Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Gerindra Respons Proposal Damai Prabowo Ditolak Ukraina Mentah-mentah

Atjeh Watch by Atjeh Watch
06/06/2023
in Nasional
0
Prabowo Tampak ‘Mesra’ dengan Mardiono Usai Bertemu Jokowi

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terlihat mesra dengan Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/5) malam. (CNNIndonesia/Adi Maulana Ibrahim)

Jakarta – Anggota Komisi I DPR Fraksi Gerindra Yan Permenas Mandenas menekankan proposal perdamaian perang Rusia dan Ukraina yang diajukan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bukanlah paksaan.

“Saya pikir langkah-langkah itu sudah sepantasnya dan sewajarnya. Toh, resolusi itu bukan berarti kita memaksakan Rusia maupun Ukraina untuk harus lakukan gencatan senjata,” kata Yan di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (5/6).

Ia menilai proposal yang diungkap Prabowo dalam forum di Singapura itu sudah sesuai dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang menganut prinsip bebas aktif.

Proposal itu, tutur Yan, sudah sesuai karena tak berpihak ke salah satu pihak, melainkan dalam rangka menjaga perdamaian dunia.

“Kita enggak pro terhadap Rusia, tidak pro terhadap Ukraina, tapi kita berada di tengah-tengah. Sehingga, saya pikir itu langkah yang sangat tepat,” tegasnya.

Oleh karena itu, Yan menilai tidak ada yang salah dari proposal Prabowo itu, menurutnya setiap orang bebas untuk mengusulkan proposal damai.

Ia pun menyebut proposal tersebut pun masih membutuhkan proses diskusi yang panjang selanjutnya dengan melibatkan banyak pihak terkait lainnya.

“Masih melalui proses pembahasan di internal menteri pertahanan. Kemudian, ditingkatkan lagi mungkin ke forum-forum yang lebih tinggi yang nanti melibatkan kepala negara dan akan melibatkan forum-forum resmi misalkan di PBB,” ujar dia.

Prabowo sebelumnya menyampaikan proposal resolusi perdamaian untuk mengakhiri perang Ukraina-Rusia.

Ia menyampaikan itu kala memghadiri forum International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue di Singapura, Sabtu (3/6) lalu.

Prabowo menyodorkan tiga poin untuk menghentikan perang antara Rusia dan Ukraina yaitu gencatan senjata, penarikan pasukan, dan referendum.

Selanjutnya, Prabowo juga mendesak pasukan kedua negara mundur sejauh 15 kilometer dari titik gencatan senjata guna menciptakan zona demiliterisasi.

Menurutnya, zona demiliterisasi itu nantinya harus diamati dan dipantau pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Setelah itu, Prabowo mengusulkan agar PBB menggelar referendum untuk menentukan warga di zona demiliterisasi itu ingin bergabung dengan Ukraina atau Rusia.

Menanggapi itu, Pemerintah Ukraina menolak mentah-mentah proposal yang disampaikan Prabowo tersebut. Kyiv menganggap proposal itu aneh dan menyebutnya terdengar seperti usulan Rusia, bukan Indonesia.

“Terdengar seperti usulan Rusia, bukan usulan Indonesia. Kami tidak butuh mediator seperti ini datang ke kami [dengan] rencana aneh ini,” ujar Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov, seperti dikutip AFP, Sabtu (3/6).

Tak hanya itu, Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid juga angkat suara soal proposal Prabowo itu. Ia meminta Prabowo untuk berhati-hati dalam membuat pernyataannya.

Permintaan itu disampaikan Meutya menyusul penolakan yang dilakukan Ukraina terhadap proposal damai yang diusulkan Prabowo.

“Posisi Indonesia dalam konflik ini sudah jelas, apalagi dalam Sidang Umum PBB Februari 2023 lalu, Indonesia termasuk ke dalam 141 negara yang menentang invasi Rusia ke Ukraina dan mendukung kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina,” ujar Meutya dalam keterangan, Senin (5/6).

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Nyan, Kemendikbud Cabut Izin 23 PTS di Indonesia

Next Post

Bacaleg DPR Aceh Ikut Uji Mampu Baca Alquran

Next Post
Bisa Baca Alquran Jadi Syarat Lulus SD di Subulussalam Aceh

Bacaleg DPR Aceh Ikut Uji Mampu Baca Alquran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Pembahasan Revisi UUPA

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Pembahasan Revisi UUPA

14/04/2026
Nasdem Aceh Minta Tempo Minta Maaf Terbuka

Nasdem Aceh Minta Tempo Minta Maaf Terbuka

14/04/2026
Wabup Abdya Kunjungi Warga Cot Mane, Pastikan Pembangunan Rumah Layak Huni

Wabup Abdya Kunjungi Warga Cot Mane, Pastikan Pembangunan Rumah Layak Huni

14/04/2026
Siswa SMPN 2 Peukan Bada Kunjungi Museum Indrapurwa

Siswa SMPN 2 Peukan Bada Kunjungi Museum Indrapurwa

14/04/2026
Sinergi Tiga Lembaga Percepat Sertifikasi Wakaf di Aceh, Lindungi Aset Umat dari Sengketa

Sinergi Tiga Lembaga Percepat Sertifikasi Wakaf di Aceh, Lindungi Aset Umat dari Sengketa

14/04/2026

Terpopuler

Muscab PKB Pidie Lahirkan 7 Nama Kadidat Ketua

Muscab PKB Pidie Lahirkan 7 Nama Kadidat Ketua

13/04/2026

Gubernur Mualem Tunjuk Nurlis Jadi Jubir

Krak, Warga Tak Terdata JKA Diberi Kesempatan Sanggah

Pemerintah Aceh Didesak Laporkan IUP PT. Linge Mineral Resource ke Pemerintah Pusat

Gerindra Respons Proposal Damai Prabowo Ditolak Ukraina Mentah-mentah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com