BANDA ACEH – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, berharap tahun 2023 Aceh dapat mengubah manajemen anggarannya. Dari dominan untuk belanja pegawai lebih memperbesar anggaran mengembangkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Tito, Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) masih sangat tergantung dari anggaran transfer pusat. Sementara PAD masih sangat kecil.
“Belum kreatif. Belum ada terobosan kreatif,” katanya, Kamis (22/12).
Hal itu disampaikan saat memberi pengarahan pada kepala daerah. Tito turut mengkritik besarnya belanja pegawai di Aceh. Hal itu menurutnya menjadi salah satu penyebab Aceh masih miskin.
Ironisnya, kondisi tersebut terjadi dengan posisi anggaran Aceh masuk lima besar tertinggi di Indonesia. Harusnya memberikan dampak besar terhadap masyarakat Aceh yang jumlahnya hanya 5 juta jiwa.
Tito menegaskan, harus ada perbaikan komposisi belanja, yang belanjanya sebagian besar digunakan untuk pegawai dan barang jasa.
Dari total APBA Rp16 triliun, belanja pegawai hampir 60-70 persen untuk gaji pegawai dan tunjangan kinerjanya, ditambah lagi belanja barang jasa.
“Sementara untuk pembangunan rakyatnya cuma 20 hingga 25 persen,” ujarnya.











