BANDA ACEH – Daurah Qur’an Ramadhan Al-Ihsan ke 2 a thun 1444 H Suskses digelar sejak 26 Maret hingga tuntas di Bale Al-Ihsan, Sabtu 15 April, 2023
“Spirit Al-Qur’an yang selama ini kita berteman dengannya kiranya akan terus menghiasi waktu-waktu kita sampai nanti ajal memisahkan,” kata H. Ihsanuddin.
Kegiatan Daurah Al-Qura’an Ramadhan Al-Ihsan ke 2 itu merupakan ikhtiarnya untuk melahirkan generasi qur’ani yaitu generasi yang menjadikan al-qur’an sebagai pedoman hidup dengan meyakini kebenarannya, senantiasa membaca, menghafal, memahami dengan baik dan benar, dan yang tidak kalah pentingnya adalah mengamalkan dan mewujudkan seluruh nilai-nilai al-qur’an dalam segenap aspek kehidupan.
“Kita semua tentu kenal dengan Muhammad Al-Fatih. Beliau adalah salah satu contoh generasi qu’ani masa lalu. Sejak ia berusia delapan tahun, ia telah menjadi penghafal Al-quran (hafidz quran) dan mampu menguasai tujuh bahasa berbeda, yaitu Arab, Latin, Turki, Parsi Yunani, Serbia, dan Ibrani. Beliau adalah Tokoh yang begitu fenomenal dengan kisah heroiknya menaklukkan Konstantinopel, kisah heroik Muhammad al-Fatih bukanlah suatu fiksi dan imajinasi, bahkan usahanya melampaui kalau hanya sekedar keajaiban. Benteng pertahanan Konstantinopel yang sulit ditembus, akhirnya takluk di tangan pemuda 21 tahun,” ujarnya
“Generasi Millenial yang berjiwa Qur’ani adalah generasi yang bisa menjiwai dan mengamalkan isi yang ada dalam al-Qur’an. Mengapa alqur’an harus ada dalam jiwa manusia apalagi generasi saat ini? Karena al-Qur’an-lah yang memberikan keberhasilan kepada Nabi Muhammad SAW untuk mencetak manusia yang memiliki aqidah dan akhlak yang kuat. Di saat seperti ini, sangat miris melihat generasi yang aqidah dan akhlaknya semakin tidak benar. Oleh karena itu, dengan adanya jiwa Qur’ani diharapkan generasi millenial memiliki kepribadian yang aqidah dan akhlaknya atau sifat-sifatnya terbentuk dari nilai-nilai yang diajarkan Allah SWT dalam Al-Qur’an.”
Generasi para sahabat yang mendapatkan tarbiyah langsung dari Rasulullah SAW, sebuah generasi yang unik, dan betapa mereka menjadi penyebar Islam ke seluruh dunia. Mereka pula di saat bulan Ramadhan berperang menaklukkan kafir Qurays, dan hanya dalam jumlah 300 Shahabat, melawan seribu pasukan Qurays, dan berhasil menaklukan pusat peradaban jahiliyah, yaitu Makkah.
“Al-Quran merupakan mu’jizat Rasulullah yang hadir dengan berbagai keutamaan bagi orang yang membaca, mentadabburi, dan mengaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Al-Quran juga merupakan sumber ilmu pengetahuan yang didalamnya terdapat standar prosedur operasional dalam menuntun manusia mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.”
“Al-Qur’an telah menciptakan sebuah kehidupan baru bagi bangsa-bangsa di dunia. Inilah warisan dari generasi Qur’ani yang langsung dididik oleh Rasulullah SAW, yang bangkit melawan berbagai bentuk penyimpangan, kesesatan dan kedurhakaan terhadap Allah Rabbul Alamin,” jelas H.Ihsanuddin.











