BANDA ACEH – Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MA, menilai sosok Prof. Muhibbudin Waly Al-Khalidy, bukanlah sosok ulama kharismatik biasa.
Menurut pria yang akrab disapa Syech Fadhil ini, Prof Muhibbudin Waly adalah putra kelahiran Aceh, satu-satunya yang menjadi tokoh intelektual internasional.
“Bahkan hingga kini. Menurut saya, belum ada orang Aceh yang mampu menyusul jejak intelektual beliau,” kata Syech Fadhil dalam Kajian Peuglah Punca dengan tema ‘Sosok Abuya Prof. Muhibbudin Waly Al Khalidy Pelopor Tafaquh Fiddin Ke Timur Tengah.”
Kajian Peuglah Punca ini dihadiri jamaah Tastafi, perwakilan dayah dari berbagai pelosok Aceh serta berlangsung di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Rabu malam 21 Desember 2022.
Kajian ini berlangsung dalam rangka rangkaian haul ke XI tokoh intelektual dayah Aceh itu yg menyelesaikan disertasi s3 di Universitas Alazhar Mesir.
“Beliau itu ulama kharismatik, tapi juga seorang politisi. Beliau pernah jadi anggota DPR RI, dewan pertimbangan agung (penasehat presiden) serta sejumlah jabatan lainnya.”
“Di Jakarta, beliau mengisi kajian di Masjid Istiqlal. Karya beliau menjadi kajian penting di Malaysia dan Asia Tenggara,” kata Syech Fadhil.
Dari biografi Abuya, kata sahabat UAS ini, terdapat ibrah dan pembelajaran yang penting bagi para santri dayah di Aceh dan umat Islam pada umumnya.
“Bahwa politik dan agama itu tidak dapat dipisahkan. Sosok seperti Abuya sulit dicari tandingan hingga kini. Saya sendiri masih jauh di bawah beliau dalam hal politik. Apalagi soal keilmuan dan kesufian,” ujar senator yang dikenal dekat dengan kalangan dayah di Aceh ini.
Selain Syech Fadhil, kajian ini juga dihadiri oleh pemateri seperti Drs. H. Abi Hidayat M. Wali yang merupakan putra dari Abuya Prof. Muhibbudin Waly. Kemudian juga hadir Dr. H. Tgk. Awwaluz Zikri Zailani Lc MA selaku pimpinan Dayah Darul Faqih Qur’ani dan doctor fiqh muqaran, serta Teungku Mustafa Husen Woyla selaku Ketua Umum DPP ISAD.










