LHOKSUKON – Ketua Partai Adil Sejahtera (PAS) Aceh Utara, Teungku Muhammad Nur M.Si, berharap sosok penjabat gubernur Aceh kedepan haruslah orang yang peduli terhadap pendidikan.
Menurutnya, pendidikan Aceh saat ini sedang dilanda dilema. Dimana, banyaknya anggaran Otsus ternyata belum berhasil membenahi persoalan pendidikan di Aceh. Salah satunya, banyaknya guru yang belum digaji dengan layak.
“Dunia pendidikan Aceh kembali dilema, dengan banyaknya dana Otsus dan dana lain yang diperuntukkan untuk pendidikan Aceh, namun masih ada guru yang belum dibayarkan haknya,” ujar Pimpinan Dayah Tabina Aceh ini, Minggu 18 Juni 2023.
“Ribuan guru kontrak provinsi yang notabene honornya dibayar oleh pemerintah Aceh. Nyatakan dari Januari hingga Juni 2023 belum ada yang dibayarkan. Bayangkan rusaknya sistem pendidikan apa yg diharapkan kualitasnya jika kesejahteraan guru diabaikan,” kata pria yang akrab disapa Waled Tabina Aceh ini lagi.
“Jangan sampai yang nyapu sampah di pinggir jalan aja dibayar tetapi guru yang nyapu kebodohan dalam hati dan pikiran anak anak kita ditelantarkan.”
“Apabila ini terjadi maka pj gubernur Aceh terburuk dalam sejarah peradaban pendidikan Aceh.Maka dengan harapan pj gubernur Aceh sebagai decision maker harus berani menyelamatkan pendidikan Aceh,” ujar mantan aktivis kemanusiaan semasa Aceh masih berkonflik ini lagi.










