Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

FBCB Desak Negara Perhatikan Pemilih Kelompok Minoritas dan Marjinal

Atjeh Watch by Atjeh Watch
01/02/2023
in Nanggroe
0

Banda Aceh – Forum Belajar Capacity Building (FBCB) mendesak negara memperhatikan kelompok minoritas dan marjinal dalam pelaksanaan Pemilu 2024, khususnya perempuan dan laki-laki pemilih pemula, disabilitas, dan lansia. Harus diperhatikan juga keluarga korban KDRT dan kekerasan seksual, korban pernikahan anak dan dini, kelompok pelaku usaha mikro dan kecil, PRT dan pekerja sektor informal, serta petani.

Hal itu disampaikan Koordinator FBCB, Eva Khovivah, dalam siaran pers yang diterima media ini, Rabu 1 Februari 2023.

“FBCB merupakan forum penguatan kapasitas bagi anggota yang terdiri dari 15 LSM di Sumatera, yang berkomitmen memastikan seluruh anggota dan kelompok dampingannya bersatu melawan politik identitas dan patriarki dalam Pemuli 2024,” kata Eva, yang juga Direktur Pelaksana Perkumpulan Keluarga Berencana (PKBI) Aceh.

Eva menjelaskan, para anggota FBCB berpengalaman bekerja di delapan provinsi untuk penguatan perempuan akar rumput dan memberi layanan perempuan korban kekerasan berbasis identitas gender dan seksualitas, mendampingi pengusaha mikro dan usaha kecil. Penguatan lainnya dilakukan terhadap petani, kelompok minoritas dan marjinal seperti disabilitas, lansia, perempuan muda dan anak perempuan, miskin kota dan perempuan pedesaan. “Dari pengalaman ini menunjukkan masih minimnya perhatian dan komitmen terhadp kepentingan dan kebutuhan mereka,” tegasnya.

“Posisi sosial perempuan, kelompok minoritas, dan marjinal tersebut masih dianggap lebih rendah dari yang lain, yang terlihat dari minimnya partisipasi mereka secara bermakna dalam proses pengambilan keputusan maupun keterwakilan dalam kepemimpinan,” tambah Eva.

Pengalaman FBCB lainnya, urai Eva, meski UU Pemilu telah mensyaratkan jumlah minimum perempuan 30% dalam pencalonan, tetapi faktanya dalam seluruh periode Pemilu sejak 1999, prosentase perempuan yang terpilih tidak pernah beranjak dari sekitar 20%. Berdasarkan hasil Pemilu 2019, keterwakilan perempuan di DPR-RI berada pada angka 20,8 persen atau 120 anggota legislatif perempuan dari 575 anggota DPR RI.

“Sementara dalam pemilihan kepala daerah yang diselenggarakan secara serentak di 270 daerah di Indonesia pada 9 Desember 2020, hanya lima perempuan menjadi peserta sementara laki-laki berjumlah 45 orang dalam pemilihan gubernur,” katanya.

Data lain menunjukkan, di tingkat kabupaten/kota, hanya 26 orang perempuan di pemilihan walikota sementara laki-laki berjumlah 126 orang; dan 128 orang perempuan di pemilihan Bupati sementara laki-laki berjumlah 1.102 orang. “Karena itu, FBCB yakin bahwa kesenjangan jumlah perempuan dan laki-laki akan lebih buruk lagi bila masuk ke level pedesaan dan kelurahan,” ujarnya.

Menurut Eva, budaya patriarki yang meyakini laki-laki yang pantas menjadi pemimpin, ditambah dengan politik identitas dan aturan-aturan adat dari beragam suku untuk mendiskriminasi perempuan, telah membuat akses perempuan ke kepemimpinan semakin terpuruk.

“Keterbatasan akses perempuan, kelompok minoritas, dan marjinal terhadap sumberdaya ekonomi, informasi dan teknologi informasi yang sangat didominasi oleh media sosial, telah memperburuk situasi yang dihadapi, terutama menjelang Pemilu maupun Pilkada 2024,” tambahnya lagi.

Oleh karena itu, tegas Eva, FBCB akan terus memperkuat keorganisasian internalnya dan berkolaborasi dengan semua pihak yang percaya dengan keadilan gender, demokrasi dan keberagaman untuk memperkuat gerakan perempuan akar rumput dan kelompok minoritas.

Pada bagian akhir siaran pers FBCB mengharapak semua pihak bersedia berkontribusi untuk melakukan pendidikan politik bagi perempuan akar rumput, agar memastikan diri menjadi wakil rakyat maupun pemimpin dalam Pemilu dan Pilkada 2024, serta menjadi pemilih cerdas yang bebas dari politik uang.

“Kami mengharapkan berbagai komponen bangsa membantu mengkampanyekan dan menyuarakan agenda politik perempuan dan kelompok minoritas, serta melaksanakan peningkatan kapasitas bagi pemimpin perempuan di akar rumput, khususnya bagi lembaga yang baru melakukan regenerasi kepemimpinan,” pungkas Eva.

Previous Post

Polres Pijay Pantau Kepulangan Ayah Rahmad Aulia dari RSUD Cut Mutia ke Pijay

Next Post

DPRA Desak Perusahaan Perkebunan Bangun Jalan dengan Dana CSR

Next Post

DPRA Desak Perusahaan Perkebunan Bangun Jalan dengan Dana CSR

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kim Jong Un Mau Tambah Senjata Nuklir Korut, AS Makin Ketar-ketir

Kim Jong Un Mau Tambah Senjata Nuklir Korut, AS Makin Ketar-ketir

10/07/2026
Honor Kader Posyandu dan Bantuan KWT Jadi Sorotan Reses DPRK Banda Aceh

Honor Kader Posyandu dan Bantuan KWT Jadi Sorotan Reses DPRK Banda Aceh

10/07/2026
MTC Juara Umum Kelas Festival & Pemula, Rahih 78 Medali di Student Champhionship

MTC Juara Umum Kelas Festival & Pemula, Rahih 78 Medali di Student Champhionship

09/07/2026
Pangan Murah, Warga Krueng Barona Jaya Antusias Berburu Sembako Bersubsidi

Pangan Murah, Warga Krueng Barona Jaya Antusias Berburu Sembako Bersubsidi

09/07/2026
139 Mahasiswa KKN Periode XXIX 2026 dari Universitas Syiah Kuala Dilepas ke Peudada

139 Mahasiswa KKN Periode XXIX 2026 dari Universitas Syiah Kuala Dilepas ke Peudada

09/07/2026

Terpopuler

Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Bireuen dan Dua Anaknya dari Malaysia

Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Bireuen dan Dua Anaknya dari Malaysia

09/07/2026

Ohku, DAK Fisik Nol Persen, Pembangunan Pidie Jaya Terancam Molor

21 Siswa SMA Unggul Subulussalam Lolos Sepuluh Besar OSN-P Nasional, Ini Kata Kacabdisdiknya

Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Pascabanjir, BI dan Pemkab Pidie Jaya Siapkan Model Pemulihan Ekonomi Berbasis Pertanian

139 Mahasiswa KKN Periode XXIX 2026 dari Universitas Syiah Kuala Dilepas ke Peudada

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com