Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Prabowo Mau Ada Kodam di Setiap Provinsi Seperti Polda, Tuai Kritik

Atjeh Watch by Atjeh Watch
12/02/2023
in Nasional
0

Jakarta – Rencana penambahan Komando Daerah Militer (Kodam) bergulir selama beberapa hari terakhir.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengungkap rencana pembangunan kekuatan militer tiap wilayah. Rancangannya, tiap provinsi memiliki Kodam, tiap kabupaten ada Komando Distrik Militer (Kodim) dan tiap kecamatan terdapat Komando Rayon Militer (Koramil).

Tak hanya membangun kekuatan militer, rencana ini juga muncul setelah dirinya tahu ada beberapa wilayah yang absen pengamanan TNI. Kalimantan, misal, memiliki kabupaten yang kaya sumber daya alam tapi pengamanan nihil.

“Bayangkan luas seperti ini, kaya seperti itu, tentaranya enggak ada. Bagaimana bila ada yang mengambil harta kekayaan kita?” ungkap Prabowo saat memberikan arahan di depan anggota Babinsa Kodam I Bukit Barisan di Medan, Sumut, Jumat (27/1).

Berikut situasi perkembangan rencana penambahan Kodam di provinsi.

KSAD Dudung Abdurachman mengusulkan penambahan Kodam yang semula ‘hanya’ 15 menjadi 38 atau sesuai jumlah provinsi di Indonesia.

“Panglima TNI sudah setuju, nanti setiap provinsi akan ada Kodam,” kata Dudung usai Rapim TNI AD di Mabes AD, Jumat (10/2).

Ia mengklaim, usul ini sudah ditindaklanjuti ke Kementerian Pertahanan (Kemhan). Dari Kemhan, lanjutnya, dilanjutkan ke Menpan-RB dan Kementerian Keuangan berkaitan dengan anggaran.

Menurutnya, usulan bisa direalisasikan tahun ini sebab secara teknis tidak sulit. Namun untuk penambahan Kodam di Papua, proses akan dilakukan bertahap terutama jika dikaitkan dengan Daerah Otonom Baru (DOB).

Meski rencana akan menambah Kodam hingga jumlahnya sebanyak provinsi di Indonesia, TNI baru akan mewujudkan tambahan satu Kodam. Namun tidak disebutkan pasti provinsi di mana Kodam baru berada.

Kapuspen TNI Laksda Kisdiyanto menyebut pembentukan Kodam atas arahan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.

“Sesuai keterangan Panglima, sementara satu Kodam dulu yang akan dibentuk,” kata Kisdiyanto pada CNNIndonesia.com, Sabtu (11/2).

Prabowo singgung Polda di tiap provinsi

Kalau tiap provinsi ada Polda, kenapa tidak dengan Kodam? Menhan Prabowo Subianto menyinggung keberadaan Polda di tiap provinsi. Dia menginginkan hal serupa pada Kodam.

“Polisi sudah ke arah situ, di setiap provinsi ada polda dan sekarang kita tingkatkan menjadi kodam. Sekarang sudah ada korem-korem (komando resimen militer). Itu rencana kita,” kata Prabowo di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (11/2).

Rencana ini, kata dia, sudah sesuai dengan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata) yang dianut Indonesia.

Pengamat sebut harus ada urgensi

Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menyebut perlu ada isu urgensi atau kegentingan yang jadi perhatian utama.

Kalau tiap provinsi ada Polda, kenapa tidak dengan Kodam? Khairul mengatakan membandingkan posisi Kodam dengan Polda itu tidak tepat. Posisi Polri saat ini setara dengan organisasi TNI bukan dengan matra sebagaimana ketika Polri masih berada di bawah ABRI.

Kemudian, keberadaan Polda di tiap provinsi punya basis argumen dan urgensinya sendiri. Keduanya tak bisa disamaratakan.

Penambahan Kodam di tiap provinsi, lanjutnya, kurang sejalan dengan rencana pemantapan fungsi Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan). Kogabwilhan merupakan representasi interoperabilitas TNI. Khairul menilai satuan teritorial itu soal efektivitas pelaksanaan tugas, bukan sekadar soal penyelarasan dengan wilayah administrasi pemda.

Selanjutnya, penambahan Kodam bakal memunculkan pertanyaan soal satuan teritorial matra lain misal, apa Kodamar TNI AL dan Kodau TN AU bakal dikembangkan mengacu pada administrasi pemda?

Apa tetap mengacu pada proyeksi ancaman atau potensi gangguan terhadap kedaulatan wilayah Indonesia?

Menurut Khairul, kalau soal penyelarasan dengan pemda, justru lebih relevan membentuk organisasi perpanjangan tangan atau pelaksana tugas dan fungsi Kemhan dan Mabes TNI di daerah.

“Bukan sekadar satuan teritorial TNI AD,” kata Khairul.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Polisi Turki Tangkap 47 Penjarah usai Gempa Dahsyat

Next Post

Sekda Bersilaturrahmi dengan Santri Dayah Qaryatul Huda

Next Post

Sekda Bersilaturrahmi dengan Santri Dayah Qaryatul Huda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tim PKMBGB dan KKN Tematik USK Serahkan 15 Komposter Aerob

Tim PKMBGB dan KKN Tematik USK Serahkan 15 Komposter Aerob

27/09/2026
Tim PKMBGB USK Perkuat Kelembagaan ProKlim Alue Deah Teungoh Bersama ACCI USK dan DLHK3 Banda Aceh

Tim PKMBGB USK Perkuat Kelembagaan ProKlim Alue Deah Teungoh Bersama ACCI USK dan DLHK3 Banda Aceh

27/09/2026
HT Ibrahim Tutup Turnamen U-12 dan U-15: Saatnya Talenta Muda Aceh Naik Kelas

HT Ibrahim Tutup Turnamen U-12 dan U-15: Saatnya Talenta Muda Aceh Naik Kelas

27/09/2026
Dosen Psikologi Unimal Perkuat Kapasitas Pendamping Korban Kekerasan di Aceh Utara

Dosen Psikologi Unimal Perkuat Kapasitas Pendamping Korban Kekerasan di Aceh Utara

27/09/2026
Plt. Sekda Aceh Tengah: Pengunduran Diri Jauhari Diproses Sesuai Ketentuan

Plt. Sekda Aceh Tengah: Pengunduran Diri Jauhari Diproses Sesuai Ketentuan

27/09/2026

Terpopuler

Prabowo Mau Ada Kodam di Setiap Provinsi Seperti Polda, Tuai Kritik

12/02/2023

Hasan Basri Bongkar APBK, Pemerintah Bukan Milik Toke

Ditantang Mundur, Hasan Basri: Laporkan Saya ke Mendagri

Sibral Balik Hantam Tudingan Hasan: Tak Hadir Bukan Tak Dilibatkan

Dipercaya Jadi Khatib di Kampung Sendiri, Dua Santri Al Zahrah Buktikan Hasil Didikan Pesantren

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com