Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Kampung Muslim di India Dihancurkan Buldoser

Atjeh Watch by Atjeh Watch
15/08/2023
in Internasional
0
Kampung Muslim di India Dihancurkan Buldoser

Sisa-sisa usai bentrok antarkelompok pemeluk agama di distrik Nuh, India, beberapa waktu lalu. (REUTERS/ADNAN ABIDI)

Jakarta – Pihak berwenang di India, menghancurkan sekitar 300 rumah, toko dan lapak di satu-satunya distrik mayoritas muslim, Nuh, negara bagian Haryana pada pekan lalu.

Salah satu warga di Nuh, Abdul Rasheed, menceritakan polisi mengunci dia dalam bus saat buldoser menghancurkan tokonya.

“Saya sedih sekali. Keluarga dan anak-anak saya bergantung pada sewa yang kami terima dari toko. Kami menyewa toko untuk umat Hindu dan Muslim,” kata Rasheed, seperti dikutip Al Jazeera, Selasa (8/8).

Dia juga mengatakan pihak berwenang tak memberi tahu atau menunjukkan perintah apa pun terkait penghancuran ini.

“Mereka membuldoser semuanya,” lanjut Rasheed.

Lebih lanjut, ia menjelaskan aksi penghancuran rumah dan toko sebagai balas dendam.

Sebelumnya, terjadi bentrok usai prosesi kelompok Hindu sayap kanan Dewan Hindu Dunia (VHP/ Vishwa Hindu Parishad) dan sayap pemuda, Bajrang Dal, mencapai Nuh.

Organisasi tersebut memang kerap diasosiasikan dengan protes kekerasan yang menargetkan minoritas agama, terutama Islam dan Kristen.

Kelompok Hindu menyalahkan Muslim karena dianggap memulai kekerasan. Mereka menyebut prosesi warga Muslim di Nuh melempari batu dan membakar kendaraan. Bentrok pun akhirnya tak bisa dihindari.

Namun, kelompok Muslim punya versi sendiri. Menurut mereka pemicu kekerasan itu yakni video Facebook yang dirilis Monu Manesar. Ia adalah warga Hindu yang dituduh membunuh dua orang Muslim karena diduga mengangkut daging sapi.

Dalam video tersebut, Manesar mendesak umat Hindu bergabung dengan dia di Nuh untuk prosesi VHP-Bajrang Dal. Seruan ini, sontak membuat umat Islam di distrik itu marah.

Menanggapi aksi tersebut, Pengadilan Tinggi Punjab dan Haryana memerintahkan pihak berwenang berhenti membuldoser properti di distrik Nuh.

Mereka juga mempertanyakan apakah tindakan buldoser ini bagian dari pembersihan etnis.

“Masalah muncul apakah bangunan milik komunitas tertentu dirobohkan dengan kedok hukum dan masalah ketertiban dan pembersihan etnis sedang dilakukan negara,” demikian menurut pengadilan.

Hakim di pengadilan itu, GS Sandhwalia dan Kaur Jeewan juga mengamati bahwa otoritas negara melakukan penghancuran tanpa mengikuti prosedur yang ditetapkan hukum.

Observasi Pengadilan Tinggi Punjab dan Haryana merupakan contoh langka dari peradilan India yang mengajukan pertanyaan yang sering diajukan kelompok hak asasi manusia dan pakar di seluruh dunia.

Penghancuran properti Muslim di India bukan kali pertama. Pada Juni 2022 lalu, pihak berwenang menghancurkan rumah dan tempat bisnis warga Islam di Uttar Pradesh.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Cawapres Penentu Pilpres 2024 Bisa Acak-acak Koalisi

Next Post

Geger Penjarahan usai Kebakaran, Hawaii bak Medan Perang

Next Post
Korban Jiwa Kebakaran Hawaii Melonjak Jadi 67 Orang

Geger Penjarahan usai Kebakaran, Hawaii bak Medan Perang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Optimalkan Pelayanan RSUD Indrapuri, Wabup Syukri Ajak Nakes Tingkatkan Komunikasi dan Koordinasi

Optimalkan Pelayanan RSUD Indrapuri, Wabup Syukri Ajak Nakes Tingkatkan Komunikasi dan Koordinasi

21/04/2026
35 Calon Mahasiswa Al Azhar Sukses Ikuti Tes Tahdid Mustawa di Al Zahrah Bireuen

35 Calon Mahasiswa Al Azhar Sukses Ikuti Tes Tahdid Mustawa di Al Zahrah Bireuen

21/04/2026
Iran Buka Lagi Selat Hormuz, Tapi Ancam Tutup jika Blokade AS Lanjut

Iran Buka Lagi Selat Hormuz, Tapi Ancam Tutup jika Blokade AS Lanjut

21/04/2026
Israel Tunda Lagi Sidang Korupsi Netanyahu karena Alasan Keamanan

Israel Tunda Lagi Sidang Korupsi Netanyahu karena Alasan Keamanan

21/04/2026
Muhammad Zubir Resmi Pimpin Diskominfotik Banda Aceh

Muhammad Zubir Resmi Pimpin Diskominfotik Banda Aceh

20/04/2026

Terpopuler

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

20/04/2026

Kampung Muslim di India Dihancurkan Buldoser

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

Buka Usai Subuh Hingga Tengah Malam, GNI Kupi Jadi Tempat Nongkrong Asyik di Blangpidie

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com