Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

Banjir, 865 Hektare Lahan Padi dan Jagung Gagal Tanam di Agara

Atjeh Watch by Atjeh Watch
23/08/2023
in Lintas Tengah
0
Banjir Terjang 2 Desa di Aceh Tenggara

Foto Istimewa

Banda Aceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyebutkan seluas 746 hektare lahan padi dan 119 hektare lahan jagung di daerah itu gagal tanam akibat banjir yang melanda wilayah setempat dalam beberapa hari terakhir.

“Padi di daerah kita ini memang banyak baru ditanam, jagung juga demikian, jadi gagal tanam karena banjir ini,” kata Kepala Diskominfo Aceh Tenggara Zul Fahmy saat dihubungi dari Banda Aceh, Rabu.

Untuk diketahui, semua informasi terkait dampak banjir Aceh Tenggara dalam beberapa hari ini dikeluarkan melalui Diskominfo secara satu pintu, setelah mendapatkan data dari setiap Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Aceh Tenggara.

Zul Fahmy menjelaskan, seluas 746 hektare lahan padi yang gagal tanam akibat banjir itu tersebar di sembilan kecamatan, sedang 119 hektare lahan jagung yang gagal tanam tersebar di lima kecamatan.

Dalam upaya penanggulangan, kata dia, Pj Bupati Aceh Tenggara Syakir juga telah menyurati Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo pada Senin (21/8) lalu, untuk meminta bantuan benih padi dan jagung serta alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa hand traktor.

Bagi tanaman padi, Pemkab Aceh Tenggara meminta sebanyak 18.650 kilogram benih untuk didistribusikan ke sembilan kecamatan terdampak, yang akan dibagikan sesuai dengan kebutuhan lahan sawah masing-masing kecamatan.

Selain itu, pihaknya juga meminta bantuan pupuk organik cair sebanyak 3.730 liter untuk tanaman pangan tersebut.

“Kita juga butuh alsintan dalam bentuk hand traktor untuk pengolahan lahan padi yang sudah rusak ditimbun lumpur dan material lainnya, jadi kita minta 16 unit hand traktor,” ujarnya.

Begitu juga dengan lahan jagung, pihaknya meminta bantuan benih sebanyak 1.785 kilogram untuk lima kecamatan, sekaligus pupuk organik cair sebanyak 595 liter dan dua unit hand traktor untuk mengolah lahan jagung yang sudah rusak.

Secara umum, kata dia, hingga saat ini kondisi 10 kecamatan terdampak banjir di Aceh Tenggara sudah kondusif. Air yang menggenangi rumah warga sudah mengering, dan volume air di beberapa lokasi sudah berkurang secara berangsur-angsur.

“Pihak BPBD Aceh Tenggara juga sedang dan telah melakukan pembersihan rumah ibadah, sekolah, rumah warga, yang tergenang lumpur yang sudah menjadi tanah timbun,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan banjir di Aceh Tenggara terjadi sejak Kamis (17/8), dan terus meluas hingga ke 10 kecamatan yang dipicu intensitas hujan tinggi.

Adapun daerah yang terdampak meliputi Kecamatan Bambel sebanyak 23 gampong (desa), Lawe Sumur sebanyak enam gampong, Semadamsebanyak lima gampong, serta Kecamatan Bukit Tusam sebanyak delapan gampong.

Selanjutnya, Kecamatan Lawe Bulan sebanyak lima gampong, Babussalam tiga gampong, Tanoh Alas dua gampong, Lawe Sigala-Gala empat gampong, Lawe Alas dua gampong, dan satu gampong di Kecamatan Babul Rahmah.

Korban terdampak akibat peristiwa itu mencapai 8.101 jiwa dalam 2.230 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 59 desa dalam 10 kecamatan di Aceh Tenggara.

Sumber: antara

Previous Post

Ulama Aceh Terbitkan Fatwa Hukum Merobohkan Masjid Lama

Next Post

Penasehat Hukum dan Terdakwa Yudya Partidina Ajukan Pledoi

Next Post
Penasehat Hukum dan Terdakwa Yudya Partidina Ajukan Pledoi

Penasehat Hukum dan Terdakwa Yudya Partidina Ajukan Pledoi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lazismu Abdya Gelar Raker dan Pembekalan Amil, Kuatkan Tata Kelola Organisasi

Lazismu Abdya Gelar Raker dan Pembekalan Amil, Kuatkan Tata Kelola Organisasi

15/08/2026
Pemerintah Abdya Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Banjir dan Kebakaran di Babahrot

Pemerintah Abdya Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Banjir dan Kebakaran di Babahrot

15/08/2026
HUT RI ke-81, Kecamatan Jeumpa Sukseskan Berbagai Perlombaan Ceria Merdeka

HUT RI ke-81, Kecamatan Jeumpa Sukseskan Berbagai Perlombaan Ceria Merdeka

15/08/2026
Kirab Aceh 2026, Garda Damai Aceh Serukan Perdamaian sebagai Fondasi Masa Depan Aceh

Kirab Aceh 2026, Garda Damai Aceh Serukan Perdamaian sebagai Fondasi Masa Depan Aceh

15/08/2026
Proyek Rp100 Miliar di Muara Pidie Jaya: Progres, Alat, dan Target Mulai Dipertanyakan

Proyek Rp100 Miliar di Muara Pidie Jaya: Progres, Alat, dan Target Mulai Dipertanyakan

15/08/2026

Terpopuler

Banjir Terjang 2 Desa di Aceh Tenggara

Banjir, 865 Hektare Lahan Padi dan Jagung Gagal Tanam di Agara

23/08/2023

KPA Sagoe Malaka Wilyah 013/Blangpidie Ikut Sukseskan Zikir dan Doa Bersama Hari Perdamaian Aceh

Nyan, Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki 1.000 Liter Antre BBM di SPBU Aceh

Turnamen Catur Kasyful Wara Cup I Bergulir, Bentuk Pondasi Atlet Amatir menjadi Profesional

Warga Aceh Diajak Kibarkan Bendera Alam Peudeung pada 15 Agustus 2026, Kenapa?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com