Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Misteri Jembatan Rp10,1 Miliar ‘Penyebab Macet’ di Lamnga-Lam Ujung

Atjeh Watch by Atjeh Watch
01/02/2023
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Keberadaan proyek penggantian jembatan Krueng Lam Ujung-Lamnga, Kabupaten Aceh Besar, kini sedang menjadi sorotan public.

Pasalnya, proyek yang pembangunannya menggunakan APBN ini tak kunjung selesai hingga awal 2023. Padahal, jembatan darurat nyaris ambruk. Hal ini mengakibatkan macet panjang setiap harinya.

Kondisi jembatan yang berlumpur serta berlubang juga menyebabkan rawan kecelakaan bagi pengemudi roda 2 dan 4.

Hasil penelusuran atjehwatch.com di lpse.pu.go.id, proyek penggantiann jembatan Kr Lam Ujong (01.001.004.0) dengan kode RUP 30296832 serta bersumber dari APBN.

Proyek ini memiliki nilai Pagu dan HPS Senilai Rp12.640.000.000,00. Sedangkan pemenang tender proyek ini adalah CV. Total Bangun Sarana yang beralamat di Jalan Pari No. 28 Gampong Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh,  Provinsi Aceh dengan nilai kontrak akhir sebesar Rp10.112.000.000.

Di situs LPSE disebutkan, pengerjaan proyek di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini harusnya dimulai 25 November 2021. Kemudian proyek ini harusnya selesai pada 31 Desember 2022.

Namun data-data ini sedikit berbeda dengan temuan di lapangan.

Sumber atjehwatch.com menyebutkan, kondisi jembatan penghubung Lam Ujung-Lamnga masih dalam kondisi bagus pada akhir 2021.

“Pada 2021, kondisi jembatan masih dalam kondisi bagus. Akhir 2021, malah ada proyek pengaspalan jalan dan pembaikan,” ujar sumber atjehwatch.com.

Pembangunan jembatan darurat sendiri dilakukan pada pertengahan Ramadan 2022. Sedangkan jembatan penghubung yang masih dalam kondisi bagus tadi dirubuhkan pada Minggu akhir Ramadan 2022.

“Jadi saat lebaran Idul Fitri 2022, mulai aktif jembatan darurat digunakan,” kata sumber tadi.

Namun, kata warga Lamnga ini, usai Idul Fitri hingga jelang Idul Adha, nyaris tak terlihat aktivitas yang berarti di lokasi proyek jembatan penghubung tadi. Menurut informasi, pekerja yang didatangkan dari luar Aceh tak kunjung kembali untuk bekerja karena sejumlah faktor.

“Kabarnya tidak dibayar gaji. Sedangkan para pekerja baru, mulai terlihat aktivitas pada Desember 2022 lalu. Hingga seperti sekarang. Per 31 Desember 2022, masih dalam bentuk rangka,” ujarnya.

Beberapa warga di sekitar lokasi jembatan mengaku pernah melihat plamplet proyek. Ada ditulis salah satu PT sebagai pengerja proyek di lokasi.

“Yang pasti bukan CV. Total Bangun Sarana. Saya yakin. Nama PT nyan itu ada ‘Pesada-pesada’ nya. Sekarang plampletnya sudah dicopot. Sedangkan pengerjaan masih berlanjut,” jelas dia.

Kini, hingga awal Februari 2023, pengerjaan proyek penggantian jembatan hubung Lam Ujong masih belum selesai.

Sementara kondisi jembatan darurat yang dilintas oleh ribuan kendaraan tiap harinya dalam kondisi yang memprihatinkan.

“Lubang besar tiap hari muncul. Pekerja hanya memperbaiki dengan menimbun tanah. Tapi kemudian kembali berlubang,” ujar warga setempat.

“Terlepas ada berbagai hal di sana. Kalau bisa selesai-lah. Masak untuk pergi ke Labuy saja, harus antri berjam-jam,” kata Saryulis, warga setempat lainnya.

Previous Post

Harimau Kembali Mengganas dan Terkam Dua Warga Kecamatan Pasie Raja

Next Post

Harga BBM Nonsubsidi Pertamina dari Aceh-Papua Naik 1 Februari

Next Post

Harga BBM Nonsubsidi Pertamina dari Aceh-Papua Naik 1 Februari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Surati Kementerian ESDM, Wakil Ketua DPRK Perjuangkan Kemandirian Listrik di Banda Aceh

Surati Kementerian ESDM, Wakil Ketua DPRK Perjuangkan Kemandirian Listrik di Banda Aceh

10/07/2026
Siswa SMAN 9 Banda Aceh Raih Juara Satu Festival Musikalisasi dan Puisi Tingkat Provinsi

Siswa SMAN 9 Banda Aceh Raih Juara Satu Festival Musikalisasi dan Puisi Tingkat Provinsi

10/07/2026
577 Mahasiswa Unsam Siap Mengabdi di 50 Desa Aceh Timur

577 Mahasiswa Unsam Siap Mengabdi di 50 Desa Aceh Timur

10/07/2026
Siswa Sabang Raih Juara I Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Aceh 2026

Siswa Sabang Raih Juara I Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Aceh 2026

10/07/2026
Mendagri Klaim Aceh Sudah Normal Tapi Belum Permanen

Mendagri Tito Tinjau Langsung Jembatan Enang-Enang

10/07/2026

Terpopuler

Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Bireuen dan Dua Anaknya dari Malaysia

Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Bireuen dan Dua Anaknya dari Malaysia

09/07/2026

Ohku, DAK Fisik Nol Persen, Pembangunan Pidie Jaya Terancam Molor

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Pascabanjir, BI dan Pemkab Pidie Jaya Siapkan Model Pemulihan Ekonomi Berbasis Pertanian

21 Siswa SMA Unggul Subulussalam Lolos Sepuluh Besar OSN-P Nasional, Ini Kata Kacabdisdiknya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com