Pimpinan Angkatan Darat.

Bukan cuma itu, lanjut Wen Gatap, PKI dengan gerakannya juga berupaya menggerogotkan ideologi negara. Pancasila diperas menjadi Trisila, Trisila diperas menjadi Ekasila, Ekasila adalah Gotong Royong. Gotong Royong itu terwujud dalam Nasakom. Nasakom adalah singkatan dari Nasional, Agama, dan Komunis.

“Dalam konstelasi politik saat itu, Pemuda Muhammadiyah tidak mendapat tempat di Front Nasional karena ditolak menjadi anggota Front Pemuda. Yang menjadi anggota Front Pemuda hanyalah organisasi Pemuda yang berafiliasi dengan partai politik. Kemudian, untuk mengimbangi kegiatan Internasional yang sudah menjurus ke kiri, ummat Islam mengadakan Konferensi Islam Asia Afrika (KIAA),” ungkapnya.

Konferensi pendahuluan dilaksanakan pada tanggal 06-22 Juni 1964 di Jakarta, sedang Main Conference (Konferensi utamanya) diselenggarakan di Bandung dari tanggal 06-14 Maret 1965. Baik pada konferensi pendahuluan maupun pada konferensi utama susunan delegasi Indonesia orangnya tetap seperti Dr. Idham Chalid, Anwar Tjokroaminoto, A. Sjarchu, Sirajuddin Abbas, A Badawi (Muhammadiyah), Wartomo Dwidjojuwono (GASBIINDO), Aminuddin Aziz (NU), Marzuki Yatim (Muhammadiyah), Sofyan Sirajd (PERTI), M. Subhan Z.E (NU), Dja’far Zaenuddin (Al Washliyah), Let. Kol. Isa Idris (Pusrah AD), Syeh Marhaban (PSII), Hamid Widjaja (NU), Drs. Saidan Sohar.

“Drs. Lukman Harun duduk sebagai Wakil Sekretaris merangkap anggota ‘Pratical Working Comite’ untuk delegasi Indonesia. H. S. Prodjokusumo duduk di dalam sekretariat panitia penyelenggara dan ketua seksi pengerahan massa,” terang Wen Gatab.

Seksi pengerahan massa dibagi dua sub, untuk sub seksi pengerahan massa Jakarta dan sub seksi pengerahan massa Bandung. Sub seksi pengerahan massa di Jakarta dipercayakan kepada Kuaseni Sabil (PERTI) sebagai ketua, dan wakil ketua Suhadi (NU) dan wakil ketua Muhammad Suwardi (Muhammadiyah). Kuaseni sebagai ketua tidak dapat berbuat banyak karena di PERTI sulit untuk mengerahkan massa, maka semua kegiatan dipercayakan kepada wakil ketua yaitu Suhadi (NU) dan Drs. H. Muhammad Suwardi.

“Di sinilah, ummat Islam menunjukkan existensinya, unjuk kekuatannya dalam pengerahan massa. Massa ummat Islam terdiri tua-muda, pria-wanita, baik pada waktu penyambutan di Jakarta maupun di Bandung,” sebut Zikri Wen Gatap, seraya mengakhiri paparan materi KOKAM pada BAD PDPM Aceh Barat Daya. [Rusman]

Previous Post

India Selidiki 4 Merek Sirup Obat Batuk Usai 66 Anak Tewas di Gambia

Next Post

Buka Seminar Kepemudaan, Muslim: Pemuda Harus Kreatif dan Inovatif Di Era Digital

Next Post

Buka Seminar Kepemudaan, Muslim: Pemuda Harus Kreatif dan Inovatif Di Era Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Nominal Transaksi QRIS di Aceh Capai Rp2,7 Triliun Selama 2026

Nominal Transaksi QRIS di Aceh Capai Rp2,7 Triliun Selama 2026

06/07/2026
Wakil Bupati Aceh Besar Sampaikan Nota Pengantar Raqan Pertanggungjawaban APBK 2025

Wakil Bupati Aceh Besar Sampaikan Nota Pengantar Raqan Pertanggungjawaban APBK 2025

06/07/2026
FPA: PT PEMA di Bawah Mawardi Nur Sedang Benahi Beban Masa Lalu, Publik Perlu Beri Kepercayaan

FPA: PT PEMA di Bawah Mawardi Nur Sedang Benahi Beban Masa Lalu, Publik Perlu Beri Kepercayaan

06/07/2026
Kejurda Karate FORKI Aceh Perebutkan Piala Bupati Pidie Jadi Barometer Pembinaan Atlet Menuju Pentas Nasional

Kejurda Karate FORKI Aceh Perebutkan Piala Bupati Pidie Jadi Barometer Pembinaan Atlet Menuju Pentas Nasional

06/07/2026
Nasir Syamaun berpose bersama Sarjev, salah seorang panitia Jazz Fashion. (foto: Ist.)

Nasir Syamaun Dipastikan Hadir di Jazz Fusion Fiesta, Sinyal Kuat Kebangkitan Jazz Tanah Rencong

06/07/2026

Terpopuler

Danwil Aceh Paparkan Sejarah Berdirinya KOKAM di Perkaderan BAD Pemuda Muhammadiyah Abdya

09/10/2022

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Komisaris PIM Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Pidie Jaya

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

Fantastis, 21 Siswa SMAN 1 Tapaktuan Terpilih Anggota Paskibra Aceh Selatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com